PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Football

Puluhan Suporter di Indonesia Tewas dalam Dua Dekade Terakhir

Puluhan Suporter di Indonesia Tewas dalam Dua Dekade Terakhir

BEST PROFIT – Sepak bola Indonesia kembali tercoreng. Kebiadaban suporter Persib Bandung, Bobotoh, Minggu (23/9/2018), mengindikasikan jika pekerjaan rumah PSSI untuk membangun sepak bola tanah air yang beradab belum selesai.

Sebagaimana diketahui, Haringga Sirila, suporter Persija Jakarta, tewas dikeroyok Bobotoh. Haringga yang datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api untuk menyaksikan tim kesayangannya berlaga, justru meregang nyawa.

Tewasnya Haringga menambah panjang daftar suporter sepak bola di Indonesia yang meregang nyawa. Sejak tahun 1995, tercatat, 60 orang suporter meninggal dunia. BESTPROFIT

Berikut daftar suporter sepak bola Indonesia yang tewas dalam 23 tahun terakhir, yang dihimpun Suara.com dari berbagai sumber. PT BESTPROFIT

1. Suhermansyah (Bonek) 1995 PSIM vs Persebaya – Terhimpit dan jatuh.
2. Tiga Bonek 1996 Tur ke Jakarta – Jatuh dari kereta api.
3. Sembilan Suporter PSIS 1999 Tur Jakarta – Terlindas kereta api di Lenteng Agung.
4. Imam Iswanto, (Panser Biru) 2001 Persija vs PSIS – Pengeroyokan di Stasiun Manggarai, Jakarta.
5. Tri Sadono (Pasoepati) 2002 Persijatim vs Persema – Terlindas truk.
6. Beri Mardias (Semen Padang) 2002 Persija vs Semen Padang (10 Besar LI) – Dikeroyok.
7. Subari, 2002, Indonesia vs Filipina – Jatuh dari bus.
8. Rahmat Hidayat (Bonek) 2003 Persela vs Persebaya – Terlindas truk.
9. Dimas Aditya (Bonek) 2003 Persija vs Persebaya (Piala Emas Bang Yos) – Pukulan benda keras.
10. Ahmad “Mat Togel” Dani (Aremania) 2005 Persekabpas vs Arema – Pukulan benda keras.
11. Fajar Widya Nugraha (Aremania) 2005 Arema vs Persija – Terhimpit penonton.
12. Fathurrahman (Jakmania) 2005 Persija vs Persipura – Dikeroyok.
13. Makarius Puji Sulistyo (Panser Biru) 2005 Perjalanan ke Jakarta mendukung PSIS di Piala Bang Yos – Jatuh dari kereta api di Batang.
14. Fathul Mulyadin (Jakmania) 2008 Persija vs Persiwa – Diinjak-injak.
15. Mince (Persipuramania) 2006 Persija vs Persipura – Dikeroyok.
16. Dian Rusdiana, 16 tahun, (NJ Mania) 2008 Persitara Vs Pelita Jaya – Ditusuk senjata tajam.
17. Fauzan, 19 (Persikmania), 2010 Persik vs Persib – Terinjak-injak.
18. Handoyo, 24 tahun (Panser Biru, PSIS) 2011 Gresik United vs PSIS – Terjatuh dari kereta api.
19. Muhammad Tommy, 17 (Viola, Persita) 2011 Bentrokan suporter Tangerang: Persita – Persikota – Dipukul rantai besi, kayu, dan batu.
20. Ahmad Hariri, 15 (Viola, Persita) 2011 Bentrokan suporter Tangerang: Persita – Persikota – Dipukul rantai besi, kayu, dan batu.
21. M. Aziz, 12 tahun, (Pelita Jaya) 2011 Pelita Jaya vs Arema – Bacokan samurai.
22. Gilang, 24 tahun (LA Mania) 2011 Insiden di Kereta Api dengan Bonek – Tusukan di leher kiri.
23. Reno Alvino Arena, 21, 2011 Final Sea Games – Terinjak-injak.
24. Kusmanto, 29, 2011 Final Sea Games – Terinjak-injak.
25. Kunto, 30 (Bonek) 2011 Kisruh Deltamania dan Bobotoh Deltras vs Persib – Pukulan benda keras.
26. Ovick Arangga, 19 tahun (SNEX Semarang) 2012 SNEX vs Panser Biru – Ditusuk senjata tajam.
27. M. Nurul Huda, 16 (Maiden Brajamusti PSIM) 2012 Bentrok antar suporter PSIM – Empat luka tusuk bagian dada.
28. Sudarmadji, 27 tahun, 2012 Persibo vs Persebaya – Luka lemparan batu di kereta diserang suporter Persela.
