PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Dunia

Tentara wanita Korea Utara ungkap kekerasan seksual di barak

PT BESTPROFIT – Lee So Yeon (41) tak bisa melupakan beratnya bertugas di militer Korea Utara. Dia mengabdikan diri selama 10 tahun sebelum akhirnya membelot ke Korea Selatan.

Tentara wanita ditempatkan dalam barak-barak yang sedikitnya diisi 24 orang. Fasilitas untuk mereka sangat minim. Bau tak sedap langsung tercium jika memasuki ruangan sempit itu.

“Kasur-kasurnya diisi oleh sekam padi, bukan kapuk,” kata So Yeon dalam wawancara bersama BBC.

Tak ada juga fasilitas mandi yang layak bagi mereka. Air dari gunung langsung dialirkan lewat selang-selang karet. Tak ada juga air panas saat memasuki musim salju.

“Kadang ular dan kodok bahkan ikut masuk melalui selang itu,” katanya.

So Yeon mengaku masuk dinas militer sekitar tahun 1992 hingga 2001. Usianya saat itu 17 tahun. Dia terpanggil karena semangat patriotisme yang menggelora. Tapi diakuinya kebanyakan wanita bergabung dengan angkatan bersenjata agar bisa makan setiap hari.

Namun seiring memburuknya perekonomian, jatah makan para serdadu dikurangi. Tak ada bedanya kegiatan fisik dan latihan antara tentara wanita dan pria di militer Korut. Bobot tubuh para wanita ini turun drastis. Efeknya sampai mereka kehilangan jadwal menstruasi.

“Setelah enam bulan, banyak di antara kami yang tak mendapat tamu bulanan lagi. Kami malah bersyukur karena terbayang repotnya menghadapi menstruasi di tengah barak dengan kondisi seperti ini,” kata So Yeon.

Pengakuan So Yeon soal menstruasi itu dibenarkan oleh Juliette Morillot, penulis buku North Korea in 100 questions. Dia mengaku telah mewawancarai beberapa wanita di angkatan bersenjata dan mendapat pengakuan serupa. BEST PROFIT

“Ada seorang gadis berusia 20 tahun yang bahkan tak menstruasi selama dua tahun saat bertugas,” kata Morillot.

Kekerasan seksual di barak militer

Salah satu mimpi buruk yang dialami personel wanita di Korut adalah kekerasan seksual di dalam barak. Hal itu terjadi nyaris di setiap unit militer.

Morrilot menyebut wanita yang diwawancarainya malu mengaku telah mengalami kekerasan seksual. Namun mereka menyebut sejumlah rekannya telah diperkosa. Begitu juga So Yeon yang menyebut kawan-kawannya dipaksa melayani sang komandan.

“Komandan kompi biasanya akan masuk ke dalam ruangannya. Dia akan memperkosa anak buahnya di sana. Itu terjadi terus dan terus,” kata So Yeon.

Sebenarnya pemerkosaan adalah pelanggaran berat di tubuh militer Korut. Pelakunya akan diganjar hukuman paling sedikit tujuh tahun.

“Namun tak ada yang berani mengaku menjadi korban atau melaporkan kejadian itu. Para lelaki yang melakukan kejahatan itu pun selalu bebas,” kata Morrilot.

Menurutnya kekerasan ini tak lepas dari budaya patriaki di tubuh militer Korea Utara. Peran pria sangat dominan dan mereka memerintahkan wanita untuk melakukan hampir semua pekerjaan berat.

“Misalnya wanita-wanita dengan latar belakang keluarga miskin biasanya akan ditaruh di unit zeni kontruksi di mana mereka ditempatkan di barak atau gubuk-gubuk. Ini tidak aman untuk mereka,” jelas Morrilot.

So Yeon meninggalkan dinas militer saat berusia 28 tahun. Dia sempat hidup bersama keluarganya sebagai warga sipil selama tujuh tahun. Tekanan hidup dan kesulitan ekonomi membuatnya nekat mencoba lari ke Korea Selatan tahun 2008.

Usaha pertamanya gagal. Dia ditangkap saat mencoba melarikan diri. Hukumannya dikirim ke camp konsentrasi. BESTPROFIT

Tahun berikutnya dia mencoba kembali melarikan diri. Dengan nekat dia berenang menyeberangi sungai Tumen dan memasuki perbatasan China. Di sana dia bertemu calo yang membantunya mencapai Korea Selatan.

