Banjir Porak-porandakan China Tengah, Puluhan Ribu Dievakuasi

BEST PROFIT BEST PROFIT FUTURES BESTPROFIT news
In this aerial photo released by Xinhua News Agency, firefighters pump rainwater from a road underpass in Zhengzhou in central China's Henan province on Wednesday, July 21, 2021. China's military has blasted a dam to release floodwaters threatening one of its most heavily populated provinces, as the death toll in widespread flooding rose to more than two dozens. (Ma Xiaoran/Xinhua via AP)
Foto: Banjir di Zhengzhou di provinsi Henan, China, Rabu, 21 Juli 2021. (Ma Xiaoran/Xinhua via AP)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  – Badai membuat China bagian tengah porak-poranda. Kota-kota terendam banjir dan lahan pertanian hancur karena cuaca buruk yang melanda negeri itu.

Sejak pekan kemarin hujan lebat membuat banjir terjadi di provinsi Henan selama hampir seminggu. Dari data terbaru Kamis (22/7/2021), 33 orang tewas dan puluhan ribu dievakuasi.

Melansir Xinhua, China mencatat kerugian ekonomi langsung hingga 1,22 miliar yuan (sekitar Rp 2,7 triliun) akibat peristiwa itu. Peringatan awas badai juga dinaikkan ke level tertinggi di empat kota di bagian utara Henan, yakni Xinxiang, Anyang, Hebi dan Jiaozou.

Hingga Kamis malam 470.000 di Xinxiang dilaporkan terdampak. Sementara 73.000 orang di kota Anyang dievakuasi.

Salah satu kota yang terkena dampak banjir terparah adalah ibu kota Henan, Zhengzhou, sekitar 650 km barat daya Beijing. Banjir masuk ke rel kereta bawah tanah dan menjebak penumpang di gerbong kereta yang sedang beroperasi.

Setidaknya 12 orang tewas dalam musibah itu. Sejumlah foto dan video di media sosial Weibo menunjukkan bagaimana kepanikan warga yang terperangkap sebelum diselamatkan tim evakuasi.

Di wilayah lainnya di Zhengzhou, tim penyelatan juga dikabarkan mengangkut penduduk dengan perahu karet ke wilayah aman. Banyak warga terperangkap di atap mobil ketika banjir merendam kendaraan warga.

Zhengzhou telah menjadi pusat cuaca ekstrem di China tengah. Di mana curah hujan tercatat 617,1 mm (24,3 inci) dari Sabtu hingga Selasa atau hampir setara dengan rata-rata tahunan kota 640,8 mm (25,2 inci).

Seorang pria bermarga Xu mengatakan dirinya terjebak bersama istri dan dua anaknya di rumah bertingkat selama berhari-hari tanpa air. BESTPROFIT

“Kami tidak punya air, tidak ada listrik, kami tidak bisa mandi, dan air yang kami gunakan dari mencuci, kami simpan untuk menyiram toilet,” katanya dikutip Reuters, Jumat (23/7/2021).

“Saya sudah tinggal di sini selama empat, lima tahun, dan ini tidak pernah terjadi.” PT BESTPROFIT FUTURES

Sementara itu, kini badai bergerak ke arah utara China. Tornado bahkan menghantam kota Baoding di Provinsi Hebei dan menyebabkan dua orang tewas. BPF

Sumber :Jakarta, CNBC Indonesia