29. Miftahul Huda, 15 tahun (Bonek) 2012, Persibo vs Persebaya – Luka lemparan batu di kereta diserang suporter Persela.
30. Abdul Farid, 15 (Bonek), 2012 Persibo vs Persebaya – Luka lemparan batu di kereta diserang suporter Persela.
31. Soimul Fadli, 15 tahun (Bonek), 2012 Persibo vs Persebaya – Luka lemparan batu di kereta diserang suporter Persela.
32. No Name (Bonek), 2012 Persibo vs Persebaya – Luka lemparan batu di kereta diserang suporter Persela.
33. Rangga Cipta Nugraha, 22 tahun, (Bobotoh), 2012 Persija vs Persib – Tusukan senjata tajam.
34. Lazuardi, 29 tahun (Bobotoh), 2012 Persija Vs Persib – Pengeroyokan.
35. Dani Maulana, 17 tahun (Bobotoh), 2012 Persija Vs Persib – Pengeroyokan.
36. Purwo Adi Utomo, 2012 Persebaya 1927 vs Persija – Gas air mata dan terinjak.
37. M. Ikhwanuddin (Lanus/PSCS), 2012 Perjalanan pulang usai Persis Solo vs PSCS – Tusukan benda tajam suporter Sleman.
38. Erik Setiawan, 17 (Bonek Gresik), 2013 – Bentrok suporter di luar lapangan – Dikeroyok rombongan Aremania.
39. Tegar, 15 (PSPS), 2013 PSPS Vs Persepam Bentrok sesama suporter PSPS – Luka pukulan benda tajam di kepala.
40. Wisnu, 16 (Macz Man, PSM), 2013 PSM vs Persepar – Ditikam senjata tajam.
41. Jupita (Paserbumi), 2014 Bentrok antar suporter Persiba Bantul saat menjamu Persiram Raja Ampat – Pendarahan di otak.
42. Andika (Singamania), 2014 Sriwijaya vs Persijap – Ditusuk benda tajam.
43. Joko Riyanto (Pasoepati), 2014 Persis vs Martapura – Kerusuhan, kena tembakan di bagian dada.
44. Khoirul Anam, 21 (Aremania), 2014 Bentrok Aremania dan Bonek di Tol Simo – Pengeroyokan.
45. Udin Zaenal, 32 tahun (Aremania), 2014 Bentrok Aremania dan Bonek di Tol Simo – Pengeroyokan.
46. Ahmad Fadila, 28 tahun (Aremania), 2014 Bentrok Aremania dan Bonek di Tol Simo – Pengeroyokan.
47. Eko Prasetyo (Aremania), 2015 Piala Jenderal Sudirman – Dipukul batu.
48. Slamet (Aremania), 2015 Piala Jenderal Sudirman – Pengeroyokan.
49. M. Fahreza, 16 (The Jakmania), 2016 Persija vs Persela – Pengeroyokan.
50. Stanislaus Gandhang Deswara, 16, (BCS, PSS Sleman), 2016 – Bentrok dengan suporter PSIM yang baru kembali dari Semarang – Luka bacok di kepala dan luka tusuk di badan.
51. Naga Reno Cenopati, 16 (Singamania), 2016 – Bentrok Singamania Korwil Radial dan Singamania Korwil Senopati usai laga Sriwijaya FC vs Persegres Gresik United – Pengeroyokan.
52. Muhammad Rovi Arrahman alias Omen, 17 (Bobotoh), 2016 Persib vs Persegres Gresik United (Stadion Wibawa Mukti) – Pengeroyokan.
53. Gilang, 24 (Jakmania Pekalongan), 2016 Perjalanan pulang usai Persija vs Persib di Stadion, Manahan, Solo – Jatuh dari kendaraan.
54. Harun Al Rasyid Lestaluhu alias Ambon, 30 (Jakmania Kali Malang), 2016 – Perjalanan pulang usai Persija vs Persib di Stadion, Manahan, Solo – Pengeroyokan di Tol Palimanan, Cirebon.
55. Agen Astrava (Jakmania), 2017, – Perjalanan pulang usai Persija vs Bali United di Stadion Patriot – Pengeroyokan.
56. Banu Rusman (Persita), 2017 – dikeroyok di Stadion Mini Cibinong.
57. Ricko Andrean Maulana (Bobotoh), 2017 – salah sasaran pengeroyokan.
58. Catur Yuliantono (timnas Indonesia), 2017 – terkena cerawat roket saat laga timnas Indonesia-Fiji di Stadion Pariot.
59. Muhammad Iqbal, 2018 – korban bentrok suporter PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta.
60. Haringga Sarila (Jakmania), 2018 – dianiaya suporter di kawasan Stadion GBLA.

