PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Bola Dunia

Jurgen Klopp Jadi Manajer Terbaik EPL Bulan September 2019

Jurgen Klopp Jadi Manajer Terbaik EPL Bulan September 2019

PT BESTPROFIT – Otoritas Premier League mengumumkan manajer terbaik Premier League bulan September 2019. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp didaulat menjadi manajer terbaik di Premier League.

Musim ini merupakan musim keempat Jurgen Klopp di Anfield. Sejak menggantikan Brendan Rodgers, eks pelatih Borussia Dortmund itu perlahan tapi pasti mulai meningkatkan performa The Reds.

Setelah menjadi runner up EPL musim lalu, skuat Liverpool kembali menjadi penantang gelar utama musim ini. Di bawah komando Klopp, tim yang bermarkas di Merseyside itu tampil apik sejak awal musim ini.

Melihat performa apik Liverpool terutama di bulan September, Premier League menganugerahkan penghargaan pelatih terbaik bulan September kepada Jurgen Klopp.

Apa pertimbangan utama Klopp menjadi manajer terbaik bulan September 2019? Simak informasinya di bawah ini. BEST PROFIT

Sapu Bersih Kemenangan
Salah satu poin penting mengapa Klopp menjadi pelatih terbaik EPL adalah karena timnya menyapu bersih bulan September dengan kemenangan.

Sepanjang bulan September, Liverpool melakoni tiga pertandingan. Mereka harus berhadapan dengan Burnley, Newcastle dan Chelsea.

Namun ketiga pertandingan itu semua berakhir dengan kemenangan, dan Liverpool adalah satu-satunya tim yang menyapu bersih kemenangan di pertandingan bulan September.

Penghargaan Kedua
Penghargaan Manajer terbaik bulan September 2019 ini merupakan penghargaan kedua yang diterima oleh Klopp musim ini.

Bulan lalu ia juga didaulat menjadi manajer terbaik bulan Agustus. Hal ini karena mereka memenangkan lima pertandingan beruntun di bulan Agustus.

Pada saat itu ia mengalahkan beberapa nama top seperti Pep Guardiola dan Brendan Rodgers untuk penghargaan itu.

Sempurna

Hingga pekan kedelapan EPL musim ini, Liverpool masih sempurna. Mereka menyapu delapan kemenangan dari delapan pertandingan. BESTPROFIT

Mereka akan membidik kemenangan kesembilan mereka setelah jeda Internasional saat bertamu ke markas Manchester United di tanggal 20 Oktober mendatang.

Sumber : bola.net

Prediksi Borussia Dortmund vs Barcelona: Menanti Kembalinya Messi

Prediksi Borussia Dortmund vs Barcelona: Menanti Kembalinya Messi

PT BESTPROFIT – Liga Champions memasuki musim baru. Delapan laga babak fase grup Liga Champions 2019/2020 siap dihelat Rabu (18/9/2019) dini hari WIB nanti, termasuk satu big match dari Grup F yang siap tersaji.

Borussia Dortmund bersiap menerima lawatan Barcelona di Signal Iduna Park pada laga matchday 1 Grup F

Bermain kandang di laga pembuka, Dortmund tentu mengincar kemenangan meski lawan yang bakal dihadapi adalah Barcelona.

Winger andalan Borussia Dortmund, Jadon Sancho. [THOMAS KIENZLE / AFP]

Kubu tuan rumah masih akan mengharapkan eksplosivitas trio maut Marco Reus, Paco Alcacer dan Jadon Sancho.

Sementara itu, tim tamu mendapatkan angin segar usai megabintang mereka, Lionel Messi telah pulih dari cedera betis. Messi telah melakoni latihan bersama skuat Barcelona dan berpeluang turun di laga dini hari nanti. BEST PROFIT

Jika main lawan Dortmund, maka ini akan jadi penampilan perdana La Pulga –julukan Messi– bersama Barcelona di musim 2019/2020 ini.

