PT Best Profit Futures Jambi

Anjlok Tajam, Harga Minyak Masih Berpotensi Rebound

oil1gHarga minyak mentah anjlok di hari Senin, turun lebih dari 3% akibat penguatan dollar dan berlanjutnya kecemasan mengenai surplus suplai minyak global. Penurunan merupakan bagian dari penurunan harga komoditas secara luas yang juga dipicu oleh kecemasan melambatnya permintaan dari China, dengan harga logam dasar seperti tembaga dan nikel anjlok tajam. Dengan penguatan dollar, semua harga komoditas seperti tembaga, emas, minyak anjlok seiring sesi perdagangan Asia, selain itu ada sejumlah aksi jual yang berlanjut dari hari Jumat lalu, menurut salah satu analis. Analis tersebut juga mengatakan bahwa pasar minyak akan rebound jika suplai minyak mentah AS anjlok, meski penurunan output minyak AS serta permintaan musiman di AS akan turut menopang harga minyak.

Di sisi lain, euro menyentuh level rendah 7-bulan terhadap dollar pada hari Senin, dengan penguatan greenback membuat kontrak minyak yang dinilai dengan dollar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, menteri perminyakan Venezuela pada hari Minggu lalu mengatakan bahwa OPEC tidak boleh membiarkan perdang harga minyak dan harus mengambil langkah untuk menstabilkan pasar minyak dalam waktu dekat. Ditanyakan mengenai seberapa rendah harga minyak dapat turun di tahun 2016 jika OPEC tidak mengubah kebijakannya, ia mengatakan di sekitar pertengahan level $20. Pasar minyak juga turut fokus pada perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah seiring Raja Yordania Abdullah akan berdiskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai bagaimana untuk mengatasi grup teror yang dipimpin oleh Islamic State di Suriah.