PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Bisnis

Mencari Fulus saat Izin Meikarta Belum Terurus

BEST PROFIT – Tulisan memuat seruan membeli apartemen pada reklame besar itu terlihat mencolok bagi siapa saja yang baru keluar pintu Cibatu, Tol Jakarta-Cikampek. Sesudahnya Anda disambut beragam reklame di kawasan properti Lippo Cikarang tersebut. BESTPROFIT
Ada reklame berlogo “M”, “Lippo”, dan ilustrasi proyek di kanan-kiri jalan, membentuk lorong panjang menutupi lokasi proyek. Balon-balon udara bertuliskan “Meikarta” menghiasi sebentang langit di atas kawasan Kabupaten Bekasi tersebut.

Hutan crane, dari sudut mana pun, seakan ingin memberi pesan kepada para calon pembeli bahwa proyek “Kota Baru Meikarta” tengah dikerjakan. Namun, puluhan crane itu tak lebih sebagai pajangan. Tak ada kegiatan konstruksi. Yang ada baru sebatas penggalian tanah untuk dasar pondasi, dengan mengerahkan alat-alat berat.

“Bahwa ada crane segala macam, tentu crane dipasang untuk bekerja dong,” kata CEO Meikarta, Ketut Budi Widjaja, Kamis lalu (17/8).PT BESTPROFIT

Namun, proses pengecoran belum pula dikerjakan. Lippo tak mau gegabah atau coba-coba melakukannya karena bisa berujung pelanggaran. Hingga sekarang, proyek Meikarta masih menghadapi pelbagai perkara izin, termasuk izin peruntukan lahan dan mendirikan bangunan.PT BEST PROFIT

Menurut EY Taupik, Kepala Prasarana Wilayah dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, duduk masalah proyek Meikarta bisa diurut sejak 1996.

Saat itu Lippo Group—perusahaan publik milik konglomerat Riady, salah satu keluarga superkaya di Indonesia—telah memiliki rancangan utama (masterplan) di kawasan tersebut lewat izin lokasi dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Izin ini sebagai bagian dari pengembangan Lippo Cikarang. Waktu itu belum ada istilah Meikarta, ujar Taupik.PT BESTPROFIT FUTURES

“Nah, setelah itu dia mengajukan sekarang, tapi karena sudah terlalu lama, ini ada yang sesuai, ada yang tidak sesuai dengan RTRW kita. Nah, yang tidak sesuai ini masih belum kita keluarkan izinnya,” tambahnya kepada Tirto saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.PT BEST PROFIT FUTURES

Taupik mengatakan, tak semua dari total lahan 360 hektare milik Lippo untuk proyek Meikarta memenuhi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi. Kawasan itu ada yang memang untuk pengembangan kawasan hunian, tetapi ada sebagian lain untuk zona pengembangan kawasan industri.

Dari jumlah itu, Lippo mengajukan izin seluas 140 hektare. Tapi yang lolos untuk izin peruntukan lahan hanya 84 ha.

Dalam brosur iklan—dan ragam promosi lain—Lippo memakai angka 500 ha untuk kawasan apa yang mereka sebut “Kota Baru Meikarta.”

Taupik menyebut angka itu keliru. Luas lahan yang diajukan Lippo Group sejak awal hanya 360 hektare—setara 4,5 kali luas taman monumen nasional (Monas).

“Jadi kalau katanya Meikarta itu (luasnya) 500 hektare, terdiri dari ini dan itu—ini kayak yang saya bilang tadi: jualan aja,” kata Taupik.BESTPROFIT FUTURES

Di sisi lain, dengan hanya bermodal izin peruntukan penggunaan tanah seluas 84 ha, Lippo dengan jualan merek “Meikarta” tak bisa langsung menggarap bangunan fisik, baik untuk sentra permukiman maupun bisnis, karena harus mengantongi izin lain, di antaranya, izin lingkungan, lalu lintas, air, limbah, hingga izin konstruksi.

Semua izin ini masih dalam proses evaluasi di tangan Pemkab Bekasi, dan menunggu rekomendasi dari Pemprov Jabar karena proyek ini dianggap “strategis.”BEST PROFIT FUTURES

“Sertifikat tanah (keseluruhan) sudah dikuasai, tapi (Lippo) tidak ada de jure (kekuatan hukum) untuk membangun,” kata Taupik.

