PT Best Profit Futures Jambi

Ditolak oleh driver ojol di Makassar, penyandang difabel mengadu ke grab

BEST PROFIT – Muhammad Lutfi (28), seorang penyandang difabel didampingi ibunya, Mursyida (48) dan Nur Syarif Ramadhan (25) dari Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) Sulsel mendatangi kantor Grab area Makassardi Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (20/6). Dia datang mengadu karena merasa telah diperlakukan diskriminatif setelah ditolak oleh seorang driver grab bike, Senin lalu (11/6).

Kedatangan keduanya diterima oleh marketing eksekutif area Makassar, Herisiswanto dan operasional grab bike, Ahmad. Di kesempatan yang sama, pihak grab menghadirkan Muhammad Ridwan (24), driver grab bike yang menolak pesanan Muhammad Lutfi melalui akun Mursyida ibunya.

Pertemuan yang berlangsung di lantai 2 kantor grab ini sekaligus dijadikan upaya mediasi dari pihak managemen grab dengan kedua belah pihak.

Muhammad Lutfi, difabel low vision menjelaskan kronologi penolakan oleh driver ojek online ini. Awalnya dia memesan lewat akun ibunya untuk dijemput di jl Wahidin Sudirohusodo, Kabupaten Gowa untuk diantar ke jl Raya Pendidikan, Makassar guna menghadiri undangan berbuka puasa dari teman-teman Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) Sulsel.

Tapi setelah drivernya tiba untuk menjemput, Muhammad Lutfi menyesalkan sikap Muhammad Ridwan sang driver itu karena langsung menawarkan bahasa penolakan.

“Gelagat driver ini lain sekali jadi saya tanya, bapak tahu jl Raya Pendidikan tapi dijawab tidak tahu makanya saya sampaikan nanti saya arahkan. Tapi malah driver ini bilang kalau dia tidak tahu kondisinya begini dan dia bertanya kenapa saya tidak pesan grab car saja. Yah saya jawab mau pake grab bike karena hanya sendiri. Eh tanpa bilang apa-apa, dia langsung pergi,” kata Muhammad Lutfi. BESTPROFIT

Ditambahkan, Mursyida Ibunya sempat menghampiri driver ini dan mengatakan kalau anaknya itu beraktifitas di Bandung dan di Jakarta dan tidak pernah ditolak oleh driver online saat hendak menggunakan jasanya.

“Sebagai ibu, wajar saya emosi saat anaknya ditolak oleh driver. Siapa memang yang mau lahir dalam kondisi cacat,” kata Mursyida.

Sementara Muhammad Ridwan, driver grab bike menjelaskan kalau penolakannya terhadap calon penumpangnya itu karena dia trauma. Katanya, pernah dia membonceng kerabatnya yang seorang penderita tuna netra. Tapi saat kendaraan melaju, dia terpeleset dan terpental ke jalan.

“Saya trauma bu’. Makanya sebelum saya tinggalkan rumahnya ibu, saya sempat minta maaf tapi mungkin ibu tidak dengar,” tutur Muhammad Ridwan menimpali penjelasan ibu Muhammad Lutfi.

Di akhir pertemuan ini, Ahmad dan Herisiswanto dari pihak managemen grab meminta maaf dengan kejadian yang menimpa Muhammad Lutfi dan Mursyida. Disusul saling memaafkan antara Muhammad Lutfi dan Muhammad Ridwan.

“Kami minta maaf dengan kesalahpahaman dengan pihak driver kami. Ini semua akan jadi pembelajaran bagi kita semua. Rencananya mulai bulan ini kami akan lakukan kegiatan edukasi baik kepada para driver maupun kepada masyarakat,” kata Herisiswanto, marketing eksekutif grab area Makassar. PT BESTPROFIT

Ditambahkan, antara lain yang akan disosialisasikan adalah bagaimana driver berkomunikasi dengan pengguna jasa yang seorang difabel. Juga kepada difabel, bagaimana menggunakan jasa dari mitra grab karena tidak bisa dipungkiri musibah terjadi karena keteledoran pengguna jasa difabel.

Sumber: merdeka.com