PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Bisnis

Besok, Luhut Sebar 300.000 Paket Obat Pasien Covid

Ket Pers Menko Kemaritiman dan Investasi,Luhut Binsar Panjaitan (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)
Foto: Ket Pers Menko Kemaritiman dan Investasi,Luhut Binsar Panjaitan (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan besok, Rabu, 14 Juli 2021, pemerintah akan menyebar 300.000 paket obat dan vitamin untuk pasien Covid-19.

Luhut mengatakan, obat ini akan dibagikan oleh TNI, Kesdam.

“Besok 300.000 paket obat, vitamin untuk pasien gejala ringan, sedang, dan sesak napas, ini akan dibagikan TNI, Kesdam. Kalau OTG (orang tanpa gejala) dilihat ringan, gak ada masalah lagi, apalagi obat jadi isu di masyarakat, obat mahal, saya kira nanti jadi gak ada masalah lagi,” ujarnya dalam CNBC Indonesia Economic Update: Kebangkitan Ekonomi Indonesia, Selasa (13/07/2021). BEST PROFIT

Selain itu, dia mengatakan TNI juga akan membantu membangun tenda-tenda darurat rumah sakit di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Akan ada tambahan 350 tempat tidur ICU, di mana di antaranya Asrama Haji Pondok Gede Bekasi dikonversi menjadi rumah sakit khusus penanganan Covid-19 dengan tambahan 150 tempat tidur ICU dan RS Pertamina Jaya juga menambah sekitar 170 bed ICU. BESTPROFIT

Begitu pun dengan oksigen, pemerintah telah memesan 40 ribu ton oksigen dari berbagai negara seperti China, Jepang, Singapura. Dari Singapura, lanjutnya, akan datang sekitar 10 ribu ton yang bisa digunakan untuk pasien isolasi mandiri. PT BESTPROFIT FUTURES

Pemerintah akan memberikan pinjaman oksigen kepada pasien isolasi mandiri selama 5-10 hari.

“Ini langkah-langkah masalah oksigen sampai lima hari ke depan harus dilakukan dengan baik. Kalau distribusi bagus, mestinya ok,” imbuhnya. BPF

Sumber : Jakarta, CNBC Indonesia

Wah, Iriana Jokowi Masuk List Capres Pilpres 2024 Versi ARSC

Presiden Joko Widodo (Jokowi) Didampingi Istri Iriana Joko Widodo Menghadiri TPS saat pemilu 2019. (CNBC indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Iriana Joko Widodo (kanan) (CNBC indonesia/Andrean Kristianto)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) merilis hasil survei terkait calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2024 khusus tokoh perempuan. Secara mengejutkan ada nama istri Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu Iriana.

Tak hanya Iriana, sejumlah tokoh perempuan ternama lainnya masuk daftar antara lain mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Survei ini digelar pada 26 April-8 Mei 2021 melalui wawancara telepon. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak di 34 provinsi. Margin of error penelitian kurang-lebih 2,9%.

Dalam survei ini, para responden diberi pertanyaan ‘Dari nama-nama sosok perempuan berikut ini, mana yang menurut Anda layak menjadi presiden di 2024?’. Jawaban para responden menghasilkan Susi yang berada di posisi teratas diikuti Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma). BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

Selanjutnya ada nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa. Kemudian nama Iriana juga muncul dalam survei tersebut.

BEST PROFIT
Tri Rismaharini 17,66%

Khofifah Indar Parawansa 11,07%

Sri Mulyani 10,00%

Puan Maharani 4,01%

Yenny Wahid 3,14%

Megawati Soekarnoputri 2,79%

Ida Fauziyah 1,32%

Iriana Joko Widodo 1,07%

Lainnya 24,73%

Sumber : Jakarta, CNBC Indonesia

Berikut ini hasil survei terkait capres perempuan dalam Pilpres 2024:

Susi Pudjiastuti 24,21%

Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI  – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis (6/5/2021), mendekati lagi level psikologis US$ 1.800/troy ons. Banyak analis memprediksi jika mampu melewati level tersebut maka harga emas dunia berpotensi meroket.

Pada pukul 16:39 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.792,6/troy ons, menguat 0,34% di pasar spot melansir data Refinitiv. Kali terakhir emas berada di level US$ 1.800/troy ons pada 25 Februari lalu.

Kenaikan harga emas hari ini dipicu rilis data tenaga kerja AS yang tidak sekuat perkiraan pasar.

BESTPROFIT
Automatic Data Processing Inc. (ADP) kemarin melaporkan sepanjang bulan April perekonomian AS mampu menyerap 742.000 tenaga kerja, memang lebih banyak ketimbang bulan sebelumnya 565.000 tenaga kerja, tetapi cukup jauh di bawah estimasi pasar 872.000 tenaga kerja.

Data tersebut bisa memberikan gambaran pasar tenaga kerja AS tidak sekuat perkiraan pelaku pasar, dan menjadi acuan data tenaga kerja versi pemerintah yang akan dirilis Jumat besok. BEST PROFIT

Pasar tenaga kerja yang tidak sekuat perkiraan tentunya memperkuat pernyataan bank sentral AS (The Fed) jika kondisi pasar tenaga kerja saat ini masih belum cukup untuk bank sentral memulai perundingan pengetatan moneter.