Selain luas lahan yang digelembungkan, nama megaproyek “Kota Baru Meikarta” pun jadi perkara.

Lippo Group, menurut Taupik, hanya memakai bendera Lippo, bukan secara terang-terangan menyebut “Kota Baru Meikarta”—sebagaimana dalam iklan mereka—saat mengajukan izin peruntukan lahan dan konstruksi.

Pemkab Bekasi sempat kaget saat tahu ada pembangunan proyek bernama Meikarta di daerahnya. Sampai-sampai mereka ditegur oleh Pemprov Jawa Barat.

“Kenapa investasi segitu gedenya Jawa Barat enggak dilaporin? Siapa itu Meikarta?” ujar Taupik menirukan teguran tersebut. BPF

CEO Meikarta Ketut Budi Widjaja mengamini bahwa baru 84 ha yang baru dikantongi untuk izin peruntukan lahan. Namun, ia menepis anggapan bila klaim luas Meikarta sampai 500 hektare—seperti tertera dalam iklan atau brosur—adalah pembohongan publik.

Ketut beralasan, pembangunan Meikarta memang dilakukan bertahap—per blok atau tidak sekaligus—sehingga nanti total luasnya 500 ha.

“Yang kita jual (ke konsumen), kan, yang 84 hektare. Perizinan secara bertahap kita lakukan,” kata Ketut.

Jualan Jalan Terus

Sejak dipasarkan pada 13 Mei 2017 sampai memicu polemik izin dari Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, pemasaran Meikarta tetap lanjut. Padahal sudah ada imbauan untuk menghentikan penjualan.

“Saya mohon hentikan sementara (pemasaran). Jangan takut miskin!” kata Deddy. BESTPRO 

Bila mendengar, Deddy barangkali kaget bahwa pemasaran Meikarta hingga peluncuran utama pada 17 Agustus lalu masih terus membuka nomor urut pemesanan untuk unit apartemen. Lippo mengklaim sudah ada 99.300 antrean pemesan. Bila dikonversi dalam bentuk menara, dengan rata-rata satu menara ada 500 unit, konsumen Meikarta sudah memesan 200 menara.

Respons gila-gilaan konsumen ini boleh jadi karena kelihaian Lippo di bawah komando James Riady—putra Mochtar Riady—yang jorjoran menjual megaproyek tersebut.

Kawasan Meikarta—yang diproyeksikan menelan investasi Rp278 triliun—dijual dengan klaim “kota mandiri”, yang akan dipenuhi ragam akses sehingga bisa memudahkan dan menguntungkan investasi para penghuninya kelak.

Jual kecap itu seperti bakal ada monorel, kereta ringan alias light rapid transit  (LRT), kereta cepat Jakarta-Bandung, jalan tol layang Jakarta-Cikampek, Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, dan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.

Lokasi yang strategis bagi Meikarta ini memunculkan pertanyaan: Apakah Lippo melakukan lobi kepada pemerintah untuk menguntungkan proyek Meikarta?

Menanggapi ini, bantahan langsung disampaikan oleh CEO Lippo Group, James Riady, di sela peluncuran utama Meikarta di Cikarang. James menegaskan bahwa Lippo Group hanya fokus pada pembangunan proyek Meikarta dan tak terlibat langsung pada investasi keenam infrastruktur pemerintah.

Bagi James, gagasan awal proyek Meikarta ialah salah satu upaya “menyelesaikan defisit perumahan” di Indonesia.

“Itu yang utama, itu hati kita,” ujar James.

Berdasarkan perhitungannya, saat ini ada 8 juta orang yang memiliki pekerjaan tapi tidak bisa memiliki rumah karena harganya tak terjangkau.

“Semoga bisa ada 100 pengembang seperti Meikarta, yang dibangun untuk menyelesaikan defisit perumahan,” ujarnya.

James boleh saja beralibi bahwa langkah Lippo dalam megaproyek Meikarta adalah mendukung warga tuna papan, di mana harga unit apartemen termurah Meikarta dibanderoli Rp126 juta.

