PT Best Profit Futures Jambi

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Emas Siap-siap ke Level US$ 4.000/Oz, Begini Ramalannya

FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Kamis (6/7/2020), harga emas dunia menguat tipis cenderung flat pada perdagangan pagi waktu Asia. Reli harga emas yang terjadi di sepanjang tahun ini diperkirakan masih akan berlanjut dan membawa emas terbang lebih tinggi. PT BESTPROFIT

Pada 09.05 WIB,  harga emas di pasar spot naik 0,06% ke US$ 2.041. Pada perdagangan kemarin harga emas ditutup di level US$ 2.039,4/troy ons. BEST PROFIT

Narasi yang membuat harga emas menguat masih sama dan tak berubah.  BESTPROFIT

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang telah meluluhlantakkan perekonomian global membuat minat investasi di aset safe haven meningkat. PT BESTPROFIT FUTURES
Kebijakan moneter yang ultra akomodatif melalui pemangkasan agresif suku bunga dan pembelian aset-aset keuangan turut menekan imbal hasil dari surat utang pemerintah (terutama AS) yang juga dijadikan sebagai safe haven. Ditambah dengan risiko dari tensi geopolitik tinggi dan kisruh Washington-Beijing, logam mulia emas semakin berkilau. Dari sisi fundamental, harga emas juga ditopang oleh rendahnya suku bunga acuan. BPF

Banjir likuiditas di pasar keuangan oleh tindakan bank sentral seperti the Fed membuat ancaman baru di masa depan yaitu inflasi yang tinggi. Tak hanya sebagai aset minim risiko, emas juga menjadi aset untuk lindung nilai (hedging). PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Itulah mengapa harga emas dunia menguat secara signifikan terutama setelah neraca bank sentral AS menggembung dengan laju yang sangat cepat lebih dari saat krisis keuangan global 2008 silam.

Kebijakan super akomodatif tersebut membuat dolar AS mengalami pelemahan. Pelemahan greenback yang tercermin dari indeks dolar yang saat ini berada di level terendah dalam dua tahun membuat emas ketiban berkah.

Maklum emas dibanderol dalam dolar AS. Ketika dolar melemah, maka harga emas bisa menjadi lebih murah terutama bagi pemegang mata uang lain. Tentunya hal ini semakin mendongkrak minat beli para investor.

Faktor fundamental ini lah yang membuat analis, ekonom, pelaku pasar dan investor bullish memandang prospek emas untuk jangka menengah dan panjang. Kendati harga emas sudah sentuh level tertinggi sepanjang masa, stop level untuk emas selanjutnya diramal beragam oleh berbagai pihak.

Stop level terdekat setelah level US$ 2.000 berhasil ditembus adalah US$ 2.200. Selanjutnya ada Bank of America (BoA) dan RBC Capital yang meramal harga emas bakal melambung ke US$ 3.000/troy ons.

“Dengan harga emas yang meroket ke level tertinggi sepanjang masa, membuat emas menjadi ‘star asset’ di 2020″ tulis strategis dari RBC Capital dalam sebuah laporan.

“Dengan latar belakang ini, kami ubah base case scenario sekarang menjadi low scenario, high scenario sebelumnya kini menjadi base scenario dan memperkirakan skenario tertinggi baru dengan harga emas bakal sentuh US$ 3.000/oz dengan asumsi bahwa situasi saat ini benar-benar akan semakin memburuk” tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip Kitco News.

“Faktor-faktor yang dapat memicu kenaikan harga yang fantastis akan terjadi dengan lanjutan stimulus moneter yang tak pernah terjadi sebelumnya, potensi asset bubbles, hingga inflasi yang susah dikontrol. Inilah mengapa kami berharap apa yang tak pernah diharapkan seputar risiko yang akan datang” lanjut strategis tersebut.
Dari sisi perekonomian, Holmes memperkirakan inflasi bakal naik tetapi suku bunga akan tetap rendah sehingga membuat suku bunga riil menjadi negatif. “Semakin negatif suku bunga riil, maka semakin tinggi harga emas” kata Holmes.CEO U.S. Global Investors, Frank Holmes punya ramalan yang lebih bullish lagi bahkan. Holmes memperkirakan akhir dari siklus bullish emas ini akan berada di angka US$ 4.000/troy ons. Namun koreksi harga bisa terjadi kapan saja dan investor harus membeli saat itu terjadi.

