PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: Post

PT Bestprofit – Raja Peritel Asia yang Gagal Menaklukkan Pasar Indonesia

Raja Peritel Asia yang Gagal Menaklukkan Pasar IndonesiaPT Bestprofit  – Kultur berbelanja masyarakat Indonesia sudah jauh bergeser. Warung-warung, kedai kelontong, toko-toko grosir, pasar tradisional semakin tergusur oleh gerai-gerai ritel modern mulai dari yang mini, super, sampai yang hyper.

Bocah-bocah tak lagi membeli permen dan kerupuk di warung tetangga. Mereka mulai melakukan aktivitas jajan di gerai ritel modern terdekat, di Indomaret, Alfamart, Circle K, Lawson, Family Mart atau gerai-gerai sejenis lainnya.

Gerai-gerai itu lebih nyaman dan mentereng dari warung-warung tradisional. Berbagai makanan dan minuman terpajang rapi, ruangannya berpendingin udara, terkadang harganya lebih murah pula. Maklum saja, gerai-gerai itu bermodal lebih besar dibandingkan kios-kios di pinggir jalan.

Kelas menengah mulai jarang ke pasar tradisional. Berbagai supermarket dan hypermarket sudah menyediakan segala kebutuhan, mulai dari sayur, ikan, bumbu masak sampai barang-barang elektronik. Semuanya ada di satu tempat, tak perlu keluar masuk toko dan keliling di pasar yang panas dan becek. Apalagi sebagian hypermarket dibangun persis di dekat pasar tradisional.

Di Medan, Carrefour milik CT Corp dibangun tepat di samping pasar tradisional. Di Depok, gerai Transmart—brand baru CT Corp sebelum benar-benar melepas Carrefour— juga dibangun tepat di depan pasar tradisional. Pedagang-pedagang warung kelontong di pasar tradisional itu perlahan kehilangan pelanggannya yang memilih membeli tepung di Carrefour atau Transmart.

Invansi gerai-gerai ritel tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di berbagai negara. Brand-brand ritel internasional kian menjangkau negara-negara berkembang. Di Asia Pasifik, AEON Department Store—peritel asal Jepang—menjadi yang terbesar dengan total penjualan $29,87 miliar pada 2016.

Menurut Euromonitor International , di peringkat ke dua, bertengger 7-Eleven Jepang. Total penjualan minimarket itu mencapai $27,2 miliar sepanjang tahun lalu. Di Jepang, ada 19.672 gerai milik 7-Eleven.

Family Mart dan Circle K ada di peringkat ke 5 dengan total penjualan sepanjang 2016 mencapai $17,28 miliar. Lawson yang juga berasal dari Jepang berada di peringkat 10. Tahun lalu, ia mencatatkan total penjualan $13,78 miliar.

Brand-brand yang berada di peringkat sepuluh besar itu juga ada di Indonesia. Namun, mereka belum berhasil menjadi raja. Mei 2015 lalu, AEON meresmikan gerai ritel pertamanya di Indonesia bernama AEON Mall. Pusat perbelanjaan seluas 100 ribu meter persegi itu adalah hasil kerja sama AEON Mall dengan Sinar Mas Land. Sampai saat ini, hanya ada satu gerai AEON di Indonesia. Ia masih kalah besar dengan Carrefour atau Transmart, Lottemart, atau Hypermart.

Nasib 7-Eleven (Sevel) di Indonesia juga tak sebaik di Jepang. Inovasi Sevel untuk menjadi semi-restoran malah menjadi bumerang yang membuatnya harus menaikkan harga jual dan membayar pajak lebih besar. Di negara-negara lain, Sevel hanya toko ritel saja, tempat orang-orang membeli berbagai keperluan lalu pulang, bukan tempat membeli sebotol air mineral lalu duduk berjam-jam yang bisa membuat biaya operasional Sevel membengkak. Ini karena Sevel juga menyediakan colokan tempat konsumennya bisa mengisi daya ponsel atau laptop.