Namun, persoalan izin yang belum tuntas menjadi tanda tanya besar bagi nasib konsumen yang sudah memesan atau membeli unit apartemen di Meikarta.

Nasib Konsumen di Meikarta

Proyek Meikarta dikemas sedemikian rupa, dari promosi yang gencar dan pemasaran yang masif, target pembangunan yang cepat, hingga James Riyadi sendiri yang turun tangan.

Namun, kekecewaan dan kekhawatiran konsumen tak bisa disembunyikan.

Berdasarkan pantauan reporter Tirto di Maxxbox—lokasi penjualan properti Lippo Cikarang—pada 17 Agustus lalu, ada antrean panjang di Layanan Konsumen Meikarta. Mayoritas dari mereka meminta pengembalian biaya pemesanan atau refund unit apartemen sebesar Rp2 juta.

Pelbagai alasan pun diungkapkan. Salah satunya oleh Andri. Pria yang saat ditemui tengah mengantre bersama istrinya itu berkata tidak jadi pesan unit apartemen di Meikarta karena tak sesuai janji orang pemasaran. Keterangan tertulis, Lippo menjanjikan apartemen Meikarta baru mulai dihuni pada Desember 2018.

“Karena ini pembangunannya cukup lama, sementara kami terburu-buru. Waktu itu sales-nya janji dua bulan sudah jadi (unitnya). Ternyata masih begini. Ini mah bisa 2-3 tahun,” ujar Andri.

Ada juga konsumen seperti Bengar—ia hanya ingin dipanggil dengan nama tersebut—yang sengaja datang ke acara peluncuran Meikarta karena ingin tahu lebih banyak soal pembangunan proyek tersebut. Ia mulai bimbang apakah meneruskan pembelian atau minta Rp2 juta dikembalikan, apalagi banyak pemberitaan soal izin Meikarta yang belum beres.

“Saya mulai ragu dengan proyek ini. Kakak saya bilang, ‘Kamu anggap saja uang Rp2 juta hilang,’” ujar Bengar, seorang karyawan swasta.

Menanggapi persoalan refund, CEO Meikarta Ketut Budi Widjaja menilai masalah itu hal biasa. Menurut Ketut, paling banyak alasan pengembalian uang muka karena unit yang diinginkan calon pembeli sudah tak tersedia.

Sumber : Tirto.id

Bitcoin Makin Mahal, Apakah Investasinya Makin Aman?

BEST PROFIT – Ada berkah yang didapat para investor Bitcoin dari ketegangan di Asia. Tensi yang meninggi di Semenanjung Korea dan Selatan Cina membuat para investor di pasar keuangan mencari alternatif produk investasi yang bukannya lebih aman seperti emas atau obligasi pemerintah Amerika Serikat, melainkan Bitcoin, mata uang digital pertama yang ada di dunia.PT BESTPROFIT

BESTPROFIT Per akhir pekan lalu, nilai tukar Bitcoin mencapai angka tertinggi. Satu Bitcoin setara dengan 4.224 dolar atau sekitar Rp56 juta. Angka ini sudah melonjak berkali-kali lipat. Forbes mencatat, sejak sembilan bulan terakhir saja, kenaikannya mencapai 780 persen.PT BEST PROFIT 

Vinsensius Sitepu, pengamat dan praktisi mata uang digital, menilai naik daunnya Bitcoin disebabkan penggunaannya yang relatif mudah. Terutama ketika sejumlah negara yang sebelumnya menolak mentah-mentah Bitcoin, malah menerbitkan regulasi yang mendukung mudahnya penggunaan mata uang digital ini.

“Ada regulasi pemerintah sehingga (membuat) pengguna merasa aman,” menjadi salah satu alasan mengapa pengguna Bitcoin meningkat, kata Vinsensius.PT BESTPROFIT FUTURES

Salah satu contohnya adalah Jepang, seperti dilansir AntaraPemerintah mereka sempat tegas menolak Bitcoin dianggap sebagai mata uang. Namun, Februari lalu, pemerintahnya mulai mengakui keberadaan Bitcoin dan teknologi Blockchain.PT BEST PROFIT FUTURES

Bitcoin adalah uang elektronik yang ditransfer lewat internet.  Ia didistribusikan tanpa perlu melalui perantara apa-apa termasuk bank, langsung dari satu orang ke orang lain, sehingga biaya transaksi jadi jauh lebih murah. Itu artinya ia bisa ditransfer ke seluruh dunia, bahkan dengan waktu yang relatif jauh lebih singkat daripada transfer lewat bank. Akun Anda juga tak bisa dibekukan.BESTPROFIT FUTURES

Kemudahan-kemudahan ini yang kemudian juga mendukung naiknya pamor Bitcoin di dunia investasi.

