PT Best Profit Futures Jambi

Badai Tropis, Serangan Arab Saudi Bantu Minyak Mengerem Penurunan

oil1aHarga minyak mulai stabil pasca penurunan pada awal sesi hari Senin seiring badai yang mungkin akan mempengaruhi operasional di Teluk Meksiko menopang harga minyak mentah AS dan serangan udara Arab Saudi pada ibukota Yaman mendorong naik harga minyak Brent. 

Di Timur Tengah, pesawat perang dari koalisi Arab Saudi membombardir ibukota Yaman, Sanaa semalam, menurut salah satu saksi Reuters, seiring faksi yang berperang tersebut bersiap untuk menghadiri diskusi yang digelar di Jenewa hari Senin. Sementara itu di Amerika Serikat, gangguan badai tropis di wilayah selatan Teluk Meksiko memiliki peluang sebear 70% untuk berkembang menjadi topan dalam 48 jam kedepan, menurut National Hurricane Center, berpotensi mengancam output minyak di wilayah tersebut dan menopang harga. Di Asia, tanker produk minyak berukuran kecil dilaporkan hilang di lepas pantai Malaysia dekat dengan Singapura pada akhir pekan, yang mana dapat mejadi pembajakan kapal kedua kalinya bulan ini, menurut petinggi maritim pada hari Senin, meski trader mengatakan kapal tanker tersebut berukuran terlalu kecil untuk mempengaruhi harga.

Meski harga minyak mulai stabil, analis mengatakan pasar minyak masih mengalami kelebihan suplai. Data fundamental menunjukkan bahwa pasar minyak kelebihan suplai sebanyak lebih dari 2 juta barel per hari, menurut salah satu analis. Sementara itu analis bank ANZ mengatakan bahwa harga minyak masih berada dalam tekanan seiring tingkat permintaan musiman minyak yang kuat akan segera berakhir dan pasar akan kembali fokus pada fundamental bearish dari sisi suplai.