PT Best Profit Futures Jambi

Bestprofit : Brand Wonderful Indonesia Kalahkan Trully Asia Malaysia

Bestprofit – Peringkat branding pariwisata Indonesia berada di peringkat ke-47 dunia.

Upaya Kementerian Pariwisata dalam mem-branding pariwisata Indonesia membuahkan hasil. Peringkat branding pariwisata Indonesia dengan tagline Wonderful Indonesia, mengalahkan Malaysia dan Thailand.

Ke depannya, mantan direktur utama PT Telkom Indonesia Tbk ini akan berionvasi untuk mempromosikan potensi wisata Indonesia. Tak sekadar branding, penguatan pemasaran lewat media digital ini juga akan ditingkatkan porsinya menjadi 50 persen media digital dan 50 persen media konvensional.

“Kami akan mengikuti perkembangan customer yang juga semakin beralih ke dunia digital,” kata dia.

Lebih jauh, Arief mengakui pentingnya ‘Brand Value’ untuk sebuah negara. Terutama dalam mengenalkan dan mengembangkan sektor pariwisata ke tingkat global. Cara ini sangat penting diterapkan sebagai rencana jangka panjang sehingga memiliki manfaat dalam skala besar.

“Selama ini kita hanya mau membiayai customer management atau produk management tapi jarang yang mau membiayai branding management. Itu bagus seperti Telkomsel atau BCA yang memiliki kesempatan dipilih orang enam kali lebih besar dibanding produk lain,” ungkap Arief.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan peringkat “Wonderful Indonesia” berada di peringkat ke-47 dunia. Sementara itu, Malaysia berada di peringkat ke-97 dan Thailand berada di posisi ke-43.

Sekadar informasi, branding pariwisata Malaysia adalah “Truly Asia”, sedangkan Thailand adalah “Amazing Thailand”.

“Kita berhasil unggul,” kata Arief dalam “WPP BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesia Brand 2016: CEO Roundtable” di Jakarta, ditulis Kamis 11 Agustus 2016.

Arief mengungkapkan salah satu bagian yang harus diperhatikan dalam memperkuat upaya branding management yaitu logo. Desain logo harus dibuat menarik dan fleksibel. Termasuk dalam mendesain master ataupun destinantion branding.

“Kalau Brand nation kuat boleh meng- endorse tourism. Tapi kita sebaliknya, karena brand value Bali jauh lebih tinggi dibanding Indonesia,” imbuhnya. (sdq/Bestprofit)