PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: news

Libur Natal, Ini Rekayasa jika “Brexit” Macet Panjang

Kondisi pintu keluar Gandulan di Jalan Tol Brebes (Kaligangsa) - Gringsing (Batang), Jumat (23/6/2017).

PT BESTPROFIT – Polda Jawa Tengah mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan panjang di pintu keluar (Exit) Tol di Kaligangsa, Kabupaten Brebes, Jateng saat libur Natal dan tahun baru 2018.

Untuk antisipasi itu, Polda Jawa Tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas agar kemacetan tak menumpuk di jalan tol.

“Masalah lalu lintas dimungkinkan terjadi kepadatan di ‘ Brexit’ (saat Natal),” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, seusai apel Natal dan Tahun Baru tingkat Jateng di Kota Tegal, Kamis (21/12/2017) kemarin.

Kepadatan lalu lintas mungkin terjadi lantaran jalan alternatif mudik yang digunakan saat Lebaran lalu saat ini sedang dikerjakan.

Oleh karenanya, pintu jalan tol terakhir yang dilalui pemudik dari Jakarta yaitu di Exit Toll Kaligangsa di Brebes Timur.

Meksi diprediksi volume kendaraan meningkat, Polda menilai kenaikan kendaraan tidak terlalu signifikan.

BEST PROFIT “Tapi volumenya tidak seperi Lebaran lalu. Langkah kita koordinasi dengan Polda Jabar dan DKI,” ujar mantan Kakorlantas Polri ini.

Untuk menjamin kelancaran lalu lintas, Polda melakukan antisipasi kemacetan. Pertama, jika antrean kendaraan pemudik di Exit Toll Brebes Timur lebih dari 1 kilometer, maka kendaraan akan diarahkan atau dikeluarkan di pintu tol sebelumnya, baik di Jateng maupun di Jawa Barat.

“Kalau antrian di Brexit sudah 1 kilometer, di Jabar akan dikeluarkan ke arah Pantura,” tambahnya.

Selain jalur Pantura, Jalur selatan juga diantisipasi beberapa titik kemacetan. Untuk di titik siaga, polisi memasang posko dan barikade untuk menghindari adanya kecelakaan.

Kapolri Polisi Tito Karnavian bahkan pada Kamis siang harinya ikut mengecek kesiapan jajarannya dalam operasi Natal dan tahun baru 2018.

Saat pengecekan, Tito sempat memberi pengarahan selama lebih 1 jam di ruang rapat di pintu tol keluar Brebes Timur di Kaligangsa, Kabupaten Brebes. BESTPROFIT

Selain Tito, hadir dalam tinjauan Natal dan Tahun Baru Asisten Operasi Kapolri Irjen M Iriawan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Ari Setiadi Moerwanto.

Ada juga Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjend Wuryanto, General Manager Pertamina MOT IV Yanuar Budi Hartanto, serta para Kapolres terkait.

Sebelum kunjungan Kapolri, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga telah memimpin apel terkahir untuk memastikan kesiapan terkahir di alun-alun balaikota Tegal, Jawa Tengah.

Sumber: kompas.com

Di Puncak Gunung Agung Muncul Kepalan Tangan

q

BEST PROFITGunung Agung kembali meletus pada hari ini, Senin (11/12/2017). Hal itu menandakan aktivitas vulkanik di Gunung Agung masih tinggi.

 

Namun, pada erupsi kali ini, kolom abu atau asap yang dikeluarkan dari Gunung Agung tampak seperti kepalan tangan raksasa yang menyembul dari kawah gunung. “Kepalan tangan” raksasa itu terlihat pada pukul 04.56 Wita. PT BESTPROFIT

 

Foto fenomena langka itu disebarluaskan oleh Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. BESTPROFIT

 

“Erupsi kecil dengan kolom abu mirip tangan terkepal dari kawah Gunung Agung pada 11/12/2017 pukul 04.56 Wita. Aktivitas vulkanik masih tinggi. Status Awas (level 4),” tulis Sutopo dalam akun Twitter-nya, @Sutopo_BNPB.

