PT Best Profit Futures Jambi

Category Archives: SOSIAL

Di Puncak Gunung Agung Muncul Kepalan Tangan

q

BEST PROFITGunung Agung kembali meletus pada hari ini, Senin (11/12/2017). Hal itu menandakan aktivitas vulkanik di Gunung Agung masih tinggi.

 

Namun, pada erupsi kali ini, kolom abu atau asap yang dikeluarkan dari Gunung Agung tampak seperti kepalan tangan raksasa yang menyembul dari kawah gunung. “Kepalan tangan” raksasa itu terlihat pada pukul 04.56 Wita. PT BESTPROFIT

 

Foto fenomena langka itu disebarluaskan oleh Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. BESTPROFIT

 

“Erupsi kecil dengan kolom abu mirip tangan terkepal dari kawah Gunung Agung pada 11/12/2017 pukul 04.56 Wita. Aktivitas vulkanik masih tinggi. Status Awas (level 4),” tulis Sutopo dalam akun Twitter-nya, @Sutopo_BNPB.

 

Selain itu, embusan asap berwarna putih kelabu dari kawah makin sering terjadi di Gunung Agung.

 

“Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 2.500 meter di atas puncak kawah,” ucap Sutopo.

 

Meski begitu, Bandara Internasional Ngurah Rai dan Lombok beroperasi normal.

 

Muntahkan Butiran Debu

Pada saat erupsi, Gunung Agung memuntahkan butiran debu.

 

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana menjelaskan, ‎butiran berwarna abu berbentuk bundar produk erupsi Gunung Agung. Dalam istilah vulkanologi dinamakan accretionary lapilli.

 

“(Accretionary lapilli) ini dapat terbentuk pada kolom erupsi karena kondisi kelembaban dan gaya elektrostatis,” ujar Devy, Sabtu (9/12/2017).

 

Dia mengatakan, kondisi yang dimaksud terjadi saat material abu berinteraksi dengan air. “Bisa air dari kawah (sehingga ini sering diasosiasikan dengan letusan freatomagmatik),” tutur dia.

 

“Tapi kelembaban ini juga bisa bersumber pada kondisi meteorologis, misal abu yang disemburkan berinteraksi dengan awan hujan,” Devy menambahkan.

 

Saat kondisi itu terpenuhi, maka kumpulan ‎abu tersebut menjadi berbentuk bulat. “Jadi, itu sebenarnya masih abu, tapi terkumpul jadi berbentuk granule (bulat-bulat kecil),” kata Devy.‎

 

Dalam laporan Magma VAR Indonesia, Gunung Agung teramati menyemburkan asap kelabu setinggi 2.000 meter. Abu vulkanik berbentuk bundar juga dimuntahkan bersama dengan erupsi tersebut. Asap warna kelabu intensitas tebal, tekanan sedang dengan ketinggian 2.000 meter di atas puncak. Arah asap condong ke barat laut.

 

Sumber

liputan6.com

Sosialisasi Belum Mempan, Mobil Masih Parkir Sembarangan

PT BESTPROFIT – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI gencar menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Salah satu poin penting yang ditekankan dalam pengenalan regulasi ini adalah larangan warga DKI membeli mobil jika tidak memiliki garasi. BEST PROFIT

“Dengan sosialisasi itu, diharapkan nantinya pemilik kendaraan bisa membangun garasi atau mencari lokasi untuk garasi agar tidak parkir di bahu jalan, termasuk di jalan lingkungan,” kata Djarot, Jumat (8/9/2017).

Djarot berharap warga memiliki kesadaran untuk memiliki garasi supaya tidak ada lagi pemilik kendaraan roda empat yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Sayangnya, sosialisasi terkait penerapan Pasal 140 dalam Perda Transportasi tersebut belum berjalan optimal.BESTPROFIT

Akibatnya, belum banyak perubahan yang terlihat di sejumlah ruas jalan ibukota, terutama di daerah pemukiman. Di Jalan Kebon Sirih Barat I, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, misalnya, masih banyak mobil pribadi yang diparkir di bahu jalan yang lebarnya tak lebih dari 15 meter. Beberapa bahkan ditutupi sarung mobil berwarna silver yang menandakan kendaraan itu diparkir untuk waktu yang cukup lama. PT BEST PROFIT 

