PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Metropolitan

Kamis Pagi, 4 Kebakaran Terjadi di Ibu Kota Jakarta

Kamis Pagi, 4 Kebakaran Terjadi di Ibu Kota Jakarta

PT BESTPROFIT – Empat peristiwa kebakaran terjadi di sejumlah wilayah di DKI Jakarta, pada Kamis (31/10/2019) pagi, petugas pemadam kebakaran pun berusaha memadamkan “si jago merah”. BEST PROFIT

Berdasarkan akun Twitter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, @BPBDJakarta, Kamis pagi, menyebutkan, empat kebakaran itu terjadi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. BESTPROFIT

Di wilayah Jakarta Utara sendiri terdapat dua peristiwa kebakaran, yakni kebakaran sebuah ruko di Jalan Vikamas Barat 2, RT 04/03, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara sekitar pukul 04.20 WIB. PT BEST PROFIT FUTURES

Petugas pemadam kebakaran menurunkan 12 mobil pemadam kebakaran dan masih dalam proses pemadaman.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di sebuah Gudang di Jalan Cakung Drainase, RT 03/RW 03, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara sekitar pukul 04.00 WIB. Petugas pun mengerahkan delapan unit mobil damkar.

Di wilayah Jakarta Timur, kebakaran Rumah Tinggal di Jl H Sabeni No.32, RT 05/02, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo , Jakarta Timur, sekitar pukul 04.30 WIB.

Petugas mengerahkan enam unit mobil damkar untuk memadamkan api dan masih dalam proses pemadaman.

Sementara itu, di wilayah Jakarta Barat, kebakaran sebuah Bedeng di JAlan Daan Mogot KM 14, Rusunawa Pesakih Blok I No. 413, Rt 03/14, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis pagi.

Petugas pun mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api dan berhasil dilakukan.

 

Sumber : suara.com

Diduga Teroris, Gondrong Diringkus Densus 88 di Tambun Bekasi

Diduga Teroris, Gondrong Diringkus Densus 88 di Tambun Bekasi

PT BESTPROFIT – Detasemen Khusus 88 Antiteror atau Densus 88 meringkus satu terduga teroris bernama Adnan alias Aulia alias Gondrong pada Rabu (16/10/2019). Penangkapan dilakukan di kawasan Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat sekira pukul 21.20 WIB.

“Iya betul memang ada penangkapan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019). BEST PROFIT

Argo mengungkapkan, Adnan alias Gondrong masih mempunyai hubungan dengan terduga teroris yang sebelumnya diciduk di Bekasi, yakni Abu Zee. Tak hanya itu, Adnan juga memunyai hubungan dengan teruga teroris yang diciduk di Lampung. BESTPROFIT

Semalam, pihak Densus 88 melakukan penggeledahan di kediaman Adnan.

“Yang bersangkutan masih ada kaitannya dengan yang diduga pelaku teroris di Lampung. Malam ini sedang dilakukan penggeledahan di rumahnya di Tambun,” sambungnya.

Diketahui, empat terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di beberapa tempat di Bandar Lampung, Senin (14/10/2019) siang.

Keempat terduga teroris itu berinisial R, AH, Y, dan T. Keempatnya ditangkap karena diduga terlibat jaringan teroris yang juga menyeret nama Abu Rara, pelaku penusuk Menko Polhukam Wiranto.

 

Sumber : suara.com

Kelabakan soal Kakak Pembina, Pengakuan Buzzer Pendukung Jokowi

Kelabakan soal Kakak Pembina, Pengakuan Buzzer Pendukung Jokowi

PT BESTPROFIT – Orang-orang yang giat menulis artikel mendukung pemerintah dan Presiden Jokowi di media-media sosial disebut memunyai ‘kakak pembina’, sebenarnya siapa?

Potret itu mengabadikan momen sejumlah pegiat media sosial seperti Denny Siregar, Pepih Nugraha, Yusuf Muhammad, Abu Janda, dan lainnya meriung di satu ruangan.

Namun, tulisan akun Seword sebagai keterangan foto itu yang lantas memicu perdebatan panas. Berikut tulisan keterangan foto itu:

Lima kali debat capres cawapres, lima kali pula kami berkumpul nonton bersama. Membuat konten secara spontan, merespons setiap pernyataan.

Tim ini memang tak terlihat. Selain Kakak Pembina dan Presiden, tak ada yang benar-benar tahu komposisi tim ini.

Seperti halnya Avengers, setiap orang saling menjaga, menahan diri untuk tidak mengambil gambar. Tapi saya pikir momen ini sayang untuk tidak dibagikan dan diceritakan.

 Kekinian, orang-orang sibuk kasak-kusuk mencari kebenaran ada atau tidaknya “buzzer istana”. Ada pula yang berdebat, tentang siapa sosok “kakak pembina” yang disebutkan dalam tulisan singkat itu.

MENDHANG KAMULAN: Kutukan di Tanah Jawa, adalah novel yang lahir dari tangan Kujitow Elkayeni, setahun lalu.

Tapi jauh sebelum itu, Jito sudah dikenal sebagai penulis beragam artikel mendukung pemerintah dan Presiden Jokowi di laman daring SewordBEST PROFIT

Namun, Jito tegas menolak disebut sebagai buzzer, apalagi dinamakan sebagai buzzer istana.

“Tidak ada itu buzzer istana. Kalau soal istilah ‘kakak pembina’, itu cuma gimik Alif (Alifurrahman S Asyari; Pemred Seword),” kata Jito.

