PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Keuangan

Pantang Mundur Sebelum Cuan, Simak Saham Pilihan Hari Ini

Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI– Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis (17/6/2021) diperkirakan masih akan terkoreksi terbatas. Sentimen dari dalam dalam dan luar negeri akan mempengaruhi gerak IHSG setelah Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Jerome Powell memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga 2 kali hingga 2023.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (16/6/2021), indeks ditutup terkoreksi tipis 0,17% ke level 6.078,56. Terkoreksi karena menunggu pengumuman dari The Fed dan respons investor atas kenaikan infeksi baru covid-19 di Indonesia. BEST PROFIT

Beberapa broker telah memberikan rekomendasi sahamnya yang layak untuk dijadikan pertimbangan sebelum memulai perdagangan hari ini dibuka.
1. NH Korindo Sekuritas – Investor Nantikan Kebijakan Bank Sentral

Investor terlihat berhati-hati dalam merespon pertemuan The Fed serta akan mencermati hasil rapat RDG Bank Indonesia hari ini. Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan terbatas.

Saham pilihan:

  • MLPL
  • INKP
  • ASSA
  • ERAA

2. Reliance Sekuritas Indonesia – IHSG Masih Akan Tertekan

Secara teknikal IHSG break out support MA5 dengan indikasi lanjutan pelemahan dengan momentum RSI dan Stochastic yang bergerak bearish. Indikator MACD tertahan pada pergerakan signal line yang berada di area overvalue. Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi kembali berpotensi tertekan.  BESTPROFIT
PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

Sumber : Jakarta, CNBC Indonesia

 

Saham pilihan:

  • AALI
  • ACES
  • BNGA
  • BSDE

Eks CEO SWF Abu Dhabi Ingatkan RI Dana Abadi Tak Buat Politik

Mantan CEO Abu Dhabi Investment Company Nazeem Fawwaz Al Kudsi menilai perlu aturan rigid untuk membatasi penyelewengan dalam kebijakan dana abadi investasi.
 Mantan CEO Abu Dhabi Investment Company Nazeem Fawwaz Al Kudsi menilai perlu aturan rigid untuk membatasi penyelewengan dalam kebijakan dana abadi investasi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI — Mantan CEO Abu Dhabi Investment Company Nazem Fawwaz Al Kudsi mengingatkan Indonesia untuk berhati-hati agar pengelolaan dana abadi investasi (Sovereign Wealth Fund/SWF) tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

Meski pengembangan lembaga ini perlu dukungan kebijakan dari eksekutif dan legislatif, kara dia, jangan sampai regulasi yang dikeluarkan justru melenceng dari tujuan utama dibentuknya SWF atau Indonesia Investment Authority (INA) tersebut.

“Hal pertama yang akan saya katakan, secara umum, harus ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif tentang misi SWF. Tentunya dengan porsi yang tepat baik eksekutif maupun legislatif. Tapi SWF tidak boleh menjadi area di mana perbedaan dimanfaatkan untuk keuntungan politik,” ujarnya. BEST PROFIT
BESTPROFIT

“Pertama saya akan mengatakan, undang-undang yang jelas, akan sangat penting. Tetapkan agenda untuk kemitraan tersebut (antara pemerintah dengan legislatif),” tuturnya.

Kemudian, tak kalah penting, visi-misi serta target yang jelas dan sejalan dengan kepentingan pemerintah. “Akses pada koridor yang tepat ke pemerintah akan sangat penting,” imbuhnya. PT BESTPROFIT FUTURES

Pada saat yang sama, ia menilai pengelolaan INA juga perlu fleksibilitas. Ia menganalogikannya seperti membesarkan seorang anak di mana anak tersebut tak bisa terlalu terproteksi sehingga tak bisa berkembang. BPF

“Anda tahu selalu perbedaan dalam keluarga, keluarga saya memiliki perbedaan, begitu juga dengan saya. Tetapi ketika Anda mengundang investasi dari luar itu, Anda harus dapat membaca ‘teks’ yang sama,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Al Kudsi, aturan perundang-undangan rigid perlu dibuat untuk membatasi penyelewengan dalam pengambilan kebijakan.