Dari pantauan Tirto, Senin (11/9/2017), mobil-mobil tersebut sengaja diparkir di badan jalan lantaran garasi yang ada telah berubah fungsi menjadi warung makan, dan tempat usaha lainnya. Sebagian lagi, lantaran tempat tinggal si pemilik adalah kos-kosan yang tidak cukup menampung lebih dari satu kendaraan. PT BESTPROFIT FUTURES

Pemandangan serupa juga ditemui Tirto di beberapa sejumlah ruas jalan lain di Kebon Sirih, seperti Jalan Jaksa, Jalan Kebon Sirih Barat II dan Jalan Kebon Sirih Timur Dalam. Tak hanya ruas jalan, trotoar pun dijadikan lahan untuk meletakkan kendaraan. PT BEST PROFIT FUTURES

Lurah Kebon Sirih, Indarto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum melakukan sosialisasi seperti yang diminta Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Kendati demikian, melalui media sosial, dirinya mengaku telah mengetahui kabar terkait adanya instruksi kepada Dishubtrans DKI agar menggalakkan pemahaman regulasi yang mengatur ketentuan pemilik kendaraan bermotor harus memiliki garasi. BESTPROFIT FUTURES

“Sementara ini kami belum [melakukan sosialisasi], karena masih menunggu surat instruksi langsung dari Walikota [Jakarta Pusat],” kata Indarto saat dikonfirmasi Tirto, pada Senin (11/9/2017).

Biasanya, kata Indarto, sosialisasi akan dilakukan bersama dengan Dishubtrans dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat. Jika sosialisasi telah dilakukan, maka kelurahan baru akan melakukan pendataan jumlah kendaraan yang dimiliki warga. BEST PROFIT FUTURES

“Kami akan panggil ketua RW [Rukun Warga] dan cek langsung seperti apa kondisi di lapangan. Kemudian baru sosialisasi. Kalau masih belum ngerti, kami tertibkan,” kata Indarto.

Sementara itu, seorang warga di Jalan Kebon Sirih Barat I, Emir Budi Akbar (60) mengatakan, kebanyakan pemilik kendaraan memarkir di pinggir jalan lantaran tempat tinggal mereka berada di gang yang jauh lebih sempit dan hanya bisa dilalui roda dua. BPF

Akbar sendiri telah beberapa kali mengimbau agar kendaraan-kendaraan tersebut diparkir di tempat lain, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Apalagi, Akbar khawatir terhadap potensi pencurian yang dapat membuat lingkungannya tidak kondusif.

“Saya sering bilang, umpannya ada maling gimana? Hilang, lecet, gimana? Kan enggak enak, jadinya kami warga jadi saling curiga,” kata dia.

Akbar pun mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta yang kembali menggalakkan sosialisasi Pasal 140 Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi yang mewajibkan pemilik roda empat memiliki garasi, serta melarang memarkir kendaraan tersebut di ruas jalan. Akbar menuturkan, selama ini RT dan RW tidak berkutik untuk mengingatkan warga agar tidak parkir sembarangan. BESTPRO 

Namun, Akbar menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang baru melakukan sosialisasi saat ini, padahal Perda Transportasi yang melarang warga memiliki mobil jika tidak punya garasi tersebut telah disahkan sejak 2014. Akibatnya, banyak warga yang telah memiliki mobil, tapi tidak punya garasi.

“Kenapa enggak dari dulu-dulu. Kalau sekarang kan repot kita ngurusin beginian. Harusnya pemerintah juga batasi itu orang membeli mobil,” kata Akbar mengeluhkan.

Pemprov DKI Akan Menindak Tegas

Selain sosialisasi, Djarot pun meminta agar Perda No 5 tahun 2014 tersebut diterapkan secara tegas. Dia menilai, pengawasan terhadap isi Perda Transportasi yang telah diterbitkan sejak April 2014 itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

“Saya rasa pengawasannya tidak sulit. Saat melakukan patroli malam, misalnya, kemudian terlihat ada kendaraan yang parkir sembarangan, bahkan mengganggu jalan lingkungan, bisa dikenakan sanksi derek,” kata Djarot.

Berikut Pasal 140 dalam Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang Transportasi yang mengatur ketentuan pemilik kendaraan bermotor harus memiliki garasi.

  • Ayat (1) Setiap orang atau badan usaha pemilik Kendaraan Bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi.
  • Ayat (2) Setiap orang atau badan usaha pemilik Kendaraan Bermotor dilarang menyimpan Kendaraan Bermotor di ruang milik Jalan.
  • Ayat (3) Setiap orang atau badan usaha yang akan membeli Kendaraan Bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi untuk menyimpan kendaraannya yang dibuktikan dengan surat bukti kepemilikan garasi dari Kelurahan setempat.
  • Ayat (4) Surat bukti kepemilikan garasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) menjadi syarat penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
  • Ayat (5) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepemilikan kendaraan bermotor diatur dengan Peraturan Gubernur.