Selain Messi, pelatih Barca Ernesto Valverde tentu juga akan kembali mengharapkan magis dari Ansu Fati, wonderkid yang baru berusia 16 tahun.

Reaksi pemain muda Barcelona Ansu Fati saat menghadapi Valencia di Camp Nou, Minggu (15/9/2019). [AFP]

 

Seperti diketahui, Fati belakangan mencuri perhatian bersama Barcelona di kompetisi domestik, dengan mengemas dua gol dari tiga penampilannya di Liga Spanyol 2019/2020.

Jika diturunkan melawan Dortmund dan bisa mencetak gol, maka sang winger belia bakal menorehkan rekor sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi Liga Champions

Head-to-Head

Sebelumnya, Dortmund dan Barcelona tercatat hanya dua kali bertemu di kompetisi Eropa, yakni di Piala Super Eropa 1997. Kala itu laga Piala Super UEFA masih berformat dua leg.

Barcelona menang 2-0 di Camp Nou sebelum memastikan raihan gelar juara pasca menahan imbang Dortmund 1-1 di kandangnya pada leg kedua. BESTPROFIT

Team News

Paco Alcacer, yang sukses mengemas 10 gol dari delapan laga bersama Dortmund dan Timnas Spanyol di awal musim ini, akan memimpin lini serang Die Borussen –julukan Dortmund– menghadapi Barcelona, klub yang pernah ia perkuat pada periode 2016-2019.

Jadon Sancho juga melakoni start yang cukup fenomebal bersama Dortmund dan Timnas Inggris di musim ini.

Sudah bisa dipastikan jika winger berusia 19 tahun itu akan diandalkan untuk menopang kerja Alcacer sebagai goal getter Dortmund.

Thorgan Hazard dan Julian Weigl sama-sama available untuk laga kontra Barca, namun keduanya nampaknya sulit untuk menggeser Marco Reus dan Julian Brandt dari starting XI Dortmund.

Dua nama terakhir, tentunya bersama Sancho dan Alcacer, praktis diharapkan mampu konstan memberikan teror ke lini pertahanan Barcelona.

Sementara itu, pelatih Dortmund Lucien Favre tentu juga bakal kembali mengandalkan gelandang kaya pengalaman asal Belgia, Axel Witsel, di lini tengah timnya.

Witsel telah bermain selama 78 menit di laga Liga Jerman kontra Bayer Leverkusen akhir pekan lalu. Sebelumnya, pemain berambut afro itu memang sempat diganggu cedera adductor.

Beralih ke kubu Barcelona, Lionel Messi nampaknya masih belum akan turun sebagai starter.

Attacker berusia 32 tahun itu tentu masih harus meningkatkan kebugarannya setelah sama sekali belum tampil untuk Blaugrana –julukan Barcelona– di musim ini.

Meski demikian, Messi bisa muncul sebagai supersub bagi Barcelona di Signal Iduna Park dini hari nanti.

Luis Suarez diprediksi akan kembali menjadi starter untuk Barcelona, setelah penyerang kawakan berjuluk El Pistolero itu sudah tampil saat Barcelona menggerus Valencia 5-2 pada laga lanjutan Liga Spanyol 2019/2020, akhir pekan lalu.

Stiker Barcelona Luis Suarez merayakan gol bersama Antoine Griezmann ke gawang Valencia di laga lanjutan Liga Spanyol yang dihelat di Stadion Camp Nou, Minggu (15/9/2019) dini hari WIB. (AFP)

Comeback setelah di awal musim mengalami cedera betis, cedera yang serupa dengan Messi, Suarez langsung tampil moncer dengan mencetak dua gol ke gawang Valencia, meski sejatinya ia hanya turun dari bangku cadangan.

Menghadapi Dortmund, Suarez akan bahu-membahu dengan Antoine Griezmann, serta kemungkinan besar Carlos Perez.

Perez, winger berusia 21 tahun jebolan La Masia –akademi Barcelona, memang menjelma menjadi salah satu pemain kunci Barcelona di awal musim ini.

