PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: emas

Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.021.000 per Gram

Turun Rp 3.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1.021.000 per Gram

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas Antam pada Jumat (4/9/2020) untuk ukuran satu gram dibanderol di harga Rp 1.021.000. PT BESTPROFIT

Harga emas hari ini terpantau turun Rp 3.000 dibandingkan dengan harga jual Kamis (3/9/2020) kemarin. BEST PROFIT

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 921.000 per gram. BESTPROFIT

‎Harga buyback tersebut juga turun Rp 2.000 dibandingkan dengan harga Buyback hari Kamis kemarin. PT BESTPROFIT FUTURES

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga jual emas batangan pada hari ini. BPF

PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

  • emas 0,5 gram Rp 540.500.
  • emas 2 gram Rp 1.982.000.
  • emas 3 gram Rp 2.948.000.
  • emas 5 gram Rp 4.885.000.
  • emas 10 gram Rp 9.705.000.
  • emas 25 gram Rp 24.137.000.
  • emas 50 gram Rp 48.195.000.
  • emas 100 gram Rp 96.312.000.
  • emas 250 gram Rp 240.515.000.
  • emas 500 gram Rp 480.820.000.
  • emas 1.000 gram Rp 961.600.000.

 

 

Sumber : suara.com

September Ceria! Harga Emas Makin Dekat ke US$ 2.000/oz

FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Setelah anjlok dan terombang-ambing sejak pekan kedua bulan Agustus, harga emas kini mulai bangkit. Pada Selasa (1/9/2020), di awal September ini, harga emas menguat dan semakin dekati level psikologis US$ 2.000/troy ons. PT BESTPROFIT

Pada 09.10 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,54% ke US$ 1.980,43/troy ons. Harga emas memang diramalkan bakal balik ke level US$ 2.000/troy ons. Prospek jangka menengah dan panjang dinilai masih bullish. BEST PROFIT

Salah satu faktor pemicu kenaikan harga emas pada perdagangan pagi ini adalah amblesnya dolar AS. Hal ini tercermin dari koreksi yang terjadi pada indeks dolar sebesar 0,22%.  BESTPROFIT

Emas merupakan salah satu komoditas yang dibanderol dalam mata uang dolar. Sehingga jika terjadi pelemahan dolar AS, hal tersebut menjadi berkah buat emas karena harganya jadi lebih murah bagi pemegang mata uang asing, sehingga bisa mendongkrak minat beli investor. PT BESTPROFIT FUTURES

Lagipula emas juga diyakini sebagai aset lindung nilai (hedging) terhadap berbagai kondisi mulai dari depresiasi nilai tukar akibat inflasi hingga buruknya kinerja investasi aset-aset lainnya.  BPF

Pekan lalu Kitco melakukan survei terhadap para profesional di Wall Street dan juga para pelaku pasar dari Main Street. Kali ini baik responden yang berasal dari Wall Street maupun Main Street kompak meyakini harga emas bakal naik pekan ini. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Dari 15 orang profesional Wall Street, 80% di antaranya memiliki pandangan bullish terhadap emas. Tak ada yang memperkirakan harga emas bakal turun. Itu artinya sebanyak 20% memiliki pandangan netral.

Sementara dari Main Street sendiri, 57% dari total responden yang berjumlah lebih dari 2.300 orang berpendapat bahwa harga emas bakal naik di pekan ini. Meskipun mayoritas sepakat harga emas bakal naik tinggi, bukan berarti risiko itu tidak ada.

Volatilitas yang tinggi masih menjadi risiko utama pada perdagangan pekan ini. Volatilitas tinggi tersebut diprediksi masih akan berlanjut dan turun naiknya bahkan dikatakan bisa lebih dari US$ 100 per hari.

“Kita telah mengalami volatilitas tinggi selama beberapa minggu terakhir dan itu tidak akan berubah. Banyak hal yang jadi pemicunya – valuasi di pasar ekuitas, komentar Ketua Fed pada hari Kamis, pemilihan pada bulan November,” kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug.

“Volatilitas tetap tinggi setidaknya hingga Desember, sehingga trading emas akan akan sangat sulit” katanya pada hari Jumat. “Setiap ada berita yang keluar dapat memicu pergerakan yang tidak stabil.”

Salah satu pemicu tingginya volatilitas emas adalah komentar ketua bank sentral AS (Federal Reserves/the Fed) Jerome Powell.

Pada Kamis(27/8/2020) malam pekan lalu, The Fed mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.

Kini The Fed menerapkan “target inflasi rata-rata” yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% “secara moderat” dalam “beberapa waktu”.

