PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: emas

Jadi Profesi Idaman, Berapa Gaji & Tunjangan PNS?

[DALAM] Tunjangan PNS

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi idaman. Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar saat lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuka.

Bagaimana tidak, menjadi abdi negara memberikan jaminan hingga hari tua. Sebab, setelah menjadi pensiunan pun akan tetap digaji oleh negara. PT BESTPROFIT

 Jaminan hingga hari tua hingga kejelasan status jaminan negara ini lah yang membuat banyak masyarakat berlomba-lomba menjadi seorang PNS. BEST PROFITNamun, sebelum mendaftar sebagai PNS, ada baiknya lihat rincian besaran penghasilan yang akan diterima. Mulai dari besaran gaji pokok hingga tunjangan. BESTPROFIT

Untuk gaji pokok, semua PNS akan mendapatkan besaran yang sama sesuai golongannya. Besaran gaji pokok PNS diatur di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 tahun 2019. Gaji pokok dengan golongan terendah tercatat Rp 1.560.800 hingga tertinggi Rp 5.901.200.

Gaji pokok PNS memang tidak besar, namun yang membuat penghasilan bisa mencapai puluhan juta adalah tunjangan yang diberikan. Mulai dari tunjangan istri, anak hingga kinerja. PT BESTPROFIT FUTURES

Tunjangan kinerja PNS lah yang menentukan berapa total penghasilan yang diterima setiap bulannya. Tunjangan kinerja ditentukan oleh peraturan Pemerintah di masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L). BPF

Saat ini yang diketahui memiliki tunjangan kinerja terbesar adalah Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Tunjangan PNS DJP ditentukan oleh Peraturan Presiden (Perpres) nomor 37 tahun 2015.

Tunjangan terendahnya ditetapkan sebesar Rp 5.361.800 untuk level jabatan pelaksana dan tertinggi sebesar Rp 117.375.000, untuk level jabatan tertinggi, misalnya eselon I atau Direktur Jenderal Pajak.

Sumber :  CNBC Indonesia

Harga emas hari ini tetap Rp 923.000 per gram, cek harga buyback (7 Maret 2021)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Minggu (7/3) harga emas batangan bersertifikat di Butik Emas, Logam Mulia, PT Aneka Tambang (Antam) tetap pada harga Rp 923.000 per gram seperti harga sebelumnya. PT BESTPROFIT

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia tetap pada harga Rp 785.000 per gram seperti harga sebelumnya. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 138.000 per gram. BEST PROFIT

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga Emas Antam
Ukuran (gram) Harga (7/3) Harga (6/3) Perubahan
0.5 511.500 511.500 0,00
1 923.000 923.000 0,00
2 1.786.000 1.786.000 0,00
3 2.654.000 2.654.000 0,00
5 4.390.000 4.390.000 0,00
10 8.725.000 8.725.000 0,00
25 21.687.000 21.687.000 0,00
50 43.295.000 43.295.000 0,00
100 86.512.000 86.512.000 0,00

Sumber : Logam Mulia

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia. BESTPROFIT

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi. PT BESTPROFIT FUTURES

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba. BPF

Sumber : investasi.kontan.co.id

Sentimen Mulai Bullish, Saatnya Harga Emas Cetak Rekor Lagi?

7b89e12d-88a4-4734-bdb3-36bad1a40c12_169

Jambi – Harga emas mengalami koreksi pada perdagangan perdana pekan ini setelah menguat minggu lalu. Perlahan-lahan sentimen bullish terhadap logam kuning ini mulai terbangun.

Senin (22/3/2021), harga emas di pasar spot turun 0,31% ke US$ 1.739,15/troy ons. Harga emas mengalami kenaikan meskipun yield obligasi AS dan greenback cenderung menguat. Faktor teknikal cenderung menjadi pendorong utamanya untuk saat ini.

“Diborong” Analis & Investor Ritel, Harga Emas Melesat!

e745979d-d6f0-4f51-8c03-67018ec70045_169

Jambi Harga emas dunia menguat di awal perdagangan Senin (25/1/2021) setelah pada pekan lalu melesat 1,42%. Potensi berlanjutnya kenaikan di pekan ini cukup besar melihat para analis dan investor ritel “memborong” emas.Pada pukul 8:20 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.858,02/troy ons, menguat 0,3% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Penguatan emas terjadi setelah Joseph ‘Joe’ Biden,  resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Rabu (20/1/2021) waktu setempat, menggantikan Donald Trump yang kalah pada pemilihan umum November 2020 lalu.

Di hari itu juga harga emas dunia melesat 1,72% ke US$ 1.870,9/troy ons. Sayangnya, pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu, emas justru mengalami koreksi akibat penguatan dolar AS.

Selain pelantikan Biden, Senat AS yang sebelumnya dikuasai oleh Partai Republik, kini dikuasai oleh Partai Demokrat. Sehingga blue wave atau kemenangan penuh Partai Demokrat berhasil dicapai.

Parlemen AS menganut sistem dua kamar, House of Representative (DPR) yang sudah dikuasai Partai Demokrat sejak lama, dan Senat yang pada rezim Donald Trump dikuasai Partai Republik.

Dengan dikuasainya DPR dan Senat, tentunya akan memudahkan dalam mengambil kebijakan, termasuk dalam meloloskan paket stimulus fiskal US$ 1,9 triliun.

Alhasil, emas langsung melesat begitu Biden dilantik, sebab stimulus fiskal merupakan bahan bakar untuk menguat. Di bulan Maret 2020 lalu, pemerintah AS, saat itu di bawah komando Presiden Trump, menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$ 2 triliun, emas yang sebelumnya mengalami aksi juga mulai meroket hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49 pada 7 Agustus 2020.

Para analis dan investor ritel melihat stimulus fiskal yang akan digelontorkan di era Joe Biden juga akan membuat emas melesat. Hal tersebut terlihat dari survei mingguan yang dilakukan Kitco.

Survei yang dilakukan terhadap 15 analis di Wall Street, menunjukkan 60% memberikan proyeksi bullish (tren naik) di pekan ini, sementara yang memprediksi harga emas akan turun (bearish) sebanyak 20%, dan yang memberikan outlook netral sebanyak 20%.

Sementara itu survei yang dilakukan terhadap investor ritel atau yang disebut Main Street, dengan jumlah partisipan sebanyak 1.581 orang, menunjukkan 67% memberikan proyeksi bullish, 17% bearish, dan 15% netral.

 

Dengan demikian analis dan investor ritel kompak “memborong” emas dengan mayoritas memprediksi harganya akan kembali menguat di pekan ini.

Selain stimulus fiskal, stimulus moneter yang longgar juga menjadi pemicu penguatan harga emas. Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menjadi salah satu bank sentral yang paling jor-joran. The Fed memangkas suku bunga hingga menjadi <0,25%, dan menambah stimulus moneter dengan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar per bulan.

The Fed akan mengumumkan hasil rapat kebijakan moneter pertama di tahun ini pada Kamis (28/1/2021) dini hari waktu Indonesia, dan akan menentukan pergerakan harga emas.

“Fundamental saat ini mendukung emas, khususnya kebijakan moneter longgar yang diterapkan di seluruh dunia. Dalam jangka pendek dan menengah, stimulus tersebut akan membawa harga emas naik secara dramatis, sebab logam mulia dan likuiditas global memiliki korelasi yang kuat,” kata Adrian Day, presiden dan CEO Adrian Day Asset Management, sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (22/1/2021).

PT. BESTPROFIT FUTURES