Pemain yang telah mengemas satu gol plus sepasang assist untuk Barca di musim ini tersebut kemungkinan besar akan didahulukan sebagai starter oleh Valverde ketimbang Fati.

Meski demikian, Fati, seperti halnya Messi, jelas tetap bisa jadi kartu truf Barcelona di markas Dortmund.

Prakiraan Susunan Pemain

Borussia Dortmund XI (4-2-3-1): Burki; Hakimi, Akanji, Hummels, Guerreiro; Delaney, Witsel; Brandt, Reus, Sancho; Alcacer.

Barcelona XI (4-3-3): Ter Stegen; Semedo, Pique, Lenglet, Alba; De Jong, Busquets, Roberto; Griezmann, Luis Suarez, Carlos Perez.

Sumber: suara.com

 

Preview Final Liga Europa: Chelsea vs Arsenal dan Road to Final

Preview Final Liga Europa: Chelsea vs Arsenal dan Road to Final

BESTPROFIT – All-English Final bakal tersaji di final Liga Europa 2018/19. Ya, dua tim asal London, Chelsea dan Arsenal akan saling bentrok pada partai puncak yang akan dihelat di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dini hari WIB.

Bagi Chelsea, ini adalah kesempatan untuk menutup musim dengan raihan gelar juara. Sementara buat Arsenal, menang atas Chelsea adalah harga mati jika ingin tampil di Liga Champions musim depan.

Seperti diketahui, Chelsea memang berada dalam kondisi yang lebih ideal ketimbang Arsenal. The Blues –julukan Chelsea– sudah memastikan diri lolos ke fase grup Liga Champions 2019/20 dengan finis peringkat tiga klasemen akhir Liga Inggris 2018/19.

Sementara bagi Arsenal yang hanya bisa finis di posisi kelima, mengalahkan Chelsea jadi kewajiban karena jika tidak, The Gunners musim depan dipastikan akan kembali turun di Liga Europa, yang notabene merupakan kompetisi antarklub kasta kedua Eropa. PT BESTPROFIT

Di musim 2018/19, Chelsea sukses mencapai final di pentas Piala Liga Inggris. Sayang, Chelsea urung jadi juara setelah dikalahkan Manchester City di laga puncak.

Megabintang Chelsea Eden Hazard, yang telah santer dirumorkan akan hijrah ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas ini, pun berhasrat mempersembahkan kado farewell yang manis.

“Kami kalah di final Piala Liga, amat disayangkan. Jadi tinggal ini (Liga Europa), trofi yang bisa kami kejar. Saya hanya ingin memenangkan trofi, itu saja. Tidak peduli apakah saya mencetak gol atau tidak! Jika ini adalah laga terakhir saya, saya harap bisa membawa pulang trofi. Akankah ini jadi perpisahan yang terbaik? Ya!” – Eden Hazard.

Winger Chelsea, Eden Hazard melakoni sesi latihan di Chelsea Training Ground, Cobham, Surrey, London, jelang laga final Liga Europa 2018/19 kontra Arsenal. [Ben STANSALL / AFP]

Sadar betul akan kualitas Hazard, manajer Arsenal, Unai Emery pun mewanti-wanti pasukannya untuk mewaspadai winger berusia 28 tahun itu.

Emery meyakini jika Hazard harus dimatikan jika Arsenal ingin mengangkat trofi juara usai laga final nanti.  BEST PROFIT

“Laga final nanti akan sulit, tapi Hazard adalah bintang utama mereka, seorang pemain (yang muncul) pada beberapa momen, momen-momen yang menentukan. Mewaspadai, dan tentunya mematikan geraknya itu wajib!” – Unai Emery

Pelatih Arsenal, Unai Emery memimpin sesi latihan timnya jelang laga final Liga Europa 2018/19 kontra Chelsea. [OLLY GREENWOOD / AFP]

Well, Chelsea boleh saja memiliki Hazard dan Olivier Giroud, eks striker Arsenal yang kini tengah memimpin daftar top skor Liga Europa 2018/19 dengan 10 gol.