Di Indonesia, lisensi Sevel dipegang oleh PT Modern Sevel Indonesia, anak usaha dari PT Modern International Tbk. Sevel masuk ke Indonesia pada tahun 2008. Sampai tahun 2014, jumlah gerai Sevel di Jakarta mencapai 190. Namun, tahun-tahun berikutnya Sevel mulai terseok. Sejak 30 Juni lalu, gerai-gerai Sevel bahkan resmi tutup . Tak ada lagi Sevel di Indonesia.

Ketika pertama kali hadir, Sevel praktis hanya bersaing dengan Circle K. Sejak 2011 saingan Sevel bertambah. Lawson, yang juga merupakan toko kelontong asal Jepang dengan konsep mirip Sevel, masuk ke Indonesia pada 2011.

Ada juga Family Mart yang masuk Indonesia pada tahun 2013. Gerai-gerai milik Family Mart terhitung lebih sedikit dari segi jumlah. Tetapi harga yang dibanderol lebih murah dari Sevel dan ia punya gerai dengan ukuran yang jauh lebih besar dari Sevel. Maka jika ada gerai Sevel dan Family Mart bersebelahan, Sevel akan tampak seperti pecundang yang pelanggannya direbut orang.

Meski begitu, Lawson, Family Mart, atau Circle K yang masuk dalam 10 besar peritel di Asia Pasifik itu pun tak menjadi raja di Indonesia. Tiga convenience store itu masih kalah bersaing dari segi harga dengan peritel-peritel asal Indonesia seperti Indomaret atau Alfamart.

Untuk kelas minimarket dan convenience store, Indomaret terbilang paling besar. Ia hadir hingga ke daerah-daerah, bukan hanya di kota-kota besar. Tahun 2016, omzetnya lebih dari Rp50 triliun. Tahun ini, brand waralaba yang dikelola PT Indomarco Prismatama ditargetkan meraup omzet 20 persen lebih besar.

Sampai 2016, ada 13.900 gerai Indomaret di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan jumlah outlet mencapai 14. 000. Meski bisnisnya cukup besar di Indonesia, Indomaret belum bisa masuk dalam 40 besar peritel di Asia Pasifik.

Pangsa pasar Indonesia memang cukup besar dan menggiurkan. Namun, pasar yang besar itu terbukti tidak mudah ditaklukkan, bahkan oleh para jawara ritel kelas Asia Pasifik. Butuh konsep bisnis yang tepat dan pemahaman terhadap pasar yang baik agar para ritel itu bisa menguasai pasar Indonesia.

PT Bestprofit

Best Profit – Mengapa Pria Sebaiknya Tidak Kencing Sambil Berdiri

Mengapa Pria Sebaiknya Tidak Kencing Sambil BerdiriBest Profit – Ginanjar pernah terlibat perdebatan yang biasanya dialami remaja-remaja pria: lebih baik kencing berdiri atau kencing duduk?

“Aku dulu kencing berdiri. Rasanya aneh saja kalau mesti kencing jongkok atau duduk di jamban,” kenangnya.

Kebanyakan kawan-kawannya juga berpikiran sama. Bahkan beberapa kawannya yang lain menganggap kencing jongkok atau duduk akan melunturkan kualitas kejantanan mereka.

“Ada yang bilang gini: yang kencing jongkok mending potong aja,” Ginanjar menirukan omongan kawannya.

Tapi, satu-dua kawan lain berpendapat beda. Menurut mereka, kencing tak seharusnya berdiri. “Mereka lebih bawa-bawa (argumen) agama, sih. Karena di Islam, kan, dianjurkan untuk kencing jongkok,” kata Ginanjar. Supaya najis yang ada di air seni tak menyebar atau terpercik ke mana-mana.

Ginanjar sendiri sekarang mengaku lebih sering kencing duduk. Ia sempat membaca bahwa posisi saat kencing berpengaruh pada kesehatan tubuh pria. Ketika jalan-jalan di mal, misalnya, Ginanjar mengaku akan lebih memilih mengantre bilik yang ada jambannya, ketimbang kloset khusus pria yang memang disediakan untuk kencing.