Dengan “target inflasi rata-rata” Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi, guna membantu perekonomian yang mengalami resesi akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan tersebut membuat emas sempat melesat 1,16% sebelum berbalik turun lagi, sebabnya tidak ada kejutan dalam perubahan kebijakan tersebut, semua sesuai dengan prediksi pelaku pasar.

“Pidato Powell memicu pergerakan roller coaster bagi pasar, khususnya emas, yang menguat nyaris US$ 50 tetapi akhirnya berbalik turun saat pasar menyadari Powell tidak memberikan kejutan apa pun,” kata Tai Wong, kepala derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO, sebagaimana dilansir CNBC International Kamis (27/8/2020).

Sementara itu menurut Hug, pernyataan Powell pada pekan lalu memang memberikan kebingungan di pasar, tetapi secara makro masih positif untuk emas. “The Fed masih akan sangat akomodatif setidaknya sampai tahun 2021 sampai perekonomian AS bangkit kembali. Dalam konteks tersebut, harga emas masih akan lebih tinggi lagi,” tutup Hug.

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Dolar AS Ambles, Harga Emas Dunia Makin Berkilau

Dolar AS Ambles, Harga Emas Dunia Makin Berkilau

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia kembali berkilau setelah dolar AS jatuh ke level terendahnya karena perubahan kebijakan dovish The Fed. PT BESTPROFIT

Mengutip CNBC, Selasa (1/9/2020) harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi 1.967,68 dolar AS per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak 19 Agustus, yakni 1.976,14 dolar AS per ounce. BEST PROFIT

Untuk periode Agustus, logam mulia tersebut turun 0,3 persen, setelah melonjak ke level tertinggi sepanjang masa 2.072,49 dolar AS per ounce pada 7 Agustus. BESTPROFIT

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,2 persen menjadi 1.978,60 dolar AS per ounce. PT BESTPROFIT FUTURES

Dolar jatuh ke level terendah dalam dua tahun terakhir, tertekan oleh kebijakan target inflasi rata-rata terbaru Federal Reserve, yang akan memungkinkan suku bunga tetap rendah bahkan jika inflasi naik sedikit di masa mendatang. BPF

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Indeks saham global berada di jalur untuk mencetak kenaikan lima bulan berturut-turut.

Emas meroket sekitar 29 persen sepanjang tahun ini, didukung oleh ketidakpastian ekonomi yang berasal dari pandemi virus corona serta pemilu Amerika yang akan datang.

 

 

 

Sumber : suara.com

Dolar AS Melempem, Harga Emas Dunia Berkilau Lagi

Dolar AS Melempem, Harga Emas Dunia Berkilau Lagi

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia berkilau kembali pada perdagangan akhir pekan lalu, sehari setelah maraknya aksi jual karena dolar AS melemah dan Federal Reserve AS mengisyaratkan strategi suku bunga rendah yang berkepanjangan. PT BESTPROFIT

Mengutip CNBC, Senin (31/8/2020) harga emas di pasar spot naik 1,9 persen menjadi 1.964,62 dolar AS per ounce, mengambil keuntungan minggu ini menjadi lebih dari 1 persen. BEST PROFIT

Harga emas sempat turun sebanyak 2,2 persen pada hari Kamis setelah imbal hasil USA Treasury AS menyusul pidato Chairman the Fed Jerome Powell. BESTPROFIT

“Aksi jual yang cukup besar dalam greenback telah menopang emas,” kata David Madden, analis pasar di CMC Markets Inggris. PT BESTPROFIT FUTURES

“The Fed mengatakan dapat membiarkan inflasi berjalan di atas target 2 persen untuk beberapa waktu tampaknya mereka akan menjaga kebijakan moneter mereka sangat longgar, yang akan membantu emas,” tambahnya. BPF

Dolar AS jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dan berada di jalur untuk membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juli. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Powell mengatakan pada hari Kamis, bank sentral akan mengadopsi target inflasi rata-rata, yang berarti suku bunga cenderung tetap rendah bahkan jika inflasi naik sedikit di masa depan.

Di sisi lain, bank sentral global dan pemerintah telah memompa stimulus besar-besaran ke pasar untuk menopang ekonomi yang rusak akibat virus corona, membantu emas menguat 28 persen tahun ini.

“Pergeseran kebijakan Fed kemungkinan besar akan menyalakan kembali ‘perdagangan inflasi’, yang secara historis bullish untuk aset keras (seperti emas),” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang juga merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

 

 

Sumber : suara.com