Pengetatan moneter tersebut dilakukan dengan mengurangi program pembelian aset (quantitative easing/QE) hingga menaikkan suku bunga. Jika itu terjadi akan berdampak negatif bagi emas, sebaliknya jika tidak dilakukan dalam waktu dekat akan bagus bagi logam mulia.

Kyle Rodda, analis di IG Market, mengatakan resisten emas berada di kisaran US$ 1.800 hingga US$ 1.810/troy ons, sehingga aksi beli akan meningkat jika emas mampu melewatinya. PT BESTPROFIT

“Akan ada resisten kuat di antara area US$ 1.800 dan US$ 1.810/troy ons, jika harga emas melewatinya, anda akan melihat aksi beli yang lebih besar,” katanya.Secara teknikal harga emas memiliki potensi menguat ke US$ 1.755/troy ons setelah berhasil melewati neckline pola Double Bottom di kisaran US$ 1.755/troy ons pada 15 April lalu. Hingga saat ini emas mampu bertahan di atas level tersebut, meski masih tertahan di bawah US$ 1.800/troy ons.

Bottom pola ini berada di kisaran US$ 1.676/troy ons. Dari level tersebut hingga ke neckline sebesar US$ 79, sehingga ketika neckline ditembus secara konsisten emas berpeluang naik dengan besar yang sama.
PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

Sumber : Jakarta, CNBC Indonesia

“Diborong” Analis & Investor Ritel, Harga Emas Melesat!

e745979d-d6f0-4f51-8c03-67018ec70045_169

Jambi Harga emas dunia menguat di awal perdagangan Senin (25/1/2021) setelah pada pekan lalu melesat 1,42%. Potensi berlanjutnya kenaikan di pekan ini cukup besar melihat para analis dan investor ritel “memborong” emas.Pada pukul 8:20 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.858,02/troy ons, menguat 0,3% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Penguatan emas terjadi setelah Joseph ‘Joe’ Biden,  resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat, menggantikan Donald Trump yang kalah pada pemilihan umum November 2020 lalu.

Di hari itu juga harga emas dunia melesat 1,72% ke US$ 1.870,9/troy ons. Sayangnya, pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu, emas justru mengalami koreksi akibat penguatan dolar AS.

Selain pelantikan Biden, Senat AS yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik, kini dikuasai oleh Partai Demokrat. Sehingga blue wave atau kemenangan penuh Partai Demokrat berhasil dicapai.

Parlemen AS menganut sistem dua kamar, House of Representative (DPR) yang sudah dikuasai Partai Demokrat sejak lama, dan Senat yang pada rezim Donald Trump dikuasai Partai Republik.

Dengan dikuasainya DPR dan Senat, tentunya akan memudahkan dalam mengambil kebijakan, termasuk dalam meloloskan paket stimulus fiskal US$ 1,9 triliun.

Alhasil, emas langsung melesat begitu Biden dilantik, sebab stimulus fiskal merupakan bahan bakar untuk menguat. Di bulan Maret 2020 lalu, pemerintah AS, saat itu di bawah komando Presiden Trump, menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$ 2 triliun, emas yang sebelumnya mengalami aksi juga mulai meroket hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49 pada 7 Agustus 2020.

Para analis dan investor ritel melihat stimulus fiskal yang akan digelontorkan di era Joe Biden juga akan membuat emas melesat. Hal tersebut terlihat dari survei mingguan yang dilakukan Kitco.

Survei yang dilakukan terhadap 15 analis di Wall Street, menunjukkan 60% memberikan proyeksi bullish (tren naik) di pekan ini, sementara yang memprediksi harga emas akan turun (bearish) sebanyak 20%, dan yang memberikan outlook netral sebanyak 20%.

Sementara itu survei yang dilakukan terhadap investor ritel atau yang disebut Main Street, dengan jumlah partisipan sebanyak 1.581 orang, menunjukkan 67% memberikan proyeksi bullish, 17% bearish, dan 15% netral.

 

Dengan demikian analis dan investor ritel kompak “memborong” emas dengan mayoritas memprediksi harganya akan kembali menguat di pekan ini.

Selain stimulus fiskal, stimulus moneter yang longgar juga menjadi pemicu penguatan harga emas. Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menjadi salah satu bank sentral yang paling jor-joran. The Fed memangkas suku bunga hingga menjadi <0,25%, dan menambah stimulus moneter dengan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar per bulan.

The Fed akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter pertama di tahun ini pada Kamis (28/1/2021) dini hari waktu Indonesia, dan akan menentukan pergerakan harga emas.

“Fundamental saat ini mendukung emas, khususnya kebijakan moneter longgar yang diterapkan di seluruh dunia. Dalam jangka pendek dan menengah, stimulus tersebut akan membawa harga emas naik secara dramatis, sebab logam mulia dan likuiditas global memiliki korelasi yang kuat,” kata Adrian Day, presiden dan CEO Adrian Day Asset Management, sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (22/1/2021).

PT. BESTPROFIT FUTURES