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Naik 34 Persen Sepanjang Tahun Ini

Pasar Saham Global Bergejolak, Harga Emas Ikut Turun

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas kembali memecahkan rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) setelah melewati level USD 2.000 untuk pertama kalinya. PT BESTPROFIT

Meroketnya harga emas ini ditopang oleh pelemahan nilai tukar dolar dan penurunan pengembalian obligasi AS mendorong investor untuk membeli instrumen investasi yang aman, seperti emas. BEST PROFIT

Dikutip dari CNBC, Kamis (6/8/2020), harga emas telah melonjak 34 persen pada tahun ini dan merupakan salah satu aset investasi berkinerja terbaik di 2020. Para investor membeli emas dalam jumlah besar dengan harapan akan mempertahankan nilainya ketika pandemi corona terus memberikan dampak ke pasar. BESTPROFIT

Harga emas menembus level di atas USD 2.000 untuk pertama kalinya pada Selasa lalu dan mencapai memecahkan rekor tertinggi USD 2.055,10 per ounce pada hari Rabu. Harga emas spot naik 1 persen ke level USD 2.037,81. PT BESTPROFIT FUTURES

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,4 persen menjadi USD 2.048,30. BPF

Investor khawatir stimulus ekonomi yang dikeluarkan sebagai respons terhadap pandemi akan memicu inflasi yang akan menurunkan nilai aset lainnya. Pengembalian riil pada obligasi AS telah jatuh tajam, membuat emas lebih menarik. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

“Kami melihat penurunan yang sedang berlangsung dalam dolar AS, kurva imbal hasil AS semakin turun dan peningkatan ekspektasi inflasi,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

“Ini menyiratkan bahwa di masa mendatang, biaya peluang untuk memegang emas akan semakin berkurangm,” lanjut dia.

Kebuntuan di Washington atas kesepakatan bantuan guna meredam dampak virus corona telah melemahkan dolar, yang bersaing dengan emas sebagai instrumen investasi yang aman. Dolar yang melemah juga membuat harga emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain.

Lonjakan Harga Emas

Harga emas telah melonjak sangat cepat cepat yaitu melonjak lebih dari USD 200 dalam waktu dua minggu, kata Robin Bhar, Seorang Analis Independen.

Selain emas, harga perak juga melonjak 4,4 persen menjadi USD 27,13, tertinggi sejak April 2013 dan terakhir naik 2,3 persen menjadi 26,60. Sekarang telah meningkat 48 persen di sepanjang tahun ini, bahkan mengungguli lonjakan harga emas.

“(Lonjakan harga) Perak karena tiga faktor, sebagai aset moneter seperti emas, peningkatan permintaan industri karena kita pulih dari COVID dan masalah stimulus dan sisi penawaran,” kata Melek.

Di tempat lain, platinum naik 2,4 persen menjadi USD 959,97 dan paladium naik 0,7 persen ke level USD 2,155.14.

Harga Emas Antam Makin Mahal, Tembus Rp 1.048.000 per Gram

Kemarin, Harga emas Antam atau PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak Rp 19.000 per gram menjadi Rp 1.048.000 per Gram pada Rabu, 5 Agustus 2020. Harga ini kembali memecahkan rekor termahal sebelumnya yaitu Rp 1.029.000 per gram.

Sedangkan untuk harga buyback emas Antam naik Rp 18.000 menjadi Rp 947.000 per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 947 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.630.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 20.710.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.29 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam belum termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Anda bisa memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen) jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Berikut daftar harga emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 554.000

* Pecahan 1 gram Rp 1.048.000

* Pecahan 2 gram Rp 2.036.000

* Pecahan 3 gram Rp 3.029.000

* Pecahan 5 gram Rp 5.020.000

* Pecahan 10 gram Rp 9.975.000

* Pecahan 25 gram Rp 24.812.000

* Pecahan 50 gram Rp 49.545.000

* Pecahan 100 gram Rp 99.012.000

* Pecahan 250 gram Rp 247.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 494.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 988.600.000.