Kebiasaan baru Ginanjar ini memang tepat. Menurut peneliti departemen urologi di Leiden University Medical Center di Belanda, kencing berdiri berpengaruh terhadap kesehatan prostat pria. Mereka mengumpulkan dan menganalisis sebelas studi untuk membandingkan efek kencing duduk versus berdiri. Penelitian itu mengerucut pada tiga kunci yang menjadi parameter urodinamik yang erat kaitannya dengan kesehatan prostat pria. Tiga hal itu di antaranya: laju alir maksimum urin, waktu buang air kecil, dan volume post-void (jumlah urin yang tersisa di kandung kemih).

Hasil meta-analisis mereka menunjukkan, pria dengan jalur urin lebih rendah (LUTS) alias yang terbiasa kencing duduk, mampu mengosongkan kandung kemihnya sampai tuntas. Dalam studi itu, pria dengan LUTS meninggalkan lebih sedikit 25 milimeter urin di kandung kemih mereka, dan punya waktu kencing lebih sebentar, rata-rata 0,62 detik, ketimbang kencing berdiri.

Hal ini dianggap dapat memengaruhi kesehatan tubuh pria. LUTS memengaruhi kesehatan 40 persen pria yang biasa kencing duduk seperti peningkatan frekuensi kencing, buang air kecil yang menyakitkan, dan masalah pengosongan kandung kemih yang tak lengkap—beberapa ihwal yang paling umum meningkatkan pembesaran prostat, atau bahkan menimbulkan kanker prostat.

Sejumlah negara bahkan tegas perkara hal ini. Pada 2012 lalu, misalnya, Swedia dan Taiwan membuat aturan untuk melarang pria kencing berdiri. Viggo Hansen, seorang anggota DPR di Swedia mengusulkan aturan yang menegaskan para pria agar tak lagi kencing berdiri karena dianggap menjijikkan dan tak sehat. Ia juga mengampanyekan kalau kencing duduk dapat meningkatkan kualitas seks pria.

Sementara pemerintah Taiwan, lewat Menteri Administrasi Perlindungan Lingkungan, Stephen Shen, mengimbau warganya untuk tidak lagi mengikuti cara kencing tradisional. Di Jepang, pada 2007, sebuah poling menunjukkan bahwa 49 persen pria Jepang yang sudah menikah lebih memilih kencing duduk karena para istrinya menyuruh demikian.

Gangguan pada prostat akibat gaya kencing, bila diulur lebih jauh, memang dapat berpengaruh pada pola tidur, yang akhirnya berdampak pada menurunnya kadar testosteron pada pria. Kurangnya hormon itu pada akhirnya akan berdampak menurunnya gairah seks.

Tapi sebagian orang memang masih belum terbiasa. Ginanjar bilang, masih banyak pria yang tidak paham hal ini dan mengaitkan cara kencing dengan kualitas kenjantanan. “Padahal kalau aku cuma supaya lebih sehat,” kata Ginanjar. Best Profit

 

PT Bestprofit : Bagaimana Yasonna Laoly Muncul dalam Kasus e-KTP?

Bagaimana Yasonna Laoly Muncul dalam Kasus e-KTP?PT Bestprofit – Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (3/7/2017). Sekitar pukul 10.50 WIB, politikus PDIP itu terlihat serius memasuki Gedung Merah Putih KPK. Yasonna mau berbicara banyak kepada awak media sekitar pukul 15.25 WIB setelah selesai diperiksa.

Yasonna mengaku ditanya sebagai saksi tersangka Andi Agustinus atau Andi Narogong dan mantan Direktur jenderal Dukcapil Kemendagri Irman dan pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP Sugiharto.