Sumber: merdeka.com

Pasukan elite militer Turki: ‘Kami datang bersama kematian’

PT BESTPROFIT – Mottonya cukup membuat bulu kuduk merinding. “Kami datang bersama kematian!” Itulah salah satu semboyan Komando Pasukan Elite Turki atau Ozel Kuvvetler Komutanligi. Pasukan yang juga sering dijuluki Pasukan Baret Merah Marun atau Bordo Bereliler seperti warna baret kebanggaan mereka.

Dalam setiap operasi, pasukan ini juga mempunyai motto gugur satu tumbuh seribu. Kata yang rasanya tak asing untuk menggambarkan sikap rela berkorban untuk negara.

Kendali pasukan ini langsung berada di bawah Panglima Angkatan Bersenjata Turki. Hanya dari orang nomor satu di militer itulah mereka menerima perintah operasi. Diperkirakan saat ini jumlah personelnya mencapai 2.500 orang.

Mereka memiliki sederet kemampuan layaknya anggota pasukan elite dunia lain. Mulai dari antiteroris, intelijen tempur, demolisi, gerilya dan antigerilya, pertempuran jarak dekat, pembebasan sandera hingga misi SAR tempur.

Sejak didirikan tahun 1952, ‘anak-anak’ Bordo Bereliler sudah kenyang dengan pengalaman operasi. Mereka selalu dilibatkan dalam aneka operasi militer yang melibatkan konflik Turki dan Kurdi. Pasukan ini juga diterjunkan untuk memburu militan ISIS yang bermarkas di perbatasan Turki dan Suriah.

Dalam sebuah operasi, mereka bertugas memandu serangan F-16 angkatan udara Turki ke kamp ISIS. Tak kurang dari 35 militan ISIS tewas dalam serangan udara tersebut.

Personel baret merah marun ini dilengkapi senjata khas pasukan elite. Untuk pistol mereka mengandalkan varian Glock 17 dan 19 atau pistol SIG P226 dan SIG P229. Untuk senapan rata-rata menggunakan M4A1, dan Heckler & Koch HK416. Ada juga senapan serbu buatan dalam negeri MKEK MPT-76. Ada juga seri senapan dari Rusia jenis AKM dan IMI Tavor TAR-21, senapan buatan Israel.

Untuk senapan mesin ringan, Bordo Bereliler mengandalkan setidaknya tiga jenis sub machine gun. HK MP5, MP7A1, dan FN P90. Senapan ini digunakan untuk pertempuran jarak dekat atau misi pembebasan sandera.

Para sniper juga dilengkapi dengan aneka senapan khusus penembak runduk mulai dari senapan produksi dalam negeri KNT-308. Lalu Barrett M82 buatan AS, hingga Dragunov sniper rifle dari Rusia. BEST PROFIT

Untuk pergerakan pasukan, skadron angkut helikopter khusus selalu siap membawa ke medan operasi dalam hitungan jam.

Lalu bagaimana menjadi anggota pasukan elite ini?

Para perwira dan calon prajurit secara sukarela mendaftar untuk masuk ke Bordo Bereliler. Namun syaratnya tak mudah. Selain fisik yang memadai, mereka juga harus punya tingkat intelejensi tinggi dan minimal menguasai satu bahasa asing.

Setelah lulus tes mereka harus mengikuti latihan berat selama 2,5 tahun. Fisik benar-benar digerus dengan aneka latihan militer, bela diri, menembak, patroli jarak jauh, hingga lari halang rintang.

Dalam lintas medan, para calon anggota pasukan ini harus berjalan naik turun gunung dengan jarak 100 km dengan menggendong ransel seberat 40 kg. BESTPROFIT

Tak heran, banyak yang berguguran dalam pendidikan komando ini. Hanya yang terkuat yang bertahan.

Setelah lulus pendidikan dasar, mereka mendapat aneka materi tambahan. Ada sekolah pertempuran gunung, pertempuran jarak dekat, nuklir dan biokimia. Materi seperti terjun payung, menyelam, dan pengintaian juga terus dimantapkan. Tak ketinggalan perang antiteror dan penggunaan bahan peledak.

Di akhir pendidikan, tes terakhir adalah tembak kepercayaan. Setiap personel akan menembak target yang diletakkan di atas kepala atau dipegang oleh rekan mereka. Meleset sedikit, fatal akibatnya. Namun itulah resiko bagi siapa pun yang nekat bergabung.

Tak salah jika motto mereka Olum bizimle gelir, kami datang bersama kematian!

Sumber: merdeka.com