 

Temuan Plagiat Disertasi di Universitas Negeri Jakarta

PT BESTPROFIT – Gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan (summa cum laude) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kepada Nur Alam, Gubernur Sulawesi Tenggara, membuat kaget kalangan akademisi, akhir Agustus tahun lalu.

Nur Alam dinyatakan lulus ujian doktoral di depan sidang penguji, yang dipimpin ketua promotor sekaligus rektor UNJ, Prof Dr Djaali, dengan disertasi berjudul “Evaluasi Program Bank Perkreditan Rakyat Bahteramas di Provinsi Sulawesi Tenggara”.

Segera setelahnya, muncul pergunjingan soal kejanggalan pemberian predikat doktor tersebut di jejaring pesan para akademisi termasuk beberapa dosen internal UNJ.

Seorang sumber Tirto, yang minta namanya dirahasiakan sebagai sumber pemberitaan, menjelaskan ada laporan ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti); isinya agar mengusut kejanggalan Program Pascasarjana UNJ.

Sebelum menjabat sebagai rektor periode 2014-2018, Djaali menjabat direktur program pascasarjana tersebut. Baik Djaali maupun Nur Alam sama-sama dari Sulawesi Tenggara. BESTPROFIT

Laporan ke Kementerian itu bukan tanpa sebab. Dua hari sebelum menjalani sidang promosi doktor di UNJ, Nur Alam ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia dituduh menyalahgunakan wewenang saat mengizinkan pertambangan nikel di dua kabupaten pada 2009-2014. Pada 5 Juli lalu, Nur Alam dijebloskan KPK di Rumah Tahanan Kelas I Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Timur.

Berdasarkan laporan itulah, Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mendatangi gedung Pascasarjana UNJ. Pada 8 September 2016, sebanyak 13 orang—yang tergabung dalam Tim EKA—melakukan pengecekan.

Setelah beberapa jam berkutat di gedung tersebut, tim membawa sejumlah berkas. Di antaranya daftar absensi, naskah disertasi, termasuk surat keputusan promotor kepada Nur Alam.

Sumber Tirto mengisahkah, tak perlu waktu lama bagi Tim EKA menuntaskan pekerjaan untuk menemukan kejanggalan. Salah satunya adalah temuan plagiarisme dalam disertasi Nur Alam.

Tim EKA meneliti dokumen-dokumen dari gedung Pascasarjana UNJ, termasuk pengecekan metadata dari soft file disertasi lewat Turnitin, mesin pengecek plagiarisme yang dapat mengidentifikasi kemiripan karya ilmiah dengan karya lain.

Hasilnya, disertasi Nur Alam terindikasi plagiat. Disertasi itu dibuat dengan menyalin karya orang lain pada beberapa laman penyedia arsip skripsi, tesis, dan disertasi yang beredar di internet.

Berdasarkan hasil pengecekan Turnitin, sebanyak 74,4 persen pada Bab I disertasi Nur Alam berisi salinan dari pelbagai penyedia arsip skripsi, salah satunya dari jurnalskripsitesis.com. BEST PROFIT

Kejanggalan lain, karya yang diganjar dengan indeks prestasi kumulatif tertinggi itu dibuat dalam waktu kurang dari lima hari, akhir Juni dan menjelang akhir Juli 2016.

Rinciannya, Bab I dibuat pada 20 Juli 2016 pukul 19.21; Bab II dan Bab III dibuat dalam rentang bersamaan pada 21 Juli 2016 pukul 09.22; dan Bab V dibuat jauh sebelumnya pada 29 Juni 2016 pukul 06.52.

Rektor UNJ, Prof Dr Djaali, saat diminta konfirmasi oleh redaksi Tirto, tetap membantah temuan ini.

Dalam wawancaranya kepada kami, 15 Agustus lalu, ia mengatakan “tak ada kejanggalan” dari disertasi Nur Alam. Ia menegaskan, hasil temuan dari Tim Mitra Internal yang dibentuk kampusnya tak menemukan indikasi plagiarisme tersebut.

“Yang namanya plagiat itu kalau tulisannya sama dengan tulisan yang sudah di-publish,” katanya.