Sumber: suara.com

Dapat Respon Positif, Luis Milla Tiba di Indonesia Awal Oktober

Dapat Respon Positif, Luis Milla Tiba di Indonesia Awal Oktober

PT BESTPROFIT – PSSI sudah mendapatkan respon positif terkait kepastian Luis Milla untuk menukangi timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan telah setuju untuk memperpanjang masa baktinya di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, PSSI sebelumnya dipusingkan dengan Luis Milla yang juga belum memberikan jawaban. Namun, dalam kabar terbarunya, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu sepakat memperpanjang kontrak selama satu tahun.

Milla akan dibebankan target menjuarai Piala AFF 2018 dan SEA Games 2019. Informasi tersebut didapat setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI menggelar rapat tertutup pada Senin (17/9/2018) malam. BEST PROFIT

“PSSI memastikan kembali bahwa Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia. Luis Milla telah memberikan respons positif atas perpanjangan kontrak dari PSSI,” kata Refrizal ketika dihubungi. BESTPROFIT

Sebelumnya, sekretaris jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan bahwa akan ada rapat Exco pada 20 September mendatang. Rapat tersebut akan kembali membahas berbagai hal termasuk finalisasi status Milla.

Bukan tidak mungkin saat rapat itu status Luis Milla sudah ditentukan. Sebab, PSSI menginginkan Milla untuk segera tiba di Indonesia dan memimpin timnas untuk partai uji internasional melawan Myanmar, 10 Oktober nanti.

Dijadwalkan, Milla rencananya baru tiba di Tanah Air sehari sebelum laga tersebut. Untuk saat ini, sang pelatih masih berlibur di negara kelahirannya.

Sumber: suara.com

Pelatih Jepang: Pemain Indonesia Kurang Konsentrasi

Pelatih Jepang: Pemain Indonesia Kurang Konsentrasi

PT BESTPROFIT – Pelatih Tim Nasional U-19 Jepang Kageyama Masanaga menyebutkan salah satu faktor kekalahan 1-4 Timnas U-19 Indonesia dari skuatnya dalam laga uji coba, di Jakarta, Minggu (25/3/2018), adalah karena kurang konsentrasi.

“Indonesia sepertinya kehilangan konsentrasi sejak kami mencetak gol pertama,” ujar Kageyama, usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pesepak bola Timnas U-19 M Lutfi Kamal (ketiga kanan) merebut bola dari pesepak bola Jepang U-19 Hasioka Daiki (ketiga kiri) dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/3). Indonesia kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-4. ANTARA

Namun, dia menolak jika dikatakan perihal konsentrasi adalah kelemahan Timnas U-19 Indonesia. Kageyama menganggap itu hanya masalah yang terjadi dalam laga tersebut. BEST PROFIT

Menurut pelatih berusia 50 tahun itu, Indonesia sebenarnya bermain baik di babak pertama, sehingga timnya kesulitan mencetak gol tambahan selain gol dari Miyashiro Taisei pada menit ke-15.

Tetapi pada paruh kedua, Jepang bermain lebih bagus. Memanfaatkan kelengahan pemain Timnas U-19 Indonesia, tim Negeri Sakura sukses menorehkan tiga gol tambahan melalui gol kedua Miyashiro menit ke-49, lalu Yamada Kota (48′), dan Ando Mizuki (penalti, 79′). BESTPROFIT

Indonesia memperkecil kekalahan menjadi 1-4, usai Aji Kusuma membuat gol menit ke-90+4 atau satu menit sebelum laga usai. Gol ini belakangan disesalkan Kageyama. BPF

“Gol di menit akhir itu mengecewakan karena seharusnya kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan,” kata dia.