“Mata uang virtual menganut paham pasar bebas. Supply and demandSupply sedikit dan demand-nya besar, maka harga naik,” kata Vinsen.BEST PROFIT FUTURES

Tak hanya di mata investor, di mata peretas kriminal, Bitcoin juga laris.

Bitcoin Makin Mahal, Apakah Investasinya Makin Aman?

Jejak Pasar Modal Indonesia dari Zaman Hindia Belanda

BESTPROFIT – Tanggal 10 Agustus 2017, merupakan peringatan 40 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Sebenarnya, sejarah pasar modal sudah panjang di republik ini.

Bursa sudah ada sejak tahun 1912. Namun, jika dirunut lebih jauh,  sebenarnya perdagangan surat berharga sudah dimulai sejak tahun 1880 di Batavia. Hanya saja, perdagangan efek itu belum resmi dan tidak ada pencatatan yang rinci. Menurut beberapa sumber, pada tahun 1878 mulai terbentuk sekuritas pertama yaitu Dunlop & Koff. Sekuritas ini merupakan cikal bakal PT Perdana.PT BESTPROFIT

Transaksi surat berharga pertama kali yang terjadi adalah penjualan 400 saham dari perusahaan perkebunan yaitu Cultuur Maatchappij Goalpara. Sahamnya dijual seharga 500 gulden per saham. Selanjutnya pada tahun  1896 harian Het Centrum dari Djoejacarta menjual saham dengan harga perdana 100 gulden. Sayangnya tidak didapatkan keterangan apakah saham tersebut diperjualbelikan. Diperkirakan, yang diperjualbelikan adalah saham yang terdaftar di bursa Amsterdam tetapi investornya berada di Batavia, Surabaya dan Semarang.BEST PROFIT

Pemerintah Belanda lalu mulai membangun perkebunan besar-besaran di Indonesa. Salah satu pendanaan bersumber pengerahan dari simpanan orang Belanda dan Eropa lainnya. Sehingga pemerintah Belanda memutuskan untuk membuka pasar modal di Batavia yang merupakan cabang dari Amsterdamse Effectenbeueurs pada 14 Desember 1912.  Perdagangan surat berharga ketika itu diselenggarakan oleh Vereniging voor de Effectenhandel. Di kawasan Asia, bursa di Batavia ini merupakan bursa keempat setelah pendirian bursa Mumbai (1830), Hongkong (1847) dan Tokyo (1878).PT BEST PROFIT

Pada tahap awal ada 13 perusahaan sekuritas anggota bursa yang aktif bertransaksi yaitu Fa. Dunlop & Kolf; Fa. Gijselman & Steup; Fa. Monod & Co.; Fa. Adree Witansi & Co.; Fa. A.W. Deeleman; Fa. H. Jul Joostensz; Fa. Jeannette Walen; Fa. Wiekert & V.D. Linden; Fa. Walbrink & Co; Wieckert & V.D. Linden; Fa. Vermeys & Co juga  Fa. Cruyff dan Fa. Gebroeders. Pada awal berdirinya, bursa memperjualbelikan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan perkebunan Belanda di Indonesia.

Kekacauan politik dan ekonomi akibat Perang Dunia I membuat bursa ditutup, pada tahun 1914 lalu dibuka lagi pada tahun 1918. Keberadaan bursa ternyata menarik minat banyak pihak. Sehingga pada 11 Januari 1925 dibuka bursa lagi di Surabaya dan pada 1 Agustus 1925 dibuka juga bursa di Semarang.PT BESTPROFIT FUTURES

Masa keemasan bursa di Batavia, Surabaya dan Semarang tidak berlangsung lama. Perang Dunia II yang melanda serta resesi ekonomi membuat  bursa harus ditutup. Bursa Efek Surabaya dan Semarang ditutup terlebih dahulu pada tahun 1939. Lalu pada 10 Mei 1940 Bursa Efek Jakarta pun ditutup.