Djaali boleh saja membantah temuan plagiarisme dalam disertasi Nur Alam. Namun, berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi Tirto, lebih dari 50 persen disertasi tahanan KPK itu merupakan hasil plagiat.

Lima Nama dari Blok Kendari

Tim EKA yang dibentuk Kemenristekdikti tak hanya membawa salinan disertasi milik Nur Alam. Ada empat disertasi lain yang diteliti karena diduga hasil plagiat.

Empat disertasi itu karya para pegawai Sulawesi Tenggara yang jadi bawahan Nur Alam. Mereka adalah Hado Hasina (kepala dinas perhubungan), Muhammad Nasir Andi Baso (kepala badan perencanaan pembangunan daerah), Nur Endang Abbas (kepala badan kepegawaian daerah), dan Sarifuddin Safaa (asisten I sekretariat provinsi). PT BEST PROFIT

Baik Nur Alam maupun keempat pegawai itu ialah mahasiswa program doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Pascasarjana UNJ Angkatan 2014. Dalam data mahasiswa, nama mereka tercatat dalam kelas kerja sama yang disebut Blok Kendari.

Beberapa hari kemudian usai sidang doktoral Nur Alam, Pada 9 September 2016, kelima pejabat Provinsi Sulawesi Tenggara itu dikukuhkan sebagai doktor dalam waktu bersamaan. Tak cuma Nur Alam, UNJ juga mengganjar Nasir Andi Baso sebagai wisudawan terbaik. Nama mereka menghiasi sejumlah laman media lokal yang berisi sanjungan.

Sayangnya, gelar doktor itu tak sejalan temuan Tim EKA pada disertasi mereka. Berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi Tirto, dua nama lain, yakni Sarifuddin Safaa dan Nur Endang Abbas juga terindikasi plagiat.

Disertasi Sarifuddin, misalnya, berdasarkan hasil temuan Tim EKA, ada 159 sumber yang dicomot dari potongan tulisan pada laman bkn.go.idslideshare.netscribd.com, dan eprints.undip.ac.id. Sumber itu disalin tanpa memakai kaidah kutipan yang wajar.

Paling parah, berdasarkan temuan ini, Sarifuddin menyalin isi buku yang disusun oleh Wakil Ketua KPK 2007-2011 Mochammad Jasin berjudul “Meningkatkan Kinerja PNS Melalui Perbaikan Penghasilan. Analisa TKD di Pemerintah Provinsi Gorontalo dan TPPK di Pemerintah Kota Pekanbaru.”

Bab IV disertasi Sarifuddin hanya memodifikasi teks dalam buku tersebut. Misalnya, pada halaman 129-130, Sarifuddin cuma menganti kata “TKD” (tunjangan kepala daerah) menjadi “TPP” (tunjangan penghasilan pegawai) dan “Pemprov Gorontalo menjadi “Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara”.

Disertasi Nur Endang Abbas, berjudul “Evaluasi Program Keluarga Berencana (KB) Bahteramas Di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara”, mencatut blog Tri Nugroho Adi, padahal subjek yang diteliti Abbas soal keluarga berencana. PT BESTPROFIT FUTURES

Beberapa potongan tulisan dari sejumlah blog disalin pula oleh Abbas. Ia bahkan menyalin tugas kelompok mahasiswa D3 Kebidanan dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo sebagaimana dalam halaman 102. Bedanya, Abbas hanya menambahkan kata “Kendari” dari potongan paragraf tersebut.

Saat redaksi Tirto meminta konfirmasi, 19 Agustus lalu, Sarifuddin Safaa menolak berkomentar. Semula ia bersedia memberi klarifikasi, tetapi belakangan enggan mengomentari temuan Tim EKA.

“Mohon maaf, kaitan dengan Alumni UNJ dari kelas Kendari tolong dikomunikasikan dengan Pak Nasir (Nasir Andi Baso) karena saya lagi di Mekkah,” tulisnya lewat pesan singkat.

“Tolong cari yang lain. Saya lagi konsen dengan ibadah haji.”

Nur Endang Abbas tidak merespons konfirmasi dari redaksi Tirto. Dihubungi melalui telepon selular, ia tak pernah menjawab. Upaya kami meminta konfirmasi melalui pesan singkat juga tak ada tanggapan. Belakangan, ia memblokir nomor telepon kami ketika berkali-kali dikonfirmasi mengenai temuan plagiarisme tersebut.

