PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Keuangan

Alamak! Trio Saham HMSP-UNVR-ASII Kembali Bonyok

c848fa12-13fd-49d5-8524-33e59d298121_169

Jambi– Harga saham tiga emiten big cap atau saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun ambles pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (24/3/2021). Penurunan ketiga saham tersebut dibayangi aksi jual bersih oleh asing.

Ketiga saham tersebut, yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Astra Internasional (ASII) dan Unilever Indonesia (UNVR).

Mengacu data BEI, berikut gerak ketiga saham tersebut pada sesi I siang ini:

 

  1. HM Sampoerna (HMSP), saham -2,11%, ke Rp 1.395, transaksi Rp 54 M, net sell asing Rp 2,09 M
  2. Unilever Indonesia (UNVR), -1,85%, ke Rp 6.625, transaksi Rp 27 M, net sell asing Rp 13,01 M
  3. Astra International (ASII), -0,90%, ke Rp 5.525, transaksi Rp 67 M, net sell asing Rp 18,61 M

Saham emiten rokok HMSP tercatat yang paling anjlok di antara dua saham lainnya, yakni 2,11% ke Rp 1.395/saham. Nilai transaksi saham produsen kretek Dji Sam Soe ini sebesar Rp 54 miliar.

Dengan demikian, seusai data BEI, sudah 3 hari saham anak usaha Philip Morris Indonesia ini berkubang di zona merah.

Asing juga tercatat keluar dari HMSP dengan catatan jual bersih Rp 2,09 miliar.

Dalam sepekan, saham perusahaan yang berdiri pada 1913 ini terkoreksi 1,76%, sementara dalam sebulan naik 2,20%. Adapun secara year to date (YTD) anjlok 26,77%.

Sebelumnya, pada Rabu (23/3), dalam laporan keuangan yang diterbitkan di website BEI, manajemen HMSP melaporkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 8,58 triliun.

Nilai tersebut turun sebesar 37,95% dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 13,72 triliun. Penurunan laba bersih menyebabkan laba per saham dasar perseroan turun menjadi Rp 74 per saham dari sebelumnya Rp 118 per saham.

Penyebab penurunan laba bersih tersebut adalah menurunnya penjualan bersih HMSP sebesar 13,2% menjadi Rp 92,42 triliun dari sebelumnya Rp 106,55 triliun.

Menurut catatan atas laporan keuangan perusahaan, dampak negatif ekonomi akibat dari Covid-19 dan adanya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari pemerintah telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat dan perubahan prioritas belanja konsumen.

“…[Sehingga] juga berdampak pada penurunan volume industri rokok dan perubahan preferensi konsumen rokok ke produk-produk yang lebih terjangkau harganya di Indonesia,” jelas manajemen HMSP.

Saham produsen bahan konsumer raksasa UNVR juga merosot 1,85% ke Rp 6.625/saham. Pelemahan ini diwarnai aksi jual bersih asing sebesar Rp 13,01 miliar.

Adapun dalam sepekan saham produsen brand sampo Clear ini menguat 2,32%, sementara dalam sebulan masih memerah 3,28%. Selanjutnya, secara YTD, saham UNVR sudah terkoreksi 8,30%.

Di tempat ketiga, saham emiten ‘raja otomotif’ ASII tercatat turun 0,90% ke Rp 5.525/saham dengan nilai transaksi sebesar 67 miliar.

Sama seperti kedua saham di atas, asing juga ramai-ramai melego saham perusahaan yang juga bergerak di bidang tambang dan agribisnis ini sebesar Rp 18,61 miliar.

Dalam sepekan saham ASII sudah terkoreksi 0,90%. Sementara, dalam sebulan saham perusahaan yang berdiri pada 1957 ini sudah merosot 3,49% dan secara YTD anjlok 9,43%.

PT. BESTPROFIT FUTURES

Menaker Ida Fauziyah Luncurkan Satu Data Ketenagakerjaan

Menaker Ida Fauziyah Luncurkan Satu Data Ketenagakerjaan

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Dalam rangka mewujudkan ketersediaan data pemerintah yang akurat, mutakhir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan, Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Satu Data Ketenagakerjaan (SDK). Melalui SDK ini, data akan makin mudah diakses dan dibagikan serta dikelola secara bersama. PT BESTPROFIT

“Peluncuran ini merupakan tanda dimulainya implementasi satu data ketenagakerjaan di instansi pusat dan instansi daerah,” ujar Menaker Ida Fauziyah ditulis Jumat (6/11/2020). BEST PROFIT

Menaker Ida mengatakan, SDK adalah kebijakan tata kelola pemerintah di sektor ketenagakerjaan untuk menghasilkan data ketenagakerjaan yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan antar instansi pusat dan instansi daerah melalui pemenuhan standar data, metadata, interoperabilitas data dan menggunakan kode referensi dan/atau data induk. BESTPROFIT

“Melalui Permenaker Nomor 15 Tahun 20209 tentang satu data ketenagakerjaan yang baru saja disahkan dan diberlakukan, tata kelola data ketenagakerjaan semakin disempurnakan,” katanya.