Meski demikian, Arsenal juga punya sosok Pierre-Emerick Aubameyang, striker haus gol yang telah mengemas delapan gol di Liga Europa musim ini.

Empat dari delapan gol terakhir Arsenal di kompetisi ini dicetak oleh Aubameyang. Sementara empat gol sisanya dibukukan tandem Aubameyang yang juga dikenal oportunis, Alexandre Lacazette.

Selain itu, Arsenal juga memiliki ‘kartu truf’ dalam sosok Unai Emery. Bagaimana tidak, pelatih berpaspor Spanyol itu pernah tiga kali menjuarai kompetisi Liga Europa secara beruntun, yakni pada 2014, 2015 dan 2016 bersama Sevilla.

Road to Final

Baik Chelsea maupun Arsenal telah sama-sama melakoni perjalanan panjang nan melelahkan sebelum mencapai final Liga Europa musim ini.

Chelsea asuhan pelatih Maurizio Sarri memulai perjuangannya dengan bermain di Grup L yang berisikan BATE (Belarusia), Vidi FC (Hungaria), dan PAOK FC (Yunani).

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri dalam konferensi pers jelang laga final Liga Europa 2018/19 kontra Arsenal. [Ben STANSALL / AFP]

 

Di babak fase grup, Chelsea praktis tak menemui kesulitan berarti dengan menggondol lima kemenangan dan sekali seri, meski Sarri sering menurunkan pemain-pemain muda ataupun tim lapis kedua.

Memasuki babak knock-out, Chelsea masih belum terbendung. Malmo FF (Swedia) dicukur dengan agregat 5-1 di babak 32 besar dan Dynamo Kiev (Ukraina) dipermak habis dengan agregat 8-0 di perdelapanfinal.

Chelsea baru mendapatkan rintangan di babak perempatfinal saat jumpa jagoan Republik Ceko, Slavia Praha. Chelsea hanya bisa menang tipis di dua leg, dengan akhirnya unggul agregat 5-3.

Chelsea kemudian benar-benar kerepotan di semifinal, saat bentrok dengan tim kuda hitam asal Jerman, Eintracht Frankfurt. Bagaimana tidak, Chelsea membutuhkan drama adu penalti untuk bisa melenggang ke final, setelah bermain imbang 1-1 di Frankfurt dan London.

Di sisi lain, seperti halnya Chelsea, Arsenal juga tampil superior di babak penyisihan grup. Segrup dengan Sporting CP (Portugal), Vorskla (Ukraina) dan Qarabag FK (Azerbaijan) di Grup E, The Gunners melenggang mudah ke fase gugur.

Merengkuh lima kemenangan dan satu hasil imbang, Arsenal keluar sebagai juara grup dengan poin 16.

Di babak 32 besar, Arsenal sempat dibuat was-was oleh BATE. Bagaimana tidak, Laurent Koscielny dan kolega sempat kalah dengan skor 0-1 saat tandang ke Belarusia pada leg pertama.

Meski demikian, Arsenal berhasil bangkit dan membalikkan keadaan di leg kedua. Arsenal menang dengan skor 3-0, dan unggul agregat 3-1.

Di 16 besar, Arsenal kembali angin-anginan. Mereka lagi-lagi kalah di leg pertama saat bertemu Rennes (Prancis) dengan skor 1-3. Beruntung Arsenal berhasil lolos dari lubang jarum setelah menang 3-0 di Emirates Stadium pada leg kedua.

Memasuki perempatfinal, performa Arsenal mulai stabil. Meski jumpa dengan raksasa Italia, Napoli dan laga diprediksi bakal tricky, nyatanya Arsenal menyapu bersih dua leg dengan kemenangan.

Arsenal menang 2-0 di kandang pada leg pertama, sebelum menekuk tuan rumah Napoli 1-0 di Naples pada leg kedua.

