PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: CPNS

Lowongan PNS 2017 Dibuka, Bimbel CPNS Kian Diminati

BESTPROFIT – Bagi Putri Virgiyanti, beberapa akhir pekan ke depan tidak untuk bersantai-santai di rumah ataupun berlibur. Perempuan 25 tahun ini memutuskan mengikuti bimbingan belajar Akses CPNSsebagai strateginya mencapai karier yang diidamkan.

Sabtu siang akhir pekan kemarin, Putri bersama 23 peserta kursus lain mengikuti pertemuan kedua selama 2,5 jam dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, bagian dari jadwal rutin menghadiri 24 kali sesi atau empat kali sesi selama enam pekan.

Empat tahun terakhir, Putri bekerja sebagai pegawai kontrak di Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan. Ia memutuskan ikut bimbel ini karena melihat temannya yang berhasil lulus ujian calon pegawai negeri sipil.

“Kalau enggak lulus yang tahap ini, saya mau ikut bimbel lagi selama formasi jurusan kuliah saya dibuka,” kata perempuan lulusan Diploma III Perkeretaapian, Sabtu lalu.

Untuk mengikuti kegiatan bimbel, Putri harus merogoh kocek Rp2,9 juta, yang dianggapnya bukan masalah asalkan fasilitas dan layanannya sesuai.

Bisnis pendidikan Akses CPNS memberi para peserta modul materi, buku latihan soal, 20 paket latihan online computer assisted test (CAT), dan e-Book. Pihak pengajar pun memberi 38 kali mini latihan harian, 5 kali latihan offline, dan sebagainya.

Yustamar Hatmanto, manajer pemasaran Akses CPNS, menjelaskan biaya bimbel telah naik dari Rp2 juta pada 2013 menjadi Rp3,2 juta pada 2017. Namun, peserta bisa memperoleh potongan harga Rp1 juta untuk awal tahun dan sekitar Rp300 ribu pada akhir tahun.  PT BESTPROFIT

Selain itu, ujar Hatmanto, bimbel itu menerima panggilan peserta di luar Jakarta—Depok, Tangerang, dan Bekasi—dengan program kelas pelatihan. Bimbel Akses CPNS mulai beroperasi sejak 2013 saat penerimaan CPNS tahun itu.

“Kita biasanya pakai paket harga. Biasanya Rp50 juta. Kalau ada 20 orang, hanya membayar Rp2,5 juta. Hitungannya lebih murah,” kata Hatmanto.

Pada paket bimbel tahun ini ada sedikit perubahan. Awalnya biaya akomodasi—transportasi dan penginapan pengajar—ditanggung oleh perusahaan bimbel, kini dibebankan kepada pihak peserta.

Manajer utama Akses CPNS, Widi Adi Nugraha, menambahkan selain kelas reguler dan pelatihan, mereka juga menyediakan kelas privat. Biayanya berbeda karena layanannya lebih eksklusif.

Selain para pengajar datang ke rumah, peserta juga dapat memilih materi pembahasan sesuai keinginan. Tetapi sebelum memilih kelas privat, mereka mengarahkan peserta mengikuti kelas reguler terlebih dulu.

Untuk kelas privat, peserta membayar Rp600 ribu sekali sesi dengan durasi 2,5 jam. Mereka memberi syarat minimal lima kali sesi untuk peserta kelas privat.

“Kenapa privat mahal? Karena peserta bisa milih materi. Kita batasi juga, jangan sampai dari 24 materi, dia cuma ambil satu. Enggak bagus output-nya. Saya batasi, minimal lima pertemuan. Bebas mau pilih 5 atau10 materi, dan sebagainya. Ada pilihan. Tujuannya agar lebih ada penyerapan materi belajar,” kata Nugraha.

Bisnis bimbel yang lokasi belajarnya di Kramat Raya, Jakarta Pusat, ini menarik banyak peminat. Data mereka pada 2013, peserta mencapai 120 orang, lalu meningkat menjadi 500 orang pada 2014. Jumlah ini belum termasuk bimbingan di luar daerah.

Menurut mereka, peningkatan jumlah peserta lantaran tingkat kelulusan di bimbel tersebut mencapai 80 persen pada 2013 dan 40 persen pada 2014.

“Mungkin dari mulut ke mulut, sehingga kelasnya membeludak,” kata Nugraha.

Pada 2017, tingkat animo peserta mengikuti bimbel tetap tinggi. Sampai saat ini, sudah ada 320 peserta reguler. Bahkan, peserta untuk kelas privat dan reguler masuk daftar tunggu. Kelas privat ada di lebih 10 lokasi dan kelas reguler ada 20 orang.

“Kemarin sudah buka delapan kelas. Kalau buka delapan lagi, takut crowded, jadi biar renggang dulu,” kata Nugraha.