Pemain timnas Indonesia U-19 Egy Maulana (kanan) berebut bola dengan pesepak bola timnas Jepang U-19 Kawai Ayumu (kiri) dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (25/3). ANTARA

Salah satu pemainnya Hashioka Daiki juga mengungkapkan keluhan serupa. Menurut Hashioka, timnya tidak sepatutnya menerima gol di menit terakhir. Namun dia mencoba menatap hasil itu dengan positif. PT BESTPROFIT FUTURES

“Saya berharap kami bisa mempersiapkan diri lebih baik ke depan dan menampilkan yang terbaik di Piala Asia U-19,” kata dia. PT BEST PROFIT

Penjaga gawang Timnas U-19 M Aqil Savic (kiri) memblok bola tendangan pesepak bola Jepang U-19 Ando Mizuki (tengah) dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (25/3). Indonesia kalah dari Jepang dengan skor akhir 1-4. ANTARA

Selama lawatannya di Indonesia, Timnas U-19 Jepang dijadwalkan menjalani tiga kali uji coba sebagai bagian persiapan menuju Piala Asia U-19 yang digelar di Indonesia pada 18 Oktober-4 November 2018 Sebelum berjumpa Timnas U-19 Indonesia, Timnas Jepang sudah melakoni laga latih tanding melawan Cilegon United di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Kamis (22/3/2018) sore dan menang 5-0. PT BEST PROFIT FUTURES

Berikutnya, Timnas U-19 Jepang akan menghadapi Tim Persika Karawang pada Selasa (27/3/2018) di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, mulai pukul 15.00 WIB. BESTPROFIT FUTURES

Sumber : suara.com

Best Profit : Tentu Saya Tahu dan Respek kepada Bobotoh dan Persib

"Tentu Saya Tahu dan Respek kepada Bobotoh dan Persib" Best Profit – Persib Bandung sedang dalam kondisi yang tidak ideal. Sebagai tim besar dengan dana melimpah, pemain mentereng dan berstatus sebagai jawara bertahan, Persib nyatanya kini malah terseok-seok di papan tengah.

Kondisi ini membuat bobotoh murka. Puncaknya, ketika laga melawan Bhayangkara FC pekan lalu, laga sempat tertunda beberapa menit akibat bobotoh yang merangsek ke lapangan dan memarahi pemain Persib.

Dalam setiap kegagalan sebuah tim, maka telunjuk akan selalu mengarah pada pelatih. Dan kali ini Djadjang Nurdjaman yang menjadi korban dan kambing hitam.

Tidak tahan menerima tekanan, Djadjang pun menyatakan mundur dari jabatan pelatih kepala. Namun pernyataan itu belum diiyakan oleh manajemen. Alhasil nasib Djadjang pun masih abu-abu.

Manajemen Persib masih kebingungan siapa yang akan mengisi posisi pelatih jika betul Djadjang pergi. Di media sosial, bobotoh memunculkan satu nama pelatih yang dinilai layak menukangi ke Persib. Sosok itu adalah Kiatisuk Senamuang.

Sejak sebulan lalu, akun instagram Kiatisuk, @coach_zico, diserbu bobotoh. Mereka memenuhi tiap postingan Kiatisuk dengan komentar rayuan agar dia mau melatih Persib. Manajemen Persib menampik upaya pendekatan kepada sosok yang akrab disapa Coach Zico ini.

“Saya belum dengar itu (Kiatisuk) dan saya rasa kami belum mengarah ke sana,” kata Umuh dikutip dari Pikiran Rakyat.

Penggemar sepakbola di Indonesia kenal betul siapa Kiatisuk. Dia adalah momok menakutkan yang kerap mengganjal perjalanan tim nasional Indonesia, entah saat dia jadi pemain atau pelatih.

Indonesia selalu keok ketika bertemu Kiatisuk di laga final. Ketika jadi pemain, dia menggagalkan Indonesia juara Sea Games 1997 dan AFF Cup pada 2000 serta 2002. Saat menjadi pelatih, Kiatisuk pun mengalahkan Indonesia pada Sea Games 2013 dan AFF Cup 2016 lalu.

Kiatisuk adalah pemain dan pelatih asal Asia Tenggara tersukses. Saat jadi pemain dia membawa Thailand dua kali juara empat di Asian Games 1998 dan 2002. Di kancah regional, ia meraih 3 gelar Piala AFF dan 4 medali emas Sea Games.