 

Selain itu, embusan asap berwarna putih kelabu dari kawah makin sering terjadi di Gunung Agung.

 

“Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500 meter di atas puncak kawah,” ucap Sutopo.

 

Meski begitu, Bandara Internasional Ngurah Rai dan Lombok beroperasi normal.

 

Muntahkan Butiran Debu

Pada saat erupsi, Gunung Agung memuntahkan butiran debu.

 

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelaskan, ‎butiran berwarna abu berbentuk bundar produk erupsi Gunung Agung. Dalam istilah vulkanologi dinamakan accretionary lapilli.

 

“(Accretionary lapilli) ini dapat terbentuk pada kolom erupsi karena kondisi kelembaban dan gaya elektrostatis,” ujar Devy, Sabtu (9/12/2017).

 

Dia mengatakan, kondisi yang dimaksud terjadi saat material abu berinteraksi dengan air. “Bisa air dari kawah (sehingga ini sering diasosiasikan dengan letusan freatomagmatik),” tutur dia.

 

“Tapi kelembaban ini juga bisa bersumber pada kondisi meteorologis, misal abu yang disemburkan berinteraksi dengan awan hujan,” Devy menambahkan.

 

Saat kondisi itu terpenuhi, maka kumpulan ‎abu tersebut menjadi berbentuk bulat. “Jadi, itu sebenarnya masih abu, tapi terkumpul jadi berbentuk granule (bulat-bulat kecil),” kata Devy.‎

 

Dalam laporan Magma VAR Indonesia, Gunung Agung teramati menyemburkan asap kelabu setinggi 2.000 meter. Abu vulkanik berbentuk bundar juga dimuntahkan bersama dengan erupsi tersebut. Asap warna kelabu intensitas tebal, tekanan sedang dengan ketinggian 2.000 meter di atas puncak. Arah asap condong ke barat laut.

 

Sumber

liputan6.com

Ini cara jitu KKP bantu nelayan Natuna, termasuk memberi 60 kapal

PT BESTPROFIT – Keseriusan pemerintah dalam mengembangkan industri perikanan bisa dilihat melalui pembangunan infrastruktur berupa Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Kabupaten Natuna. SKPT ini dibangun di Selat Lampa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemda untuk mendukung kesejahteraan penduduk Natuna.

“Sektor perikanan merupakan satu dari lima percepatan pembangunan yang diarahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Kabupaten Natuna selain keamanan, lingkungan hidup, dan migas. Salah satu bukti fisik dari pembangunan ini adalah melalui SKPT,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Suherman di Natuna, Selasa (5/12).

Suherman menjelaskan, SKPT memiliki berbagai prasarana mumpuni yang bisa mendukung kegiatan melaut para nelayan Natuna, seperti tempat penyimpanan atau pengawetan ikan (cold storage) kapasitas 200 ton, penjualan, pelelangan, dan SPBU-N. Selain itu, melalui program SKPT, KKP juga memberikan sarana berupa perlengkapan melaut bagi para nelayan. BEST PROFIT

“KKP membantu dalam memberikan kapal penangkap ikan untuk para nelayan. Kapal ini ada 60 buah, dan berdasarkan informasi terakhir 8 kapal baru saja sampai sedangkan 16 lainnya masih di perjalanan. Sisanya masih dalam tahap pembuatan. Nantinya kapal-kapal ini akan diberikan kepada para nelayan yang tergabung dalam satu koperasi,” paparnya.

Selain diberi kapal, para nelayan juga akan diberi pelatihan menangkap ikan dengan menjaring. Tujuannya agar hasil tangkapan bisa lebih maksimal mengingat selama ini para nelayan hanya menangkap ikan dengan sistem pancing umpan.

BESTPROFIT “Selama ini mereka menangkap ikan secara individu dan sekarang kami berencana mengubah sistemnya dengan perkelompok agar lebih maksimal. Kami juga merencanakan pemberian edukasi kepada nelayan. Sekitar 200 nelayan yang telah tergabung dalam koperasi akan diajari menangkap ikan dengan menjaring,” jelasnya.