 

Menarik Peserta Calon Abdi Negara lewat Pengajar dari PNS

Menjamurnya kegiatan pelatihan ujian CPNS ternyata tidak hanya ramai di ibu kota Jakarta, pusat bisnis dan pemerintahan Indonesia. Maria Ulfa, seorang pegawai kontrak di kantor Walikota Bandar Lampung, telah mengikuti kegiatan bimbel CPNS selama dua kali.

Pertama, ia ikut bimbel ISQ School pada 2014. Perempuan 29 tahun ini beralasan, ia mengikuti bimbel untuk mengasah kemampuan dalam menghadapi pembukaan CPNS 2014 di Bandar Lampung. Namun, Ulfa gagal pada ujian tahun itu.

Meski begitu, ia bertekad menjajal kesempatan lowongan CPNS tahun ini. Ia mendaftar ke bimbel Praja Edukasi, terletak di daerah Way Halim Permai, Bandar Lampung.

Biaya yang dipatok Praja Edukasi untuk 24 kali pertemuan sebesar Rp2,1 juta. Biaya ini tergolong murah menurut Ulfa karena ada pemotongan harga Rp1 juta bagi pendaftar awal. Sementara, di tempat bimbel lama, ia harus membayar sekitar Rp3 juta.

BEST PROFIT “Tapi secara kualitas lebih bagus di Praja Edukasi,” kesannya. “Satu kelas maksimal 10 orang. ISQ ramai banget. Satu kelas 20 orang,” keluh Ulfa.

Ricky Ricardo, pemilik bimbel Praja Edukasi, mengatakan para peserta tertarik ikut bimbel di tempatnya karena program, tenaga pengajar, dan jadwal yang fleksibel. Namun, tak dimungkiri, potongan harga dari ratusan ribu sampai jutaan jadi daya tarik peserta, terutama bagi yang berkantong pas-pasan.

“Bahkan kami free tes psikotes dan wawancara,” kata Ricky.

Untuk Juli sampai September, Praja Edukasi telah memiliki enam kelas yang terisi penuh. Setiap satu kelas maksimal 10 peserta. Ini demi menjaga kenyamanan dalam proses belajar. Dengan asumsi satu kelas 10 orang, bimbel ini menerima pendapatan kotor sebesar Rp30 juta. Jika dirinci lagi, 70 persen dari pendapatan kotor itu untuk biaya operasional dan 30 persen sebagai keuntungan bersih.

Selain itu, peran alumni dan pengajar ikut memengaruhi peserta bimbel. Ricky menjelaskan, pengajar di tempatnya hanya sekitar lima orang berlatar belakang akademisi dari Universitas Lampung dan Universitas Muhammadiyah Lampung.

Widi Adi Nugraha, manajer utama bimbel Akses CPNS, berkata bahwa pengajar di tempatnya berjumlah 30 orang, dengan latar belakang PNS, alumni peserta yang lulus CPNS, hingga akademisi. Nisbah masing-masing: 70 persen dari PNS murni, 20 persen akademisi, dan 10 persen alumni.

Mendatangkan pengajar dari alumni untuk memotivasi peserta bimbel agar belajar lebih giat lagi, menurut Nugraha.

Salah satu alumni dari bimbel CPNS itu adalah Citra Yuda Nur Fatihah, perempuan keturunan Minang-Batak yang lulus CPNS tahun 2014 di Kementerian Luar Negeri. Citra berkata, seniornya di kementerian yang sama menjadi pengajar sekaligus alumni peserta bimbel di Akses CPNS.

“Itu yang membuat aku tertarik banget karena di website itu ada foto mereka (alumni yang lulus) dan testimoninya. Orang Kemlu juga ada testimoni. Jadi aku semakin percaya diri,” kata Citra.

Kini, setelah ia lulus CPNS, alumnus hukum internasional dari Universitas Indonesia ini diminta menjadi pengajar.

Dengan pelbagai program kelas dan iming-iming tingkat kelulusan yang tinggi, prospek bisnis bimbingan belajar ini terus diminati meskipun para peserta sudah mengikuti untuk kesekian kali.

Bagi Putri Virgiyanti, pegawai kontrak dari Kementerian Perhubungan, ia pun berharap lembaga bimbel Akses CPNS bisa membuka cabang di daerahnya.

“Kalau bisa buka di Bekasi,” kata Putri, yang selama enam pekan ke depan harus menyiapkan diri agar bisa lulus tes CPNS di Kementerian Perhubungan, yang tahun ini membuka 400 kursi.

 

Sumber: tirto.id

Banyak Pegawai Honorer, Kenapa Pemerintah Buka Seleksi CPNS?

PT BESTPROFIT – Setelah moratorium 1 Januari 2015 lalu, pemerintah akhirnya membuka kembali seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sepanjang September, pemerintah membuka 17.928 lowongan CPNS. Sedangkan pada Agustus, ada 19.210 lowongan CPNS yang dibuka pemerintah. Bagi pemerhati kebijakan publik Agus Pambagio, kebijakan pemerintah tersebut mengherankan. Sebab menurutnya saat ini masih banyak tenaga-tenaga honorer di instansi pemerintah pusat maupun daerah.