“Saya ditanya sebagai saksi, datang sebagai saksi mengenai kasus e-KTP tentang Andi Narogong, Irman dan Sugiharto,” ujar Yasonna usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Yasonna mengaku dirinya tidak ditanya banyak oleh penyidik. Ia tidak mengingat jumlah pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Akan tetapi, politikus PDIP itu mengingat kalau ia sempat ditanya identitas diri dan pekerjaan selama di DPR — hal yang jamak dilakukan di awal pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

Saat dikonfirmasi awak media tentang aliran dana, Yasonna tidak ingin menjawab secara gamblang. Ia membantah dirinya sempat diminta KPK mengembalikan aliran dana maupun mendapat aliran dana sebesar USD 84.000. Politikus PDIP itu hanya menegaskan ia telah menjawab segala hal yang ia ketahui tentang e-KTP, termasuk masalah dugaan aliran dana.

“Pokoknya saya sudah memberikan keterangan kepada penyidik. Titik. Biarkan penyidik yang menata,” tutur Yasonna.

Melihat Posisi Yasonna dalam perkara eKTP

Masuknya nama Yasonna dalam proyek e-KTP sempat membuat politikus PDIP itu terperanjat. Dalam keterangan tertulis yang diterima awak media sebelum pemeriksaan, mantan Anggota Komisi II DPR itu membantah menerima aliran dana proyek e-KTP. Ia mengklaim tidak pernah berhubungan dengan Irman maupun Sugiharto selaku terdakwa proyek e-KTP.

“Saya kaget mendengar nama saya dicatut dan dituduh menerima dana bancakan e-KTP. Saya tidak pernah menerima dana tersebut dan tidak pernah berhubungan dengan para terdakwa dalam proyek e-KTP,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang beredar di awak media, Minggu (2/7/2017).

Keterangan tersebut dibenarkan oleh Penasihat hukum Irman dan Sugiharto, Soesilo Aribowo. Soesilo menegaskan kedua kliennya tidak pernah bertemu dengan Yasonna H. Laoly selama ini.

“Gak kenal. Nggak pernah ketemu,” ujar Soesilo saat dihubungi Tirto, Senin (3/7/2017).

Soesilo mengatakan, kedua kliennya pun membantah pernah menyerahkan dana korupsi e-KTP kepada politikus PDIP itu. Soesilo menegaskan, pihaknya tidak tahu menahu agenda pemeriksaan Yasonna. Ia beralasan, perkara Irman dan Sugiharto akan membacakan pembelaan usai pembacaan tuntutan di Gedung Tipikor, Jakarta, Senin (22/6/2017) lalu. Ia melihat KPK tengah mendalami hal lain lewat pemanggilan Yasonna.

“Segala sesuatu termasuk pemanggilan Pak Laoly saya dan klien tidak tahu. Mungkin pengembangan baru untuk tersangka baru atau apa saya tidak tahu,” jelas Soesilo.

Bagaimana Nama YasonnaMuncul dalam Tuntutan?

Soesilo pun angkat bicara tentang asal mula terjeratnya nama Yasonna dalam kasus proyek e-KTP. Ia mengaku, nama Yasonna tidak pernah muncul dalam penyidikan. Politikus PDIP tersebut baru dinyatakan terlibat proyek e-KTP setelah KPK  membacakan dakwaan.

“Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka tidak ada (nama Yasonna), tapi pernah disinggung oleh JPU dalam dakwaan,” tutur Soesilo saat dihubungi Tirto, Senin (3/7/2017).

Soesilo menduga, nama Yasonna masuk di lembar tuntutan karena ada pihak lain yang menyebut nama Menkumham itu menerima aliran dana e-KTP. Seingat pria yang juga pengacara politikus Golkar Chairun Nisa ini, nama Yasonna sempat disinggung oleh sejumlah anggota DPR. Sayang, Soesilo tidak ingat nama saksinya.

“Pak Irman dan Sugiarto tidak pernah menyebut Pak Yasonna, karena memang tidak kenal. Ada saksi yang berbicara adanya penerimaan uang itu untuk Pak Yasonna, tapi bukan klien saya,” kata Soesilo.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menegaskan, mereka memasukkan nama Yasonna dalam dakwaan guna mendalami masalah korupsi proyek yang merugikan negara Rp 2,3T. Yasonna dibutuhkan guna mengonfirmasi keterangan yang sebelumnya hilang.

