PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: emas

Bisa Gak Harga Emas Antam Cuan Rp 25.000 Pekan Ini?

Ilustrasi emas (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas Antam atau logam mulia Antam dalam sepekan terakhir, Sabtu (27 Juni-4 Juli) ternyata mampu memberikan gain atau keuntungan hingga Rp 18.000/gram. Pada Sabtu pekan sebelumnya (27/7), harga emas Antam Rp 854.120/gram, sementara Sabtu pekan lalu (4/7) harganya Rp 872.120/gram. PT BESTPROFIT

Kenaikan harga emas Antam sepekan ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus corona secara global yang mencapai lebih dari 11 juta orang, memicu kekhawatiran ekonomi dunia masuk jurang resesi sehingga meningkatkan aset-aset aman seperti emas. BEST PROFIT

Jika dihitung hingga Jumat lalu (3/7), harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini naik sebesar Rp 16.000 atau 1,87% menjadi Rp 870.120/gram dari Rp 854.120/gram pada Sabtu (27/6). BESTPROFIT

Mengacu data Refinitiv, kenaikan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot sepekan ini yang juga naik sebesar US$ 4,17 atau 0,24% ke level US$ 1.774,79/oz pada penutupan Jumat dini hari atau Sabtu waktu Indonesia, dari US$ 1.770,62/oz pada penutupan perdagangan Jumat sebelumnya (26/6). PT BESTPROFIT FUTURES

Sentimen positif harga emas juga didukung oleh rencana stimulus besar-besaran sejumlah negara dan pelonggaran moneter lebih lanjut oleh beberapa bank sentral di seluruh dunia. BPF

Langkah-langkah stimulus besar-besaran inilah yang cenderung mendukung harga emas karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Emas adalah investasi yang menarik selama periode ketidakpastian politik dan ekonomi. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Pada perdagangan Sabtu lalu (4/7), harga emas Antam naik 0,23% sebesar Rp 2.000ke Rp 872.120/gram dari posisi harga Jumat yakni Rp 870.120/gram.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam naik Rp 2.000 ke Rp 930.000/gram setelah menguat Rp 13.000 ke Rp 928.000/gram pada hari Jumat lalu.

Harga acuan emas Antam yang dipakai ialah emas Antam 100 gram. Untuk harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum naik sebesar 0,23% berada di Rp 87,212 juta (Rp 872.120/gram) dari harga sebelumnya Rp 87,012 juta per batang.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik 0,36% atau Rp 3.000 ditetapkan pada Rp 828.000/gram, dari posisi kemarin Rp 825.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Di tengah tren kenaikan harga emas Antam dan dunia ini, akankah pada perdagangan Senin ini (6/7) harga emas bakal melonjak lagi?

Perlu diingat, harga emas Antam pernah melesat Rp 24.000 (2,9%) dalam sepekan, terjadi pada Sabtu 13 Juni 2020 di level Rp 842.120/gram dari Sabtu sebelumnya (6/6/2020) yang masih berada di level Rp 818.120/gram.

 

Sumber : scnbcindonesia.com

Ekonomi AS Menuju Kebangkitan, Bagaimana Nasib Emas?

[Tak Hanya Logam Mulia, Perhiasan Saat Ini Banyak Diburu Warga Untuk Investasi.(CNBC Indonesia)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia masih stabil pada perdagangan Kamis (2/7/2020) saat data pasar tenaga kerja AS memberi sinyal kebangkitan ekonomi. PT BESTPROFIT

Pada pukul 20:14 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.763,18/troy ons, melemah 0,21% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Namun, pelemahan tersebut masih sama dengan siang tadi, artinya tidak ada perubahan signifikan usai rilis data tenaga kerja AS. BEST PROFIT

Departemen Tenaga Kerja AS pada pukul 19:30 WIB melaporkan data non-farm payroll atau jumlah tenaga kerja yang terserap di luar sektor pertanian, sebanyak 4.8 juta orang di bulan Juni, jauh lebih tinggi dari prediksi Reuters sebanyak 3 juta orang, dan lebih tinggi dari bulan sebelumnya 2,699 juta orang. BESTPROFIT

Selain itu tingkat pengangguran juga turun menjadi 11,1%, dari bulan Mei 13,3% dan lebih rendah dari prediksi Reuters sebesar 12,3%. PT BESTPROFIT FUTURES

Besarnya jumlah tenaga kerja yang kembali direkrut menunjukkan roda bisnis di negeri Paman Sam kembali berputar, dan menguatkan harapan perekonomian akan segera bangkit pasti merosot akibat pandemi Covid-19. BPF

Emas yang merupakan aset aman (safe haven) biasanya menjadi kurang menarik saat perekonomian mulai pulih, pelaku pasar akan memilih aset berisiko dengan imbal hasil tinggi ketimbang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga harga emas cenderung melemah. Tetapi belakangan ini perilaku yang berbeda ditunjukkan si logam mulia. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Melihat tren jangka panjang, pergerakan emas mengikuti pergerakan bursa saham. Di bulan Maret misalnya, ketika bursa saham global mengalami aksi jual masif, harga emas dunia ikut merosot. Bahkan jika melihat jauh ke belakang, pasca krisis finansial 2008, bursa saham dan harga emas juga beriringan menguat, hingga akhirnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada US$ 1.920/troy ons pada September 2011.

