PT Best Profit Futures Jambi

Bentrok Dua Kelompok Mahasiswa Etnis Tertentu Pecah di Malang, Suasana Mencekam

20140213_132838_ilustrasi-bentrokan-antarwarga-malukuMALANG – Keributan antarmahasiswa dari dua etnis berbeda terjadi di Malang.  Mereka terlibat konflik dengan mahasiswa yang juga berasal dari daerah luar Jawa.

Kejadian terjadi di Universitas Kanjuruhan Malang. Namun kedua pihak saling bermusuhan pada Senin (26/5/2014) di Jalan Tologomas. Ketegangan tersebut terus berlanjut hingga Rabu (28/5/2014) malam di Jalan Wisnuwardhana dan Jalan Tologomas.

Kini permusuhan antara kelompok mahasiswa dua etnis tertentu tersebut terus meluas. Seorang mahasiswa dikabarkan dikeroyok di Jalan Wisnuwardhana, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (28/5/2014) malam.

Menurut penuturan Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, sekitar pukul 20.00 WIB korban MK melintas di lokasi kejadian. Saat itu MK baru beribadah di gereja. Saat itu MK berpapasan dengan beberapa orang sesama teman kuliahnya.

“Saat itu pelaku sempat menyapa korban dan dijawab baik-baik. Namun pelaku kemudian menyerang korban,” ujar Dwiko, Kamis (29/5/2014).

Beberapa pelaku melayangkan pukulan ke arah MK. Tak bisa menghindar, pukulan tersebut mengenai telinga MK. Mereka kalah, MK lari menyelamatkan diri. Di saat bersamaan melintas patroli polisi. MK diantar ke Polres Malang Kota untuk membuat laporan.

“Sebelumnya ada sejumlah mahasiwa asal Ambon, nongkrong di Makam Ki Ageng Gribig. Mereka sempat dihalau warga, karena khawatir terjadi bentrokan,” kata Dwiko.

Polisi kemudian melakukan pengejaran di sekitar lokasi kejadian. Hasilnya 11 mahasiswa ditangkap dan diperiksa di Mapolres Malang Kota. Hingga kini proses hukum untuk mereka masih berlangsung.

Lebih jauh Dwiko menegaskan, proses hukum akan ditegakan. Sebab ulah para mahasiswa sudah menimbulkan korban. Selain itu, ulah mereka juga dianggap menimbulkan keresahan masyarakat sekitar.

Karena itu, Dwiko berharap masyarakat segera menghubungi polisi jika ada gelagat negatif dari kelompok mahasiswa ini. Dua kubu mahasiswa diharapkan menyelesaikan setiap masalah dengan menjunjung pepatah “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.

“Monggo, warga Malang punya adat istiadat penuh damai dan toleran. Sebagai pendatang sesuaikan budaya kita dengan budaya setempat,” katanya.

Sementara ketegangan dua kelompok di kawasan Jalan Tlogomas masih berlanjut. Rabu malam kedua kelompok masih terlihat bergerombol. Sebagai langkah antisipasi, polisi melakuka razia senjata tajam.

Razia bahkan sampai memeriksa ke dalam rumah kos yang digunakan mahasiswa dari kedua kelompok. Namun tidak ditemukan senjata tajam. Polisi hanya melakukan pendataan.(David Yohanes)

Sumber : tribunnews.com