PT Best Profit Futures Jambi

Best Profit;Sisi Positif dan Negatif Bisnis Waralaba

Artikel 59

Best Profit – Berbagai pilihan bisnis penjualan retail di Indonesia mulai dikembangkan. Di antaranya adalah franchise atau biasa disebut bisnis waralaba. Waralaba adalah kegiatan penjualan barang secara retail yang ditujukan kepada masyarakat luas. Dengan sistem franchise dapat membantu masyarakat menyalurkan keterampilannya sehingga secara tidak langsung mengembangkan sumber daya manusia menjadi lebih berkualitas.

Sistem bisnis waralaba dilakukan dengan cara mengeluarkan royalti untuk menggunakan merk dagang atau jasa dari pihak lain berdasarkan lisensi franchise. Jadi penerima lisensi tidak perlu membuat sistem bisnis sendiri, cukup menyediakan modal mitra usaha dan membayar royaliti saja. Bisnis franchise begitu menguntungkan sehingga bisnis ini dapat menarik perhatian banyak orang. Bisnis ini tidak cukup mudah dijalankan, termasuk bagi mereka yang memiliki pengalaman kurang. Kurang pengalaman bukan berarti anda tidak bisa mencoba bisnis ini; setidaknya anda bisa mempelajari sisi positif dan negatifnya.

  1. Sisi positif
    1. Membuka peluang besar bagi pengusaha pemula untuk memulai karir dengan modal dan pengalaman yang terbatas. Tersedianya sistem bisnis yang siap pakai dan teknik pemasaran yang lebih mudah, persediaan bahan yang terjamin, dan merk dagang yang dikenal luas akan memudahkan anda dalam menjalankan bisnis, karena tatanannya sudah ada.
    2. Simbiosis mutualisme, selain penerima lisensi yang mendapat keuntungan, pemilik franchise juga memperoleh untung dari royaliti.
    3. Membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah dengan sistem kemitraan, dalam hal ini, membantu pasokan bahan dan pemasaran produk yang siap pakai.
    4. Pengembangan sumber daya manusia dan penerapan teknologi; penerima franchise akan dilatih untuk bekerja secara profesional dan disiplin kerja agar mendukung usaha melalui pelayanan yang baik.
    5. Membantu pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang memiliki skill dan gelar yang rendah, sehingga mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.
  2. Sisi negatif
    1. Menghambat terciptanya penemuan sistem bisnis yang baru karena bertumpu pada bisnis waralaba yang siap pakai, sehingga terasa dimanjakan oleh lisensi franchise.
    2. Tidak terjadi kreativitas atau upaya modifikasi bisnis karena terikat oleh lisensi franchise yang harus dipatuhi.
    3. Dapat menghambat perkembangan teknologi secara tidak langsung karena bergantung terhadap paket teknologi yang tersedia.
    4. Franchisor melakukan pengawasan secara intensif terhadap pelaksanaan bisnis, sehingga memungkinkan timbulnya masalah hukum.

Bisnis waralaba yang tidanya terpusat di beberapa kota bahkan mulai menjamur di pelosok desa di Indonesia. Sayangnya, ini dapat menjadi ancaman bagi pengusaha kecil lokal. Adanya persediaan produk yang beragam, pelayanan konsumen, dan kenyamanan tempat menjadi faktor pembeda. Selain itu, harga barang yang didagangkan relatif lebih terjangkau dibanding harga yang disediakan usaha kecil.

Bahkan sejumlah jaringan waralaba terus mengembangkan sayap bisnisnya dengan ciri khas yang berbeda, seperti produk obat-obatan, kuliner, laundry, bahkan sampai lembaga pendidikan. Selama ini, persaingan sektor usaha ini tidak kondusif karena cenderung dimonopoli oleh usaha-usaha besar. Dalam menyikapi hal ini Kementerian Perdagangan telah melakukan pembatasan franchise sebagai bentuk pelindungan bagi usaha kecil yang terbilang jauh dari modal, manajemen, konsep dan pemasaran.

Ketentuan pembatasan tersebut dilakukan terhadap restoran dan toko modern lainnya. Sisi negatif dan positif tersebut merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum menjalankan  bisnis waralaba. Dampak positif merupakan hal yang perlu dipertahankan dan dijadikan pedoman bisnis, sementara sisi negatif merupakan kelemahan yang perlu diantisipasi dan diperbaiki. Selain itu, sisi negatif tersebut sebaiknya tidak menjadi penghambat memulai bisnis franchise.