“Gimik? Maksudnya? Untuk apa Seword membuat gimik seperti itu?” kata saya.

 “Itu Alif menyindir beberapa organisasi relawan, yang belakangan ini seakan-akan merasa paling berjasa dalam memenangkan Jokowi saat Pilpres 2019,” ungkapnya.

Namun, Jito mengakui gimik itu justru menjadi “bumerang”. Sebab, gara-gara unggahan itu, banyak pihak menilai Seword Cs memproduksi artikel mendukung pemerintah atas pesanan seseorang yang disebut ”kakak pembina”.

“Kelabakan juga akhirnya buat menangkis,” tukasnya.

“Apa benar, setelah Jokowi menang pilpres, banyak organisasi relawan sekarang sedang mencari perhatian?” tanya saya.

“Ya memang, menjelang Oktober, banyak orang menunjukkan kerelawanannya. Masing-masing merasa paling berjasa. Makanya Alif itu sebenarnya menyindir,” jawabnya.

“Soal ‘Kakak Pembina’ apa yang Mas Jito tahu?” tanya saya.

“Awalnya dari Alif kan, itu awalnya ya sidiran. Kalaupun dimaksudkan siapa itu ‘Kakak Pembina’, sebenarnya bukan satu orang.”

 “Jadi ‘kakak pembina’ itu banyak?”  BESTPROFIT

“Artinya, siapa di organisasi relawan yang dulu mengoordinasikan relawan, biasanya disebut sebagai kakak pembina. Misalnya di Seword, Alif itu bisa disebut sebagai ‘kakak pembina’ bagi kami. Jadi, kalau dimaksud ‘kakak pembina’ itu dari tangan kanan pemerintah, tidak ada,” klaimnya.

JITO MENGAKU mulai intens menulis soal politik sejak 2014. Sebelumnya, Jito hanya menulis menyoal sastra.

Jito mengaku awalnya terdorong menulis soal politik tatkala melihat Jokowi begitu banyak mendapat serangan isu-isu negatif dari tabloid Obor Rakyat.

“Karena kontestasi politik sedemikian keras, saya ikut masuk membela. Karena saya berpendapat Pak Jokowi orang baik, difitnah, diserang terus,” tutur Jito.

Tapi, Jito mewanti-wanti jangan menyebut dirinya sebagai buzzer ataupun influencer. Jito mengaku hanyalah penulis biasa di Seword.

 Kebetulan, Jito juga mengenal dekat dengan Pimpinan Redaksi Seword yakni Alif. Mereka saling mengenal lantara berada di lingkaran yang sama, yakni pendukung Jokowi.

“Artikel opini di Seword propemerintah dan Jokowi?” tanya saya.

“Narasi secara umum memang positif ke pemerintah. Seword kan partisan, berpihak ke pemerintah. Jadi narasi utamanya tetap mendukung pemerintah, itu pasti,” kata Jito.

“Apa ada permintaan khusus dari redaksi untuk anda menulis topik tertentu?” tanya saya.

“Kalau topik kamu harus menyerang ini, menyerang itu, enggak ada,” ungkapnya.

“Mas Jito dibayar berapa setiap kali menulis di Seword?”

“Tergantung yang baca. Semakin banyak yang baca, semakin besar. Sebenarnya kalau dihitung nominal, kecil.”

 “Saya kan bekerja juga. Saya tidak hidup dari situ.”

“Tapi Mas Jito sering menulis opini pro-Jokowi, apa sebatas preferensi politik saja? Atau ada keuntungan lain?” tanya saya.

“Kalau maksudnya dapat dari istana enggak. Tapi kalau ada keuntungan dari yang lain, mungkin ada ya. Karena itu kan berjejaring begitu. Tapi kalau dibilang dari istana dapat jatah, itu enggak ada,” tegasnya.

 

Sumber : suara.com

Perluasan Ganjil Genap Resmi Berlaku, Pelanggar Bisa Dihukum Penjara

Perluasan Ganjil Genap Resmi Berlaku, Pelanggar Bisa Dihukum Penjara

PT BESTPROFIT – Mulai hari ini, Senin (9/9/2019) perluasan sistem ganjil genap di 25 titik ruas jalan di Jakarta resmi berlaku. Tak main-main, polisi akan menilang para pelanggar dengan denda Rp 500 ribu.

Perluasan tersebut berlaku pada hari Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Lalu pada sore hari mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Hanya saja, untuk hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional, aturan tersebut tidak berlaku. BEST PROFIT

“Pelanggar dikenakan sanksi dua bulan penjara atau denda administrasi sebesar maksimal Rp 500 ribu,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M. Nasir saat dikonfirmasi, Senin (9/9/2019)

Hukuman penjara maupun denda Rp 500 ribu tertuang pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. BESTPROFIT

Berikut ini 25 rute ganjil-genap yang diperluas:

1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati (mulai dari simpang Jl Ketimun 1 sampai simpang Jl TB Simatupang)

11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan S. Parman (mulai dari Simpang Jl Tomang Raya sampai Simpang Jl KS Tubun)
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan MT Haryono
18. Jalan HR Rasuna Said
19. Jalan DI Panjaitan
20. Jalan Jenderal A Yani (mulai dari simpang Jl Perintis Kemerdekaan sampai simpang Jl Bekasi Timur Raya)

21. Jalan Pramuka
22. Jalan Selemba Raya sisi barat, Jalan Salemba Raya sisi timur
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalam Gunung Sahari

 

Sumber: suara.com