“Ada proses pembahasan anggaran, ada proses pengadaan. Bisa saja orang yang mengetahui proses pengadaan belum tentu mengetahui pembahasan anggaran. Jadi kalau ada terdakwa yang diduga berperan dalam proses pengadaan, dia tidak mengetahui ada, misalnya, info-info dalam proses penganggaran, itu wajar-wajar saja dalam kasus,” tutur Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin.

KPK memanggil Yasonna guna mendalami perkara proyek e-KTP dengan saksi Andi Narogong. KPK tidak mempermasalahkan apakah Irman dan Sugiharto mengenal Yasonna atau tidak. Lembaga antirasuah hanya ingin perkara e-KTP bisa selesai. Tidak lupa, Febri menambahkan, kalau mereka sudah berusaha memfasilitasi Yasonna membersihkan namanya dalam kasus e-KTP. Namun, Yasonna sulit memenuhi panggilan karena banyak pekerjaan.

“Jadi tidak semua saksi, misalkan, lebih dari 120 orang saksi dipanggil dalam pemeriksaan,” ujar Febri. “Kita sudah berikan kesempatan untuk datang dan klarifikasi, tapi tidak (semuanya) bisa datang pada saat persidangan,” kata Febri.

Di saat yang sama, KPK belum mau menjawab masalah aliran dana. Menurut Febri, pihak pengadilan sudah diuraikan dalam lembar dan tersangka untuk terdakwa Andi Narogong. Nantinya semua akan dibuat dan akan diklarifikasi.

“Semuanya sudah kita uraikan. Silakan saja dilihat di proses persidangan rangkaian proses dari awal sampai dengan kepastian. Nanti akan kita klarifikasi juga kepada semua,” kata Febri. PT Bestprofit

PT Bestprofit : Mencari Berkah dengan Berziarah ke Makam Habib

Mencari Berkah dengan Berziarah ke Makam HabibPT Bestprofit – Sebelum direlokasi, Kawasan Kwitang terkenal sebagai pusat penjualan buku-buku tua di Jakarta. Pamornya kian menanjak setelah film Ada Apa Dengan Cinta? mengambil salah satu adegan di kawasan Senen tersebut. Tapi Kwitang bukan cuma tentang buku loak dan film remaja. Salah satu kawasan di Jakarta Pusat ini juga dikenal sebagai tujuan wisata religius penting bagi para peziarah.

Reputasi Kwitang sebagai kawasan religius tak terlepas dari keberadaan makam Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi. Terletak di lingkungan Masjid Al-Riyadh, Jalan Kembang VI, makam tersebut telah menjadi magnet beragam orang dari pelbagai daerah untuk bertandang ke sana selama puluhan tahun.

“Di Jakarta yang mesti diziarahi di sini,” kata Nasrun, seorang peziarah asal Banjarmasin, Kalimantan Barat, akhir Mei lalu.

Malam telah melipat petang saat Nasrun datang. Bersama 12 saudara dan tetangganya, Nasrun khusyuk berdoa di makam Habib Ali. Ia mengecup nisan saat hendak meninggalkan makam. Nasrun berkata ia sudah berulangkali berziarah ke sini.

“Beliau ulama yang disegani. Beliau punya kasih sayang terhadap sesama muslim,” ujarnya.

Bagi Nasrun, Habib Ali adalah panutan. Nasrun berharap, dengan berziarah, ia bisa mengikuti jejak dakwah Habib Ali.

“Kami datang ke sini mudah-mudahan bisa mengikuti jejak beliau,” ujarnya, menambahkan bahwa ia selalu merasa kangen untuk kembali.

Habib Ali lahir di Jakarta pada 20 April 1879. Ia adalah salah satu tokoh penting dalam siar Islam di Jakarta pada abad 20. Salah satu peran Habib Ali adalah mendirikan Masjid Al-Riyadh. Di masjid ini Habib Ali menggelar majelis taklim atau tempat mengaji bagi murid-muridnya maupun penduduk sekitar.