Banyak analis mengatakan dalam jangka pendek, emas memang akan mengalami koreksi merespon data-data ekonomi yang apik dan sinyal kebangkitan ekonomi. Tetapi untuk jangka panjang, data ekonomi yang bagus juga akan berdampak positif bagi emas.

Bart Melek, kepala strategi global di TD Securities, pada pekan lalu mengatakan jika harga emas akan menguat lagi seandainya data ekonomi di pekan ini dirilis bagus.

“Pergerakan harga emas pekan depan (pekan ini) akan dipengaruhi oleh data ekonomi. Kabar bagus akan menjadi baik juga untuk emas,” kata Bart Melek, kepala strategi global di TD Securities, sebagaimana dilansir Kitco Jumat (26/6/2020).

Sementara Ole Hansen dari Saxo Bank dalam riset yang dikutip CNBC International mengatakan emas belakangan ini masih bergerak di kisaran US$ 1.700/troy ons, setelah mengalami pergerakan liar di bulan April.

Emas belum lagi mampu melesat naik seperti di bulan April tersebut, tetapi Hansen mengatakan investor yang sabar akan menuai hasil yang besar di kuartal III-2020.

Ada lagi bank investasi ternama Goldman Sachs yang baru-baru ini menaikkan target harga emas. Dalam 3 bulan ke depan Goldman memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1.800/troy ons, kemudian dalam 6 dan 12 bulan ke depan akan mencapai US$ 1.900 dan US$ 2.000/troy ons.

Secara teknikal Secara teknikal, koreksi emas pada Rabu kemarin mencapai target penurunan US$ 1.764/troy ons.

Tetapi, penurunan tersebut tidak mengubah outlook emas, setelah berhasil break out level US$ 1.744/troy ons yang merupakan batas atas pola Rectangle pada hari Senin (22/6/2020), dan terus mencetak level tertinggi intraday di tahun ini.

xauGrafik: Emas (XAU/USD) Harian
Foto: Refinitiv

Pola Rectangle menjadi indikasi emas berada dalam fase konsolidasi atau bergerak sideways, dengan batas bawah di US$ 1.670/troy ons. Rentang batas bawah ke batas atas pola Rectangle sebesar US$ 74, jadi ketika batas atas berhasil ditembus maka target penguatan emas juga sebesar US$ 74 dari batas atas US$ 1.744/troy ons.

Artinya, target penguatan emas ketika pola Rectangle ditembus adalah US$ 1.818/troy ons, lebih tinggi dari level psikologis US$ 1.800/US$. Emas saat ini juga sudah mencapai resisten US$ 1.788/troy ons. Jika mampu ditembus secara konsisten, peluang emas mencapai level psikologis US$ 1.800/troy ons malam ini akan semakin mudah.

Sementara itu, indikator stochastic masih berada di wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun.

Berlanjutnya koreksi akan membawa harga emas ke level US$ 1.744 yang menjadi support (tahanan bawah) kuat. Selama bertahan di atasnya, peluang emas ke US$ 1.818/troy ons masih tetap terjaga.

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Harga Emas Antam Meroket Rp 147.120 di Semester I, Beli Gak?

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas Antam pada semester I-2020 naik signifikan sebesar Rp 147.120 atau 20,63% dari level Rp 713.000/gram di penghujung tahun 2019 ke level Rp 860.120 pada perdagangan akhir semester I (30/6/2020). PT BESTPROFIT

Bahkan harga emas Antam sempat menyentuh harga tertingginya di Rp 914.000/gram pada 7 April 2020 lalu. BEST PROFIT

Apresiasi harga emas Antam seiring dengan meningkatnya kekhawatiran yang ditimbulkan oleh penyebaran virus corona (Covid-19) terhadap pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia yang dapat berujung pada resesi. BESTPROFIT

Sejak munculnya wabah virus corona banyak investor merasa khawatir akan terjadinya resesi, sehingga banyak aset-aset berisiko dan aset pendapatan tetap (fixed income) seperti obligasi ikut mengalami tekanan jual.   PT BESTPROFIT FUTURES

Investor pun berburu aset safe haven seperti emas Antam sebagai lindung nilai yang berujung pada lonjakan permintaan yang sekaligus mengangkat harga emas Antam tersebut. BPF

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dalam rilis terbarunya yang berjudul A Crisis Like No Other, An Uncertain Recovery kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

“Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang negatif pada paruh pertama 2020 daripada yang diperkirakan,” tulis lembaga itu, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (25/6/2020).