Konsistensi ini dia juga berikan saat menjadi pelatih. Sepanjang melatih Timnas Thailand sejak 2013 dia sukses memberikan  2 gelar AFF Cup, 1 medali emas Sea Games dan lolos ke semifinal Asian Games.

Namun pada 31 Maret lalu, Kiatisuk dipecat oleh federasi sepakbola Thailand (TFA) karena gagal membawa negeri gajah putih itu lolos ke Piala Dunia 2018. Status Kiatisuk kini menganggur.

Tirto berhasil mewawancarai Kiatisuk di tengah aktivitas padatnya mengikuti kursus lisensi Pro AFC di Korea Selatan. Wawancara ini dilakukan lewat surat elektronik. Dia bercerita soal aktivitasnya saat ini dan kariernya ke depan termasuk kemungkinan melatih Persib.

Setelah mundur dari Timnas Thailand, aktivitas apa yang sekarang Anda lakukan? Di instagram, Anda nampaknya begitu senang mengejar  lisensi kepelatihan di AFC.

Setelah saya mengundurkan diri dari tugas sebagai pelatih kepala (di Timnas Thailand), saya masih belum memiliki rencana untuk kembali menjadi pelatih.  Saya saat ini sedang menekuni lisensi pembinaan profesional AFC Professional yang telah dilakukan sejak  tahun lalu. Ini adalah kesempatan bagus bagi saya.

Saat menganggur seperti ini, saya dapat melakukan apa yang saya mau. Selain fokus menjalani kursus, saya pun semakin sibuk menjalani kehidupan berkeluarga. Saya bisa mengantar anak-anak saya ke sekolah dan melakukan hal yang biasa dilakukan seorang ayah.

Apa rencana selanjutnya terkait karier Anda? Apakah akan tetap di Thailand, melatih klub Thai Premier League, atau pergi ke luar negeri dan mencari tantangan baru?

Tentu, saya sangat mencintai sepakbola hingga sekarang. Saya telah terjun dalam sepakbola sepanjang hidup saya. Namun terus terang saya belum merencanakan karier saya (selanjutnya).

Saat ini saya kadang-kadang perlu keluar dari sana (sepakbola) untuk menengok ke belakang dan melihat apa dan bagaimana capaian yang telah saya lakukan, dan bagaimana caranya agar saya bisa lebih baik lagi. Jika saya tidak bisa berbuat lebih baik, tidak ada gunanya saya menjadi pelatih.

Terkait rencana pergi ke luar negeri kadang muncul dalam pikiran saya. Keluarga pun tidak memiliki masalah tentang itu. Namun, saya perlu memikirkan rencana ini secara matang.

Terkait melatih di luar Thailand, adakah tim yang pernah menghubungi Anda? Dikabarkan Timnas Malaysia begitu menginginkan Anda. Sudahkah mereka melakukan kontak?

Saya tidak bisa membicarakan hal ini sekarang, karena banyak teman baik saya di Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Mereka semua baik. Dan saya hanya seorang pelatih Thailand yang kebetulan menganggur. Jadi saya akan berterima kasih kepada semua orang yang sedang mencoba untuk membantu saya.

Bagaimana dengan Indonesia? Apa pendapatnya tentang sepakbola indonesia? Terutama klub dan kompetisi liganya?

Sepakbola Indonesia semakin baik dan lebih baik, kompetisinya pun begitu menarik.

Apakah Anda tertarik untuk melatih di indonesia?

Seperti yang saya katakan, saya ingin menyelesaikan lisensi pelatih AFC terlebih dahulu. Saya akan mencari pekerjaan di luar negeri jika ada sesuatu hal yang menarik dalam diri saya untuk diimplementasikan di luar negeri.

Banyak bobotoh (penggemar Persib) menyerbu akun Istagram Anda, meminta Anda melatih Persib. Pernahkah Anda tahu dan mendengar apa itu Persib?

Tentu, saya tahu dan respect kepada bobotoh dan Persib. Saya respect atas semua komentar (yang menginginkan melatih Persib).

Persib adalah tim yang juga dimiliki Erick Tohir. Mereka pun memiliki pemain bintang yaitu Michael Essien. Apakah ini cukup membuat Anda tertarik melatih Persib?

Saya sangat yakin bahwa saat ini Persib sudah memiliki seseorang yang cukup baik untuk mereka. Best Profit