Saat ini perusahaan yang baru bergabung dengan SKPT adalah Perum Perindo. Meski wilayah SKPT masih dalam proses pembangunan, namun transaksi antara nelayan dan Perindo sudah berjalan dengan fasilitas yang sudah tersedia.

“Hadirnya Perindo memberi keuntungan besar bagi nelayan. Dan melihat harga hasil tangkapan yang ditawarkan pun cukup bersaing. Misalnya, untuk gurita kalau di pasaran harga perkilo-nya Rp 12-13 ribu paling tinggi Rp 15 ribu. Tapi Perindo membuka harga sebesar Rp 30 ribu perkilo. Ikan tertentu juga dihargai kisaran Rp 45-60 ribu. Dari segi ekonomi masyarakat Natuna jelas terbantukan,” tutupnya.

Sumber: merdeka.com

TNI Pastikan Serius Tangani Kasus La Gode yang Tewas di Markas Tentara

Wakil Koordinator Bidang Advokasi Komisi Untuk Orang Hilang (Kontras) Yati Andriani memberikan keterangan pers di Kantor KontraS, Jakarta, Rabu (3/8/2016)

BEST PROFIT – Detasemen Polisi Militer XVI/1 Ternate memastikan, pihaknya serius mengusut tewasnya warga Maluku Utara,La Gode, akibat dikeroyok.

Gode dikeroyok massa di sekitar lokasi Pos TNI Satgas Yonif RK 732/Banau. Muncul dugaan pemukulan dilakukan oknum tentara.

Dan Denpom Ternate Letkol Cpm Ali Mustofa mengatakan, secara intensif, penyidik telah menyelidiki kasus kematian La Gode di Taliabu dengan memeriksa sembilan saksi, baik dari pihak TNI, Polri, maupun masyarakat sipil.

“TNI tidak akan menutup-nutupi. Apabila memang benar terbukti ada keterlibatan oknum TNI dalam kasus La Gode, TNI akan mengambil langkah tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Hal ini sekali lagi menegaskan bahwa TNI tak main-main dalam kasus La Gode,” ujar Ali melalui keterangan tertulis, Rabu (29/11/2017) malam.

Sembilan saksi diperiksa, yakni tiga prajurit TNI berinisial RB, DS, dan JN, seorang anggota Polri berinisial JA; dan lima warga sipil berinisial JR, AH, LS, AS, dan YT.

Pemeriksaan dilakukan di Markas Denpom XVI/1 Ternate, Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Maluku Utara.

Dari pemeriksaan kesembilan saksi itu, ada tujuh saksi tambahan yang dipanggil untuk diperiksa.

Surat panggilan itu sudah diterima saksi, tetapi mereka kesulitan hadir.

BESTPROFIT “Namun, hingga saat ini terkendala masalah transportasi dari Taliabu ke Ternate sehingga para saksi belum dapat memberikan keterangan,” kata Ali.

Ali mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, belum ada yang mengarah pada keterlibatan oknum TNI. Meski demikian, penyelidikan masih berlanjut dan dilakukan secara profesional.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan Denpom XVI/1 Ternate, tetapi juga dari Pomdam XVI/Pattimura. Mereka sudah berangkat ke Taliabu untuk melakukan pemeriksaan di Lede.

La Gode tewas

Warga Maluku Utara bernama La Gode tewas setelah dianiaya massa. Gode diduga dikeroyok karena diduga mencuri 5 kilogram singkong parut milik warga.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Maromoi, Maluku Utara, menduga kuat bahwa Gode adalah korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Kami menduga kuat Gode adalah korban penyiksaan hingga tewas oleh tentara,” ujar Koordinator Kontras Yati Andriani kepada Kompas.com, Selasa (28/11/2017).

Dari hasil investigasi, Kontras dan LBH Maromoi mencatat, pria asal Pulau Taliabu, Maluku Utara, tersebut awalnya dituduh mencuri singkong parut (gepe) seharga Rp 25.000 milik seorang warga bernama Egi pada awal Oktober 2017.