Sejumlah murid Habib Ali kelak menjadi ulama kharismatik di tanah Betawi seperti K.H Abdullah Syafi’i (pendiri Majelis Taklim As Syafi’iyah), K.H Thahir Rohili (pendiri Majelis Taklim Attahiriyah), dan K.H Fathullah Harun (Melis Taklim Daarussalafie). Ia juga berdakwah hingga ke Brunei Darussalam, India, Malaysia, Pakistan, Singapura, dan Sri Lanka.

Ketika perang kemerdekaan berkecamuk, Masjid Al-Riyadh sempat digunakan sebagai tempat pertemuan para pejuang kemerdekaan. Hal ini tidak mengherankan. Sebab, selain dikenal sebagai juru dakwah, Habib Ali juga pejuang yang tergabung dalam tentara Hizbullah, Suara Jakarta, dan teman dekat Sukarno. Presiden pertama Indonesia itu bahkan turut meresmikan Islamic Center yang didirikan Habib Ali di dekat lokasi masjid pada 1960-an.

Pada 1968, Habib Ali meninggal dan dimakamkan di area Masjid Ar-Riyadh. Majelis taklim yang ia inisiasi masih bertahan sampai sekarang. Ribuan orang datang untuk mengikuti pengajian tersebut saban Ahad.

Makam Habib Ali juga tidak pernah sepi peziarah. Saban hari, tak peduli pagi, siang, sore, dan malam, ada saja peziarah datang silih berganti. Salah satu yang membuat sosok Habib Ali begitu dicintai adalah siar ceramahnya mengenai ketauhidan serta menekankan tingkah laku yang terpuji dan solidaritas sosial.

Seorang penjaga makam, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan peziarah tidak hanya datang dari Jakarta dan sekitarnya, tapi juga dari mancanegara. “Ada yang datang dari Malaysia, Singapura, Brunei, India, Timur Tengah,” katanya.

Saat ini makam dan majelis taklim Habib Ali dikelola oleh cucunya, yakni Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Ali Al Habsyi. Susilo Bambang Yudhoyono diketahui bersahabat dan senang berkunjung ke kediaman Habib Abdurrahman persis di sisi masjid.

Keluarga Habib Abdurrahman mempersilahkan peziarah berdoa di makam. Tapi melarang mereka membakar kemenyan, menyiram makam dengan air, dan meletakkan uang di makam. Segala hal tersebut menurut penjaga makam dilakukan guna mencegah kesyirikan terhadap makam.

Habib Kuncung

Bergeser ke kawasan Jakarta Selatan ada kompleks pemakaman keramat Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad alias Habib Kuncung. Kompleks pemakaman ini merupakan tanah milik Habib Abdullah bin Ja’far Al Haddad, kolega Habib Kuncung. Tidak diketahui pasti kapan area pemakaman di sini mulai ada. Tapi sejumlah catatan menyebut Habib Kuncung meninggal pada 1926 dalam usia 90-an.

Berbeda dengan Habib Ali, sosok Habib Kuncung lebih banyak diselubungi cerita mitos. Reputasinya dibentuk lewat cerita tentang kesederhanaan, kedermawanan, dan kesaktian.

Meski cerita tentang kesaktian Habib Kuncung sukar dibuktikan kebenarannya, tetapi hal itulah yang justru membuat para peziarah meyakini bahwa Habib Kuncung ialah Waliyullah. Sejumlah peziarah bahkan rela mengeluarkan biaya ekstra demi bisa datang ke sini.

“Saya dari Tambun Rengas, Cakung, Jakarta Timur, datang ke sini pakai mobil sewaan,” kata Jadidah, seorang peziarah.

Jadidah berkata sudah berziarah ke makam Habib Kuncung sejak masih kecil. Tradisi ziarah sudah diajarkan oleh orangtua dan para guru mengajinya. Bagi Jadidah, cerita kesaktian Habib Kuncung ialah berkah yang dimilikinya sebagai Wali Allah sekaligus keturunan Nabi Muhammad.