UNJ Menghalalkan Plagiarisme

Setelah bukti-bukti mengenai dugaan plagiarisme perlahan terbuka, Tim Evaluasi Kinerja Akademik Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membuat laporan dari hasil temuan tersebut.

PT BEST PROFIT FUTURES Namun, belum sempat laporan itu dibuat, UNJ mendadak mengeluarkan Surat Keputusan Rektor Bernomor 1278 A tentang uji Turnitin sebagai syarat kelulusan pada 10 November 2016. Salah satu poin surat itu mengatur komposisi persamaan kata atau kalimat yang boleh dilakukan oleh calon lulusan UNJ dari program diploma hingga doktoral.

Pasal 6 ayat 5 keputusan itu menyebutkan, 50 persen kalimat dalam karya ilmiah diploma dan sarjana dibolehkan mirip dengan karya lain. Untuk karya dari program magister, 45 persen kalimat dan kata boleh sama dengan karya lain. Untuk program doktor, 40 persen boleh sama dengan karya lain.

Namun, UNJ tak bisa mengelak begitu saja dari temuan Tim EKA. Temuan-temuan plagiarisme itu lantas dilaporkan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo kepada Menristekdikti Muhammad Nasir berupa Nota Dinas pada 8 Mei 2017. BESTPROFIT FUTURES

Sebagaimana dokumen yang kami terima, ada sejumlah poin dalam laporan itu, salah satunya berisi rekomendasi agar Universitas Negeri Jakarta membatalkan ijazah dan mencabut gelar kepada mereka yang melakukan plagiat, termasuk kelima pejabat dari Sulawesi Tenggara tersebut.

Rektor UNJ Djaali langsung bereaksi. Melalui Ikatan Alumni Pascasarjana, ia memobilisasi alumni untuk menyikapi temuan plagiarisme Tim EKA.

Tiga minggu kemudian, Ikatan Alumni mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya, meminta Presiden Jokowi memberikan teguran kepada Muhammad Nasir untuk mengkaji keberadaan Tim EKA. BEST PROFIT FUTURES

Mereka menilai, temuan tim di bawah Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti dianggap “menghancurkan” UNJ karena “akan menimbulkan gejolak” di kalangan alumni. Para alumni itu menilai Tim EKA hanya “mencari kekurangan” UNJ dan tidak sesuai fungsinya sebagai evaluator.

Surat itu ditandatangani oleh 12 alumni Pascasarjana UNJ, termasuk Sarifuddin Safaa dan Hado Hasina—dua orang yang direkomendasikan Dirjen agar ijazah dan gelar mereka dibatalkan dan dicabut.

Abdul Hadi Djamal, salah satu alumni Pascasarjana UNJ dan politikus Partai Amanat Nasional yang ikut menandatangani surat tersebut, menilai bahwa Tim EKA “sengaja mencari kesalahan UNJ.” Ia bahkan menuduh tim resmi yang bertugas mengevaluasi program pendidikan tinggi itu adalah tim abal-abal yang dibuat Kemenristekdikti.

Djamal berpegang pada temuan Tim Mitra Internal UNJ yang menegaskan tidak ada plagiat dalam disertasi yang disebutkan Tim Evaluasi Kinerja Akademik.

“Itu tim enggak jelas, tidak ada dalam struktur (kementerian),” ujar Djamal melalui sambungan telepon, 20 Agustus lalu. BPF

Djaali membantah tudingan bahwa ia memobilisasi para alumni untuk menyikapi temuan Kemenristekdikti. “Alumni sendiri yang inisiatif,” ujarnya.

Sementara Menteri Muhammad Nasir tidak merespons konfirmasi dari redaksi Tirto via pesan singkat. Ia hanya membaca pesan itu dan mengabaikan.

Namun, kepada kami, Jhon Hendri, Ketua Tim Independen Kemenristekdikti yang kini menangani dugaan plagiarisme di UNJ, menemukan hal sama seperti temuan Tim EKA. Sayang, ia enggan merinci temuannya.

“Ada banyak hal yang kita temukan, yang sifatnya menjurus ke arah plagiat,” ujar Hendri saat ditemui di ruang kerjanya, 18 Agustus lalu. Ia menegaskan, temuan ini akan segera dilaporkan kepada menteri pada akhir Agustus ini. BESTPRO 

“Secara substansi saya tidak bisa jelaskan di baris ke berapa dan bab berapa. Tapi menjurus ke arah sana (plagiarisme),” ujar Hendri.

Sumber : tirto.id