 

 

Sumber : liputan6.com

Gara-gara Harga Emas Mahal, Pasangan di Aceh Banyak yang Undur Pernikahan

Gara-gara Harga Emas Mahal, Pasangan di Aceh Banyak yang Undur Pernikahan

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Gara-gara tingginya mahar berupa emas yang dibebankan kepada calon mempelai laki-laki, justru telah menyebabkan pasangan muda-mudi di beberapa daerah di Aceh mengundurkan rencana hari pernikahan. PT BESTPROFIT

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Teungku Abdurrani Adian pun mengimbau kepada masyarakat di Aceh yang akan melangsungkan pernikahan putera puterinya di tengah pandemi COVID-19, agar tidak membebani calon pengantin dengan mahar yang tinggi. BEST PROFIT

“Sehubungan dengan tingginya harga emas sekarang, tentu memberi efek kepada akad pernikahan di masyarakat Aceh. Karena di Aceh ada tradisi lebih mahal maharnya maka lebih bangga,” kata Teungku Abdurrani di Meulaboh, Selasa (4/8/2020). BESTPROFIT

Seperti diketahui, harga jual perhiasan emas saat ini yang dijual oleh pedagang di Aceh sudah mencapai hampir Rp 3 juta per mayam (3 gram) atau di kisaran harga Rp 2,85 juta per mayam, sehingga hal ini berdampak terhadap ekonomi masyarakat dan berdampak terhadap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. PT BESTPROFIT FUTURES

Di beberapa daerah di Aceh, harga mahar yang dibebankan kepada calon mempelai laki-laki biasanya paling rendah sekitar 10 mayam emas atau sekitar 30 gram atau jika dirupiahkan sebesar Rp 30 juta. BPF

Bahkan di daerah lain di Aceh, mahar yang dibebankan kepada calon mempelai laki-laki mencapai 30 mayam atau sekitar 90 gram emas murni dengan biaya sekitar Rp 90 juta, dan mahar tersebut belum termasuk dalam kebutuhan lain seperti pesta hari pernikahan, seserahan serta kebutuhan lainnya. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Teungku Abdurrani menjelaskan, padahal Rasulullah Baginda Nabi Muhammad SAW sudah menjelaskan bahwa sebaik-baiknya mahar sebuah pernikahan tentunya tidak terlalu tinggi dan tidak pula tidak terlalu rendah.

Jika melihat kondisi saat ini, kata salah satu ulama di Aceh ini, tentunya akan menghambat akad nikah karena ada sejumlah laki-laki calon pengantin di Aceh yang memilih menunda pernikahan pernikahan, karena belum cukup memenuhi mahar yang dibebankan oleh keluarga calon pengantin perempuan kepada calon suami atau keluarga calon suami.

Padahal sesuai dengan imbauan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, menikah itu adalah sunnah nabi seperti yang diriwayatkan dalam hadist shahih “Menikah itu sunnah ku, barang siapa yang tidak senang dengan sunnahku, maka bukan bagian dari golonganku (ummat),” kata Teungku Abdurrani mengutip hadis shahih.

Akan tetapi dengan efek harga emas yang begitu melambung saat ini, maka hal tersebut memberi efek negatif kepada masyarakat yang akan melangsungkan pernihakan.

Ulama ini juga berpendapat, dengan terhambatnya pernikahan akibat calon mempelai laki-laki belum mampu memenuhi kewajibannya untuk mencukupi mahar yang ditentukan pasangan calon isteri, maka dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat.

Hal itu bisa saja seperti indikasi tindak pidana kejahatan, atau tindakan lain yang tidak diinginkan oleh siapa pun, ungkapnya.

“Kami imbau kepada adik-adik kami yang perempuan, tolong mahar itu jangan terlalu tinggi, dan jangan pula terlalu rendah. Jangan menghambat sunnah Rasulullah SAW. Kalau pun, mahar tidak terlalu tinggi maka sebuah pernikahan tetap akan sah, karena mahar termasuk rukun nikah,” kata Teungku Abdurrani menegaskan. (Antara)

 

 

Sumber : suara.com

Makin Gila! Ada yang Ramal Harga Emas US$ 15.000 Sebelum 2025

Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga logam mulia emas pada hari Selasa (4/7/2020) mengalami penurunan tipis setelah terus menerus mengalami reli tak terbendung.  PT BESTPROFIT

Pada pukul 06.00 WIB, harga emas dunia di pasar spot terkoreksi 0,2% ke level US$ 1.972,5/troy ons. Penguatan dolar AS yang tercermin dari mulai bangkitnya indeks dolar menjadi salah satu faktor yang membebani harga emas. BEST PROFIT

Emas merupakan komoditas yang ditransaksikan dalam dolar AS. Ketika dolar AS menguat di saat harga emas sudah terbilang ‘mahal’, maka minat beli pun ikut terdampak. Meski tergelincir harga logam mulia masih berada di rentang tertingginya sepanjang sejarah.  BESTPROFIT