Secara rinci, Menaker menjelaskan empat tujuan diberlakukannya SDK. Pertama, mewujudkan ketersediaan data ketenagakerjaan yang terstandar, akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan evaluasi, dan pengendalian pembangunan sektor ketenagakerjaan. PT BESTPROFIT FUTURES

Kedua, mendorong keterbukaan dan transparansi data ketenagakerjaan sehingga tercipta perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan sektor ketenagakerjaan yang berbasis pada data.

Ketiga, meningkatkan kualitas dan integritas data ketenagakerjaan dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor ketenagakerjaan. BPF

Keempat, sebagai acuan pelaksanaan dan pedoman bagi instansi pusat dan instansi daerah dalam rangka penyelenggaraan tata kelola data ketenagakerjaan untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian pembangunan sektor ketenagakerjaan dapat segera diimplementasikan.

“Untuk mewujudkan empat tujuan SDK, diperlukan langkah strategis lebih lanjut antara lain sosialisasi kebijakan SDK terhadap pihak-pihak terkait, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaksana kebijakan SDK dan penyusunan perangkat SDK sesuai prinsip satu data Indonesia. Misalnya daftar data, standar data, metadata dan lainnya,” ujarnya.

Menaker berharap perangkat SDK seperti pengarah satu data ketenagakerjaan, kordinator forum satu data ketenagakerjaan, walidata dan produsen data dengan dukungan penuh dari forum satu data Indonesia dan pembina data statistik, segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan kebijakan SDK ini. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

 

Sumber : Suara.com

Di Tengah Penolakan UU Ciptaker, Rupiah Dibuka Menguat

Di Tengah Penolakan UU Ciptaker, Rupiah Dibuka Menguat

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Pergerakan rupiah pada awal akhir pekan ini dibuka menguat dibanding penutupan Jumat pekan kemarin. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat di level Rp 14.650 per 1 dolar AS dibanding penutupan Jumat pekan Kemarin yang berada di level Rp 14.660 per 1 dolar AS. PT BESTPROFIT

Namun penguatan itu tertahan, terpantau pada pukul 09.20 WIB rupiah melemah dari pembukaan di level Rp 14.655 per 1 dolar AS. BEST PROFIT

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh penolakan UU Cipta Kerja di dalam negeri. BESTPROFIT

Pasar akan mewaspadai gejolak dari penolakan UU Cipta Kerja tersebut. PT BESTPROFIT FUTURES

Selain itu, sentimen negatif dari kebuntuan negosiasi stimulus AS dan meningkatnya kasus penularan covid di dunia bisa menekan turun pergerakan rupiah terhadap dolar AS. BPF

“Kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan terganggunya pemulihan ekonomi karena sentimen di atas bisa mendorong pasar mencari aman di dollar AS,” ujar Ariston dalam riset hariannya. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

 

Sumber : Suara.com

Negara Dapat Rp 97 Miliar dari Pajak Digital

Negara Dapat Rp 97 Miliar dari Pajak Digital

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat hingga saat ini setoran pajak digital telah mencapai Rp 97 miliar. Jumlah setoran ini didapat dari 6 perusahaan yang ditunjuk DJP sebagai pemungut pajak digital sejak diberlakukannya pada Agustus 2020.

“Setoran PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) dari 36 PMSE, 6 wajib pajak yang pertama kali kita tunjuk sudah melakukan penyetoran PPN di bulan September ini jadi 6 kita sudah terima setorannya alhamdulillah sekitar Rp 97 miliar dari 6 pemungut pajak itu,” kata Suryo dalam media briefing melalui video teleconference di Jakarta, Senin (12/10/2020). PT BESTPROFIT

Sebelumnya DJP menambah delapan perusahaan global yang resmi menjadi pemungut pajak pertambahan nilai atas barang dan jasa digital dari luar negeri yang dijual kepada pelanggan di Indonesia. BEST PROFIT

Kedelapan perusahaan itu resmi menarik PPN setelah mendapat penetapan dari DJP. BESTPROFIT

Perusahaan-perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Alibaba Cloud (Singapore) Pte Ltd
  • GitHub, Inc.
  • Microsoft Corporation
  • Microsoft Regional Sales Pte. Ltd.
  • UCWeb Singapore Pte. Ltd.
  • To The New Pte. Ltd.
  • Coda Payments Pte. Ltd.
  • Nexmo Inc.

Itu berarti sejak 1 November 2020 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia. PT BESTPROFIT FUTURES

Jumlah PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak, dan harus dicantumkan pada kuitansi atau invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti pungut PPN.

Hingga hari ini jumlah pemungut PPN produk digital luar negeri adalah 36 entitas. BPF

“Harapan besarnya lagi bukan 36, lebih dari 36. Jadi harapan yang kita lakukan bagaimana memperluas siapa pemungut PPN atas transaksi digital dari luar negeri. Jadi 6 sudah nyetor, 36 sudah kita tunjuk mudah-mudahan berikutnya nambah-nambah lagi. Semaksimal mungkin bagaimana kita bisa memperluas ini,” pungkasnya. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

 

Sumber : Suara.com