Polisi kemudian menangkap dan melakukan penggeledahan. Bahkan, Gode ditahan lima hari di Pos Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau.

“Penggeledahan, penangkapan, dan penahanan oleh anggota pospol tidak sesuai prosedur. Semua tindakan yang dilakukan aparat tanpa disertai surat-surat resmi dari polisi. Penahanan selama lima hari di pos satgas TNI juga tidak disertai status hukum yang jelas,” ujar Yati.

Pada hari kelima ditahan tanpa menandatangani suatu surat apa pun, Gode melarikan diri. Selama pelarian, ia bertemu istrinya, YN.

Gode menceritakan kepada YN penyiksaan yang dilakukan aparat terhadapnya selama dalam tahanan.

Sekujur tubuhnya sakit, terutama pada bagian rusuk dan punggung. Gode menyebut rasa sakit datang akibat dihajar habis-habisan oleh anggota pos satgas.

Gode tidak kuat menerima siksaan itu sehingga memilih melarikan diri.

Tewas mengenaskan 

Pada Selasa, 24 Oktober 2017, YN bak tersambar petir. Pertemuan dengan suaminya merupakan pertemuan terakhir. Gode ditemukan tewas di dalam pos satgas.

Kondisi jenazah Gode saat dibawa menuju puskesmas untuk dilakukan visum sangat mengenaskan.

“Hal ini membuktikan bahwa kematian La Gode bukan berada di dalam lingkungan masyarakat akibat adanya pengeroyokan massa,” ujar Yati.

Yati mengatakan, memang ada surat yang dikumpulkan TNI berisi tanda tangan warga. Namun, surat itu tidak menjelaskan bahwa Gode dikeroyok massa hingga tewas. PT BESTPROFIT

Surat itu adalah persetujuan warga terhadap keberadaan pos satgas tetap berada di daerah itu. Surat itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa yang dialami Gode.

Menyesakkan bagi YN. Sang suami pergi tak kembali, ia justru diminta anggota pos satgas untuk tidak melapor ke polisi atas kematian Gode.

Permintaan itu cenderung intimidatif. Anggota pos satgas memberikan uang kerahiman sebesar Rp 1,4 juta per bulan. Mereka berjanji memberikan uang dengan jumlah itu hingga sembilan bulan ke depan.

“Namun, atas pendampingan kami, YN sudah melapor atas tewasnya suaminya pada 20 November 2017 ke Polda Maluku Utara. Surat (laporan) nomor LP/30/XI/2017. YN juga sudah melapor ke Propam Polda Maluku Utara dengan surat nomor STPL/29/XI/2017/Yanduan,” ujar Yati.

Setelah aduan itu, anggota pos satgas mendatangi kediaman YN. Mereka menanyakan keberadaan YN yang kebetulan tidak ada di rumah.

“Terhadap fakta–fakta di atas, kami menganalisis, dalam kasus kematian La Gode terdapat pola–pola yang dipakai anggota pos satgas dan anggota pospol membelokkan fakta peristiwa yang sesungguhnya terjadi. La Gode sebenarnya menjadi korban dalam kasus ini dengan dicari–cari kesalahannya. La Gode dianggap melakukan tindak pidana sehingga pantas disiksa hingga tewas,” ujar Yati.

“Kami juga menyesalkan bahwa tidak berjalannya proses hukum sebagaimana yang diatur di dalam undang-undang akan berdampak pada tindak kesewenang-wenangan aparat penegak hukum di daerah-daerah terpencil seperti ini,” lanjutnya.

Lapor LPSK

Yati sudah bertemu Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Selasa siang. Kontras mendesak LPSK memberikan perlindungan maksimal terhadap YN beserta keluarganya.

LPSK secara khusus diminta untuk melindungi saksi-saksi yang mengetahui tindakan sewenang-wenang yang diduga dilakukan aparat kepada Gode.

“Selain itu, Kontras juga mendesak LPSK mengawal proses hukum yang tengah berjalan, baik di POM TNI, Propam Polda Maluku Utara, maupun Polda Maluku Utara,” ujar Yati.

Sumber: kompas.com