Di semifinal, lagi-lagi Arsenal tampil impresif meski bertemu Valencia, tim dari La Liga Spanyol. Arsenal menang menyakinkan 3-1 pada leg pertama di London, serta 4-2 saat sowan ke Mestalla pada leg kedua.

5 Fakta Menarik

1. Chelsea belum terkalahkan sepanjang kampanye mereka di Liga Europa 2018/19, dengan total 11 kemenenangan dan tiga hasil imbang sebelum mencapai final. Sementara itu, Arsenal sudah kalah dua kali (Menang 11, Seri 1, Kalah 2), namun selalu menang dalam lima laga pamungkas mereka.

2. Di Liga Inggris 2018/19, Chelsea dan Arsenal telah saling mengalahkan. Chelsea mengalahkan Arsenal 3-2 di Stamford Bridge, sementara Arsenal mempermalukan Chelsea 2-0 di Emirates Stadium.

3. Final terakhir yang dilakoni Chelsea di kompetisi Eropa adalah di Piala Super Eropa 2013, namun mereka kalah adu penalti melawan Bayern Munich. Di akhir musim 2012/13, Chelsea sendiri berhasil menjuarai Liga Europa pasca mengalahkan Benfica 2-1 di final. Semusim sebelumnya, Chelsea sukses jadi kampiun Liga Champions usai menekuk Bayern Munich.

4. Terakhir kali Chelsea dan Arsenal bentrok pada laga final adalah di pentas Community Shield 2017. Kedua tim bermain imbang 1-1, sebelum  Arsenal menang adu penalti dengan skor 4-1.

5. Terakhir kali Chelsea melakoni All-English Final di kompetisi Eropa adalah di Liga Champions musim 2007/08 lalu. Sayang, Chelsea kalah secara menyakitkan lewat adu penalti dari Manchester United di Moskow.

Team News

Kedua tim sama-sama diganggu masalah cedera jelang laga final ini. Chelsea sudah dipastikan tanpa centre-back tangguh mereka, Antonio Rudiger yang harus absen karena cedera lutut.

Chelsea bakal makin pincang jika N’Golo Kante benar tidak bisa turun bermain. Seperti diketahui, kondisi sang gelandang andalan sangat diragukan lantaran cedera lututnya disebut-sebut kambuh pada sesi latihan The Blues jelang laga final ini.

Gelandang Chelsea, N'Golo Kante (bawah). [Adrian DENNIS / AFP]

 

Chelsea sendiri sebelumnya sudah dipastikan tanpa gelandang serang Ruben Loftus-Cheek dan winger muda Callum Hudson-Odoi. Keduanya sama-sama tengah cedera ACL.

Di kubu Arsenal, The Gunners dipastikan tampil tanpa tiga pilar mereka. Well, laga Kamis dini hari nanti dipastikan bukan menjadi laga terakhir bagi Aaron Ramsey, yang akan berseragam Juventus di musim 2019/20.

Ramsey mengalami cedera hamstring, sebagaimana penampilannya di musim 2018/19 sudah harus berakhir pada April lalu. Selain Ramsey, Hector Bellerin juga masih jadi pesakitan lantaran cedera lutut.

Sementara itu, Henrikh Mkhitaryan yang merupakan pemain internasional Armenia, urung terbang ke Baku karena suhu politik yang tengah memanas antara negaranya dengan Azerbaijan.

Prakiraan Susunan Pemain

Chelsea XI (4-3-3): KepaAzpilicueta, Christensen, David Luiz, Alonso; Kovacic, Jorginho, Barkley; Pedro, Giroud, Hazard.

Pelatih: Maurizio Sarri (Italia)

Arsenal XI (3-4-2-1): Cech; Koscielny, Papastathopoulos, Mustafi; Maitland-Niles, Xhaka, Torreira, Kolasinac; Aubameyang, Ozil; Lacazette.

Pelatih: Unai Emery (Spanyol)

Sumber: suara.com