PT Best Profit Futures Jambi

Dijemput paksa polisi saat antre sidang, Henry J Gunawan dijebloskan ke Rutan

PT BESTPROFIT – Bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry J Gunawan dijemput paksa penyidik Bareskrim Mabes Polri, terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan proyek pembangunan Pasar Turi Baru, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (8/8).

Investor Pasar Turi Baru itu dijemput penyidik saat antre sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, untuk dibawa ke kantor Kejaksaan Negri (Kejari) Surabaya.

Sidang yang akan dijalani Henry hari ini, adalah terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan para pedagang Pasar Turi.

Sementara upaya jemput paksa Bareskrim Mabes Polri, terkait laporan bos PT Joyo Masyhur, Teguh Kinarto dan Heng Hok Soei atau Shindo Sumidomo alias Asoei (PT Siantar Top).

Upaya jemput paksa ini sebagai upaya pemenuhan penyerahan berkas tahap dua yang sempat tertunda awal Juli lalu, karena Henry mendadak sakit dan harus dirawat di rumah sakit. BEST PROFIT

Di kantor Kejari Surabaya, sekitar dua jam lamanya Henry menjalani penyerahan berkas tahap dua. Istri Henry terlihat baru datang di kantor Kejari Surabaya. Namun dua pengacaranya; Yusril Ihza Mahendra dan Agus Dwi Harsono tidak terlihat datang.

Setelah itu, Henry dibawa keluar gedung dan dimasukkan ke mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo tanpa mengatakan satu katapun ketika diburu pertanyaan oleh sejumlah awak media.

Sementara Kepala Kejari Surabaya, M Teguh Darmawan mengatakan, Henry ditetapkan tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan atas laporan Heng Hok Soei dan Teguh Kinarto dengan kerugian mencapai Rp 240 miliar. “Yang bersangkutan dijerat Pasal 372 dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” tegas Darmawan.

Darmawan menjelaskan, kasus Henry kali ini berhubungan dengan perkara sebelumnya, yakni terkait sengkarut hukum pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi Baru. “Berhubungan dengan perkara sebelumnya, itu saja,” tegasnya lagi.

Tidak kebal hukum

Di tempat sama, salah satu penyidik Bareskrim Mabes Polri, AKBP Thomas Panji menegaskan, bahwa Henry bukanlah orang yang kebal hukum. “Ini (jemput paksa) menunjukkan bahwa tersangka HJG (Henry) tidak kebal hukum,” tegas Thomas.

Diberitakan sebelumnya, saat datang ke PN Surabaya sekitar pukul 10.00 WIB, Henry yang tengah antre sidang tuntutan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan atas laporan pedagang Pasar Turi, tiba-tiba dijemput paksa beberapa penyidik Bareskrim Mabes Polri.

“Kami dari Bareskrim Mabes Polri menjemput bapak (Henry) untuk pelimpahan tahap dua, mari ikut kami ke Kejari Surabaya,” kata salah satu anggota Bareskrim Mabes Polri saat hendak membawa Henry yang berada di PN Surabaya. BESTPROFIT

Mengetahui hal itu, Henry yang tidak didampingi pengacaranya, meminta penyidik menunjukkan kartu pengenal dan surat penjemputan paksa.

Setelah permintaannya dipenuhi, Henry pun meminta waktu untuk menelepon kuasa hukumnya. “Prof ini saya lagi di PN (Surabaya) kok tiba-tiba dijemput Bersekrim Mabes Polri,” kata Henry kepada pengacaranya via telepon seluler.

Saat bersamaan, mobil patroli polisi masuk halaman pengadilan. Lalu, anggota polisi lainnya memaksa Henry masuk mobil untuk dibawa ke kantor Kejari Surabaya.

“Ayo bawa saja ke Kejari (Surabaya). Terlalu lama, ayo ikut,” teriak penyidik Bareskrim Mabes Polri yang geram karena menganggap Henry seolah mengulur-ulur waktu.

Sumber: merdeka.com