Barulah pada tahun 1952 Bursa Efek Jakarta diaktifkan kembali berdasarkan UU Darurat Pasar Modal 1951. UU ini dikeluarkan oleh Menteri Kehakiman Lukman Wiradinata dan Menteri Keuangan Prof DR Soemitro Djojohadikusumo. Setelah kemerdekaan, terjadi nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa semakin tidak efektif. Bursa pun tidak ada kegiatan hingga 10 Agustus 1977.PT BESTPROFIT FUTURES

Presiden Soeharto kembali meresmikan bursa. Bursa Efek Indonesia dijalankan di bawah Badan Pelaksana Pasar Modal. Tanggal itulah yang diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Pasar Modal. Emiten pertama yang melantai di bursa adalah PT Semen Cibinong.

Jejak Pasar Modal Indonesia dari Zaman Hindia Belanda

Pihak yang Terlibat di Pasar Modal

Ada banyak pihak yang terlibat dalam pasar modal.  Pasar modal  berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di bawahnya ada perusahaan swasta self regulatory organization yang atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral  efek Indonesia (KSEI).

Ada pula pelaku pasar modal seperti perusahaan efek. Izin operasional perusahaan efek bermacam-macam menurut layanannya seperti penjamin pelaksana emisi yaitu membantu perusahaan yang akan menerbitkan surat berharga seperti saham atau obligasi, pedagang perantara efek yaitu menjadi perantara penjualan dan pembelian saham antara investor  dan manajer investasi. Belakangan, ada ketentuan untuk memisahkan izin operasional sebagai manajer investasi dari perusahaan efek. Manajer investasi membuat produk bernama reksa dana. Pada perusahaan sekuritas dan manajer investasi, terdapat analis dan ekonom yang memberikan analisis mengenai saham maupun perekonomian. Informasi ini diperlukan oleh para investor agar dapat mengambil keputusan dalam berinvestasi.

Selain itu, ada pula lembaga penunjang antara lain biro administrasi efek yang mencatat dan mengadministrasikan efek emite. Ada pula bank kustodian yaitu bank yang menampung rekening dana investor, wali amanat dan pemeringkat efek.BESTPROFIT FUTURES

Ada pula profesi penunjang seperti notaris, akuntan, konsultan hukum, dan penilai. Sementara investor terbagi menjadi dua, investor asing dan investor domestik. Baik investor asing dan domestik, terdiri atas investor institusi seperti perusahaan pengelola dana pensiun, perusahaan  asuransi, manajer investasi. Ada pula investor ritel yaitu investor perorangan.

Tantangan

Ke depan, pasar modal sangat diharapkan menjadi penyedia sumber pendanaan selain perbankan. Kebutuhan dana jangka panjang diharapkan dapat dipenuhi dari pasar modal, terutama untuk proyek infrastruktur. Pendanaan infrastruktur  yang berjangka panjang lebih cocok didanai dari pasar modal, seperti penerbitan obligasi atau reksa dana penyertaan terbatas untuk infrastruktur.BEST PROFIT FUTURES

Dana perbankan, lebih cocok digunakan untuk mendanai keperluan jangka pendek. Simpanan deposito di bank paling lama bertenor 1 tahun. Sedangkan tenor obligasi dapat lebih panjang, hingga puluhan tahun, sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.

“Usia 40 tahun adalah usia matang. Diharapkan Pasar modal jadi intermediasi untuk pembangunan di pasar modal. Saat ini, bank masih lebih dominan, sementara proyek infrastruktur memerlukan dana jangka panjang. Perusahaan yang menangani infra pada saat ini masih dalam proses untuk mengeluarkan surat berharga di pasar modal. Cepat atau lambat harus dilakukan supaya mendapatkan dana menengah dan jangka panjang dari pasar modal,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.BPF

 

Perkembangan pasar modal Indonesia memang sudah pesat. Pada tahun 1977, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 98,00, sementara per 11 Agustus 2017 IHSG sudah berada di level 5.766. Artinya ada peningkatan sebesar 5.000 persen.

Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia pada tahun 1977 sebesar Rp 2,73 miliar, sedangkan per 11 Agustus 2017 nilai kapitalisasinya sudah mencapai Rp6.319,55 triliun.

Selain meningkatkan peran pasar modal dalam pembangunan infrastruktur, diperlukan pula pendalaman pasar modal dengan cara memperbanyak instrumen. Saat ini, instrumen untuk lindung nilai dianggap sangat kurang sehingga perlu dibuat berbagai instrumen untuk dapat memenuhi kebutuhan investor.

Per 7 Juni, data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat ada 1.000.289 investor. Investor tersebut merupakan gabungan dari pemilik saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara dan efek lain. Dari jumlah tersebut, sebagian besar  adalah investor saham, sebanyak 580.685 dan investor reksa dana sebanyak 523.309 investor. Sementara investor pemilik surat berharga atau surat berharga negara sebanyak 117.816 investor dan pemilik saham warkat sebanyak 1.638 investor.

Investor lokal menguasai 51,14 persen portofolio dan 48,86 persen lainnya adalah investor asing.Menurut  Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi, jumlah investor yang telah melebihi satu juta tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa bagi pasar modal di Indonesia.BESTPRO

Berbagai cara dilakukan untuk menarik minat investor, seperti membuka Galeri Investasi, sudah 300 dibuka hingga 13 Agustus ini. Terbaru ,bursa juga bekerja sama dengan BRI dalam program Desa Nabung Saham. “Nanti BRI dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki BEI seperti kantor cabang dan 300 Galeri Investasi,” kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio.

Diharapkan berbagai program ini dapat meningkatkan literasi masyarakat tentang pasar modal dan meningkatkan jumlah investor di bursa saham.

Dirgahayu pasar modal Indonesia.

 

Sumber : Tirto.id

KURS RUPIAH 10 AGUSTUS: Pukul 08.55 WIB Spot Melemah 6 Poin ke 13.339

BEST PROFIT – JAKARTA — Ikuti pergerakan rupiah hari ini pasca melemah dalam perdagangan kemarin.

Pergerakann nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan Rabu (9/8/2017).

Rupiah ditutup melemah 0,15% atau 20 poin di Rp13.333 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,11% atau 15 poin di Rp13.328.

Sepanjang perdagangan kemarin rupiah bergerak di kisaran Rp13.320 – Rp13.343 per dolar AS.PT BESTPROFIT

Adapun pada perdagangan Selasa (8/8), rupiah ditutup menguat 0,06% atau 8 poin di posisi 13.313 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau turun 0,08% atau 0,073 poin ke 93,574 pada pukul 17.01 WIB.BESTPROFIT

PT BEST PROFIT Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,10% atau 0,096 poin di level 93,551, setelah pada perdagangan Selasa (8/8) berakhir menguat di posisi 93,647.PT BESTPROFIT FUTURES

Para investor saat ini fokus pada data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Jumat pekan ini demi melihat potensi kebijakan moneter The Fed.

PT BEST PROFIT FUTURES “Para pedagang cenderung tidak mungkin memberikan gambaran besar menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat,” ujar Stephen Innes, head of Asia-Pacific trading di Oanda in Singapore, dikutip dari Bloomberg.BESTPROFIT FUTURES

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini di saat mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak variatif.BEST PROFIT FUTURES

BPF Yen Jepang dan renminbi China yang masing-masing terapresiasi 0,48% dan 0,42% memimpin penguatan, sedangkan won Korea Selatan mengalami pelemahan tertajam di Asia sebesar 0,88%.

Penguatan yen didorong oleh meningkatnya ketegangan seputar program nuklir Korea Utara. Daya tarik yen sebagai aset safe haven cenderung naik di tengah meningkatnya tensi global yang mendorong investor menghindari aset berisiko.

Indeks Nikkei Stock Average Volatility melonjak 38% setelah Presiden AS Donald Trump bersumpah bahwa ancaman Korea Utara akan direspon dengan kemarahan yang dahsyat. Komentar itu muncul setelah kabar Korut berhasil mengembangkan hulu ledak nuklir miniatur yang kompatibel dengan rudal. BESTPRO