Sumber : Jakarta, CNN Indonesia

Pasca Anjlok 1% Lebih, Bagaimana Nasib Emas ke Depannya?

emas Foto: Dok Freepik

 – Harga emas dunia belum banyak bergerak pada perdagangan Kamis (13/5/2021) setelah anjlok tajam Rabu kemarin. Meski demikian, harga emas masih mampu bertahan di atas US$ 1.800/troy ons, dan hal tersebut dikatakan menjadi kabar bagus.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 12:57 WIB, harga emas dunia diperdagangkan di kisaran US$ 1.816,01/troy ons, menguat tipis di 0,03% di pasar spot. Kemarin logam mulia ini anjlok 1,17% setelah mencapai level tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Gary Wagner, editor di TheGoldForecast.com, kepada Kitco mengatakan emas akhirnya berhasil mempertahankan momentum penguatan ketika sukses melewati US$ 1.800/troy ons. Wagner juga memprediksi emas akan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, tetapi perlu waktu bertahun-tahun ke depan.

Sementara untuk di tahun ini, emas menurutnya masih berpeluang naik ke US$ 1.900/troy ons.
Kemarin, harga emas dunia anjlok lebih dari 1% setelah indeks dolar AS melesat 0,63% pasca rilis data inflasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April melesat atau mengalami inflasi 4,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Rilis tersebut jauh lebih tinggi ketimbang hasil survei Dow Jones sebesar 3,6%.”Saya percaya kita akan melihat emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa lagi. Tetapi, dalam waktu dekat, katakanlah 4 bulan ke depan hal tersebut menurut saya tidak akan terjadi. Tetapi, berdasarkan beberapa parameter, kita akan melihat emas menguji lagi US$ 1.900/troy ons dalam beberapa bulan ke depan,” kata Wagner, sebagaimana dilansir Kitco, Rabu (12/5/2021).

Sementara dari bulan Maret atau secara month-to-month (mtm) tumbuh 0,8%, juga jauh lebih tinggi dari survei 0,2%.

Sementara inflasi inti yang tidak memasukkan sektor energi dan makanan dalam perhitungan tumbuh 3% yoy dan 0,9% mtm, lebih dari dari ekspektasi 2,3% yoy dan 0,3% mtm.

Kenaikan inflasi secara tahunan tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2008, sementara secara bulanan terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Alhasil data tersebut kembali memunculkan spekulasi bank sentral AS (The Fed) akan mengetatkan kebijakan moneternya lebih cepat dari perkiraan, dolar AS pun mengamuk.

The Fed dalam rapat kebijakan moneter bulan April lalu memutuskan mempertahankan suku bunga acuan 0,25% serta program pembelian obligasi (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar per bulan. Suku bunga The Fed baru akan dinaikkan setidaknya di tahun 2023.

The Fed menetapkan target inflasi rata-rata 2%, jika dalam beberapa bulan ke depan inflasi konsisten di atas target tersebut, bukan tidak mungkin The Fed dalam waktu dekat mempertimbangkan mengurangi nilai QE atau yang dikenal dengan istilah tapering.

Selain itu, data dari perangkat FedWatch CME Group menunjukkan pelaku pasar kini melihat ada peluang sebesar 13% suku bunga akan dinaikkan menjadi 0,5% di bulan Desember nanti. Probabilitas tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan, sebab dalam beberapa pekan terakhir masih 1 digit persentase saja. Selain itu ada probabilitas setengah persen suku bunga akan dinaikkan menjadi 0,75%.

Selain memicu penguatan dolar AS, emas juga kurang diuntungkan oleh ekspektasi pengetatan moneter The Fed. Sebab, suku bunga rendah serta QE merupakan bahan bakar utama emas untuk menguat yang membawa harganya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons.

Tetapi di sisi lain, emas merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi. Sehingga kenaikan tajam inflasi di AS jika terus berlanjut bisa jadi akan memicu permintaan emas.

Sumber :Jakarta, CNBC Indonesia

Harga emas hari ini tetap Rp 923.000 per gram, cek harga buyback (7 Maret 2021)

1694531984p

JAMBI – Minggu (7/3) harga emas batangan bersertifikat di Butik Emas, Logam Mulia, PT Aneka Tambang (Antam) tetap pada harga Rp 923.000 per gram seperti harga sebelumnya.

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia tetap pada harga Rp 785.000 per gram seperti harga sebelumnya. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 138.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Baca Juga: Menyempit, selisih harga emas dan harga buyback Rp 138.000 per gram (Sabtu, 6 Maret)

Harga Emas Antam
Ukuran (gram) Harga (7/3) Harga (6/3) Perubahan
0.5 511.500 511.500 0,00
1 923.000 923.000 0,00
2 1.786.000 1.786.000 0,00
3 2.654.000 2.654.000 0,00
5 4.390.000 4.390.000 0,00
10 8.725.000 8.725.000 0,00
25 21.687.000 21.687.000 0,00
50 43.295.000 43.295.000 0,00
100 86.512.000 86.512.000 0,00

Sumber : Logam Mulia

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.