“Pemerintah seharusnya lebih mengedepankan para tenaga honorer tersebut,” kata Agus kepada Tirto, Rabu (7/9).

Saat ini, kata Agus, jumlah PNS di Indonesia masih cukup besar. Di saat yang sama, kinerja mereka belum sepenuhnya memuaskan publik. Dalam hal pengurusan izin misalnya, pelayanan berbelit dan menyusahkan. “Seperti sekarang saja, izin masih bertele-tele. Ada beberapa daerah kemajuan, tetapi sebagian besar belum,” kata Agus.

Agus menerangkan, perbaikan di sejumlah daerah, kementerian, maupun lembaga memang sudah terjadi di beberapa sektor. Namun, pelayanan baik tersebut terkadang langsung hilang begitu pemimpin instansi diganti. Hal ini karena perbaikan di lingkungan kementerian lembaga masih terikat figur pemimpin bukan sistem aturan.”Jadi tergantung kepala KL (Kementerian/Lembaga)-nya.”

Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Ridwan menyadari pelayanan PNS di birokrasi belum sepenuhnya memuaskan. Namun menurutnya BKN tengah mendorong agar tenaga administrasi meningkatkan kemampuan untuk menduduki jabatan strategis. “Jadi dengan caranya sendiri mencari kualifikasi sendiri,” kata Ridwan. BEST PROFIT

Peningkatan kualifikasi dilakukan dengan cara beragam. Seperti menggelar workshop, sekolah bakat, dan pendidikan manajerial. Di program tersebut, para pejabat dan PNS ditingkatkan kemampuannya setelah dinilai oleh tim khusus. “Kalau kompetensi kurang, maka kapasitas ditambah, kalau misalnya soft skill yang kurang, maka diekspos dengan soft skill,” ujarnya.

Ridwan mengatakan pembinaan PNS merupakan tanggung jawab kementerian dan lembaga. Merekalah yang akan menilai apakah para PNS melayani dengan baik atau tidak. “Kalau memang tidak bisa bersaing melayani masyarakat ya dengan hormat dimohon minggir,” kata Ridwan.

Kepala Biro Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Herman mengatakan penerimaan CPNS tahun ini sudah sesuai kebutuhan objektif serta analisis beban kerja setiap instansi

Herman mencontohkan penerimaan di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam penerimaan kali ini, Kemendikbud mendapat alokasi sebanyak 300 formasi. Jumlah tersebut dihitung sesuai kebutuhan Indonesia mewujudkan kualitas pendidikan dan pelatihan. Selain itu seleksi penerimaan CPNS juga dimaksudkan untuk mengganti mereka yang telah pensiun.
Herman tidak merinci jumlah tenaga yang dibutuhkan di setiap instansi. Ia pun tidak menjawab bagaimana proses kementerian/lembaga maupun pemerintah mengajukan jumlah CPNS.
Rekrutmen seleksi CPNS saat ini pun sebenarnya tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan utama pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian/lembaga. Kebutuhan dosen di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) misalnya mendapat alokasi 1500 formasi untuk seleksi CPNS. Namun meskipun sudah menerima 1431 dosen baru, jumlah tersebut ternyata tidak memenuhi kebutuhan utama.
“Jumlah yang pensiun dua tahun ini masih lebih besar daripada yang kami rekrut sekarang. Per tahun dosen yang berhenti karena pensiun angkanya 1500 lebih,” kata Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na’im dalam konferensi pers di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta.
Kabiro SDM Kemenristekdikti Heri Hendrarto menerangkan, seleksi penerimaan CPNS kali ini berdasarkan diskusi panjang. Penerimaan tahun 2017 seharusnya merupakan penerimaan yang diajukan sejak 2016 lalu. Namun, pemerintah baru merespons tahun ini. “Ini hanya untuk kebutuhan minimal (minimum requirement) supaya rasio dosen mahasiswa tetap terjaga,” kata  Heri.
Idealnya, kata Heri, perekrutan dosen tahun ini mencapai 4500 orang. Angka tersebut dihitung berdasarkan lama Kemenristekdikti memoratorium penerimaan seleksi dosen PNS sejak 2013 hingga 2016 yang pertahunnya  membutuhkan sekitar 1500 dosen baru. Namun, pihak Kemenpan RB hanya memberikan kuota sebanyak 1500 untuk kebutuhan khusus. BESTPROFIT
“Kebetulan kami butuh buat auditor, butuh untuk widyaiswara, jadi kami usulkan ke Kementerian Menpan RB, mereka setuju tapi besarannya hanya sedikit saja,” kata Heri.
Guna memenuhi kebutuhan jumlah dosen Kemenristekdikti pun akhirnya merekrut tenaga-tenaga ahli dari luar kampus yang dianggap mampu mengajar untuk mahasiswa.
Sumber: tirto.id