Level resisten selanjutnya harga emas berada di US$ 2.000/troy ons. Untuk jangka pendek level tersebut diperkirakan menjadi level resisten kuat. Setelah mengalami apresiasi terus menerus, harga bullion memang rawan koreksi. PT BESTPROFIT FUTURES

Namun untuk saat ini fundamental emas tak berubah. Kenaikan harga emas didukung oleh banyak faktor. Sebagai aset minim risiko (safe haven), emas banyak diburu terutama ketika kondisi ekonomi global sedang carut marut seperti sekarang ini.  BPF

Periode pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang tak berkesudahan serta tensi geopolitik yang tinggi terutama antara Washington-Beijing membuat resesi global berpeluang semakin dalam. Periode pemulihan terancam berjalan lambat dan penuh ketidakpastian. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Emas tak hanya menjadi aset safe haven tetapi juga punya peranan dalam hal lindung nilai (hedging) dari inflasi.

Kebijakan bank sentral AS (Federal Reserves/the Fed) yang membabat habis suku bunga acuan serta mencetak uang melalui pelonggaran kuantitatif (QE) secara besar-besaran memang menimbulkan ancaman inflasi yang tinggi di masa mendatang.

Dalam tiga puluh tahun terakhir terutama sejak tahun 1990, korelasi harga emas dan inflasi cenderung berbanding lurus. Semakin tinggi tingkat inflasi maka akan semakin tinggi pula harga emas.

Di sisi lain kebijakan suku bunga rendah serta QE juga turut menekan imbal hasil dari surat utang pemerintah AS. Suku bunga riil kini sudah masuk ke teritori negatif. Pada akhirnya oppotunity cost untuk memegang aset tak berimbal hasil seperti emas menjadi rendah dan instrumen ini menjadi kian diminati para investor.

Fundamental pasar yang kuat membuat banyak pihak terutama pelaku pasar memproyeksikan harga emas masih bakal bullish untuk jangka menengah dan panjang. Baru-baru ini bank investasi global Goldman Sachs memperkirakan harga emas berpotensi menyentuh US$ 2.300.

Sementara itu Bank of Amerika (BoA) memproyeksikan harga emas bisa menyentuh harga US$ 3.000/troy ons atau 50% dari level tertingginya sepanjang sejarah untuk saat ini.

Ada yang lebih bullish lagi ketimbang BoA. Kepala ahli strategi komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen memprediksi harga emas bakal menyentuh US$ 4.000/troy ons. Lebih ekstrem lagi adalah ramalan pendiri Myrmikan Capital yaitu Dan Olivier yang mengatakan harga emas bisa sentuh US$ 10.000/troy ons.

Berbeda dengan yang lainnya yang memiliki timeframe di kisaran waktu 1-1,5 tahun ke depan, ramalan Dan Olivier tidak secara spesifik menyebutkan kapan harga emas bakal mencapai level tersebut.

Namun ternyata ada ramalan yang jauh lebih ekstrem daripada itu. Jim Rickards selaku penulis buku best seller serta Peter Schiff selaku CEO Euro Pasific Capital memandang reli emas masih jauh dari kata berakhir.

Analisis Rickards bahkan meramal harga emas bisa ke US$ 15.000 pada 2025. Sungguh angka yang sangat fantastis tentunya jika melihat harga hari ini yang masih belum mampu tembus ke angka US$ 2.000.

“Saya kira harga emas bakal sentuh US$ 15.000 per ons sebelum 2024″ kata Rickards pada Kitco News.

“Jika Anda mengambil rata-rata pada reli pasar sebelumnya : 1971 hingga 1980, dalam periode sembilan tahun tersebut harga emas naik 2200%, pada 1999-2011, 12 tahun pasar mengalami kenaikan signifikan hingga 700%. Ambil saja rata-ratanya, Anda tak perlu mengambil harga tertingginya atau melakukan ekstrapolasi, jika Anda mengambil rata-rata dari keduanya, maka reli pasar selanjutnya bakal lebih lama dari 10 tahun dan akan naik hingga 1500%” katanya.
Beralih ke ramalan Schiff, metode yang digunakan oleh CEO Euro Pasific Capital ini adalah menggunakan rasio antara indeks Dow Jones dengan harga emas. Jika menggunakan rasio 1:1, maka harga emas seharusnya berada di US$ 26.000. Lebih fantastis lagi tentunya.

Namun terlepas dari itu semua harga emas masih belum mampu menembus level US$ 2.000 sampai hari ini. Setidaknya sebelum memandang terlalu jauh, harga emas harus melampaui level US$ 2.000 terlebih dahulu.

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com