Nyaris semua negara, dari negara maju hingga negara berkembang diramal akan mengalami kontraksi ekonomi. Secara umum, perekonomian negara maju akan minus 8%.Dalam rilis tersebut, IMF memprediksi perekonomian global di tahun ini akan berkontraksi atau minus 4,9% lebih dalam ketimbang proyeksi yang diberikan pada bulan April lalu minus 3%. Itu artinya, resesi perekonomian global di tahun ini bisa semakin dalam.

Amerika Serikat (AS), negara dengan nilai ekonomi terbesar di dunia diprediksi mengalami kontraksi 8%, kemudian ekonomi zona euro -10,2%. Jepang, negara dengan nilai ekonomi terbesar ketiga di dunia diprediksi -5,8%.

Sementara itu, dari negara berkembang secara umum diramal minus 3%, tetapi perekonomian China diprediksi masih bisa tumbuh 1%.

Sentimen positif harga emas Antam juga didukung oleh rencana stimulus besar-besaran sejumlah negara dan pelonggaran moneter lebih lanjut oleh beberapa bank sentral di seluruh dunia.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa bank sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menambah paket stimulus untuk memerangi pandemi Covid-19 yang mengguncang pasar keuangan global.

Awal pekan ini ECB menambah dana sebesar 600 miliar euro untuk membeli aset-aset keuangan melalui Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP). Sehingga secara total ECB menggelontorkan uang senilai 1,35 triliun euro jika ditambah dengan nominal sebelumnya di 750 milia euro.

Langkah-langkah stimulus besar-besaran inilah yang cenderung mendukung harga emas karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Emas adalah investasi yang menarik selama periode ketidakpastian politik dan ekonomi.

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Harga Emas Hari ini, Rabu 1 Juli 2020, Setelah Tembus US$1.800

Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas berjangka menembus US$1.800 per troy ounce untuk pertama kalinya dalam lebih dari delapan tahun karena suku bunga rendah dan kebangkitan dalam kasus corona mendorong permintaan aset safe haven. PT BESTPROFIT

Pada perdagangan Rabu (1/7/2020) pukul 06.48 WIB, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terkoreksi 0,02 persen menjadi US$1.800,2 per troy ounce. Adapun, emas spot naik 0,21 persen menuju US$1.784,65 per troy ounce. BEST PROFIT

Dikutip dari Bloomberg, emas kontrak Agustus naik sebanyak 1,3 persen menjadi US$1.804 per troy ounce pada Selasa di Comex, New York, tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak November 2011. Logam ini mencatat kuartal terbaik dalam empat tahun. BESTPROFIT

Dengan kasus corona mencapai 10 juta dan masih terus bertambah, investor lari ke emas untuk pengamanan aset terhadap kejatuhan ekonomi lebih lanjut. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Kongres Selasa bahwa mengendalikan virus sangat penting. PT BESTPROFIT FUTURES

Gejolak dalam gesekan perdagangan AS dan Cina juga memberikan dukungan pada harga emas, sehingga sejumlah lembaga termasuk Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan kenaikan harga emas lebih lanjut. BPF

“Ada “ledakan” dalam permintaan untuk emas. Masalah virus, inflasi, dan fakta bahwa harga naik hampir 20 persen tahun ini mendorong peningkatan logam lebih lanjut,” kata Peter Thomas, wakil presiden senior di broker Zaner Group yang berbasis di Chicago. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Analis Sumber Daya MineLife Pty Gavin Wendt mengatakan bahwa harga emas mendapatkan manfaat dari meningkatnya kekhawatiran pasar yang berkembang terkait Covid-19 yang dianggap telah diremehkan oleh banyak negara.

Dalam publikasi riset Universitas Johns Hopkins, jumlah kematian dari pandemi Covid-19 telah mencapai 500.000 jiwa, sedangkan kasus terkonfirmasi sudah melebihi 10 juta jiwa di seluruh dunia.

Menurut Universitas Johns Hopkins, terus meningkatnya angka kasus Covid-19 itu adalah pengingat mengerikan bahwa pandemi paling mematikan di era modern ini lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya.

“Emas juga mendapatkan manfaat dari triliunan dolar stimulus yang akan digelontorkan oleh The Fed dan Pemerintah AS. Selain itu, proyeksi tingkat suku bunga acuan AS di area negatif juga menjadi pemicu. Dua sentimen ini akan mendorong emas ke rekor tertinggi,” ujar Wendt

 

 

Sumber : market.bisnis.com