Salah satu alasan utama mengapa seseorang berziarah adalah untuk berdoa. Jadidah dan peziarah lain yang saya temui meyakini berdoa di makam seorang habib, wali, atau orang yang memiliki reputasi kesalehan, dapat membuat doa lebih mudah terkabul.

“Wali Allah itu, kan, setitik pun tidak ada dosa. Surganya sudah dijamin sama Allah. Makanya kita deketin, tuh. Nanti dengan doa beliau, (doa kita) diijabah langsung,” kata Jadidah.

Meski begitu, Jadidah dan peziarah lain mengatakan mereka tidak pernah berdoa atau memohon kepada makam. Menurutnya makam sebatas perantara. “Semua kita sih mintanya kepada Allah. Kita, kan, orang yang maha kotor. Dia, kan, bersih,” tambah Jadidah.

Di makam Habib Kuncung, para peziarah biasanya tidak hanya berdoa. Kebanyakan juga mencari air minum yang disimpan di dalam tiga buah gentong. Meski air yang diminum sebenarnya hanya air biasa, tetapi peziarah percaya air itu mengandung berkah karena disimpan di dalam gentong yang telah ada sejak area pemakaman Habib Kuncung berdiri. Pemakaman yang selalu ramai peziarah ini sekarang dikelola oleh keturunan Habib Abdullah bin Ja’far Al Haddad.

Habib Muhsin Condet

Di kawasan Condet, Cililitan, ada kompleks pemakaman Al-Hawi. Sejumlah habib kharismatik dimakamkan di sini seperti Habib Muhsin bin Muhammad Alatas, Habib Zain bin Abdullah Alaydrus, Habib Salim bin Jindan, Habib Ali bin Husein Alatas, dan Habib Umar bin Hud Alatas.

Kompleks pemakaman Al-Hawi selalu ramai pada bulan Syakban. Orang Betawi menyebutnya bulan ruwah. Orang-orang dari pelbagai daerah datang untuk berziarah. “Ada dari Kalimantan, Malaysia, Singapura,” kata Muhsin Alatas, cicit Habib Muhsin.

Muhsin berkata bahwa kakek buyutnya bukanlah seorang juru dakwah dan tidak memiliki satu pun majelis taklim. Namun, sang kakek diketahui senang mengaji agama kepada sejumlah habib tenar di Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya kepada Habib Abdullah bin Muhsin Alatas di bilangan Empang, Bogor.

Semasa hidupnya Habib Muhsin dikenal dengan kesalehan sosial yang mau membantu siapa pun. Muhsin mengatakan, biasanya orang-orang datang kepada kakek buyutnya untuk berobat. Meski tidak memiliki rekam jejak ilmu pengobatan, orang-orang percaya bahwa air pemberian Habib Muhsin menyembuhkan penyakit. Tidak diketahui pasti kapan kompleks pemakaman Al-Hawi di Jakarta Timur ini berdiri. Namun Muhsin mengatakan kakek buyutnya adalah orang pertama yang dimakamkan di sini.

“Meninggalnya 1938. Saya belum lahir,” katanya.

Abdul Azis, peziarah asal Sukabumi, berkata sudah berziarah ke Kompleks Makam Al-Hawi sejak kecil. “Kalau ke Jakarta diajak ziarah ke sini. Kadang ke Kalibata (makam Habib Kuncung), Kwitang (makam Habib Ali), Kampung Banda, dan Luar Batang,” katanya.

Azis tidak memiliki hari atau alasan khusus untuk berziarah. Kapan hati memanggil saat itulah kakinya akan melangkah. Ia bisa menghabiskan tiga jam untuk berdoa di tempat ziarah. Biasanya Aziz banyak membaca istigfar dan salawat.

Seperti kebanyakan peziarah lain, Aziz percaya bahwa orang-orang saleh meski telah meninggal masih bisa memberi manfaat kepada mereka yang masih hidup. Salah satu manfaat itu adalah keberkahan.

“Pada dasarnya kita mengambil berkah saja. Orang saleh walau meninggal sebenarnya tidak meninggal,” katanya.  PT Bestprofit