PT Best Profit Futures Jambi

Duka mendalam keluarga Iptu Auzhar

BEST PROFIT – Gugurnya Iptu Anumerta Auzhar saat penyerangan Mapolda Riau membawa duka yang mendalam bagi keluarga. Meski keluarga sudah ikhlas akan kepergian Auzhar, namun kebiasaan dan rutinitas Auzhar di rumah masih terbayang.

“Biasanya kalau pulang kerja dia bawa pisang kipas, buah-buahan juga. Kami sangat senang, anak-anak, cucu, senang sekali setiap sore dia pulang kerja,” ujar Erlina, istri Almarhum Auzhar saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya, Jalan Bambu Kuning, Hangtuah, Kota Pekanbaru, Minggu (20/5).

Baik Erlina, maupun anak-anak dan saudaranya sudah ikhlas dengan kepergian Auzhar. Erlina dan keluarga sangat kehilangan sosok Auzhar yang penyayang keluarga. Bahkan, orang yang membantunya memasak di dapur turut merasa kehilangan.

Perhatian dan kasih sayang Auzhar meninggalkan kenangan tersendiri bagi orang-orang terdekatnya. Polisi yang bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Riau itu dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dermawan.

“Anak-anak dan yang membantu saya masak di dapur bilang, buk tidak ada lagi yang membawakan pisang kipas setiap sore ya. Karena dia selalu bawa buah tangan (oleh-oleh) setiap pulang kerja,” kata Erlina.

Bahkan, sang cucu yang berusia 2,5 tahun selalu menanyakan kakeknya tersebut. Cucu dari anak pertama Erlina itu selama ini sangat dekat dengan Auzhar. BESTPROFIT

Jika tidak sedang bertugas, Auzhar kerap bermain dan bercanda dengan cucu dan anak-anaknya. Hal itu sangat membekas dalam kehidupan mereka. Sosok Auzhar memang dikenal sebagai bapak dan kakek yang baik, ramah, penyayang dan penuh perhatian.

Saat jenazah Auzhar dibawa dimandikan dan disemayamkan di rumah, salah satu cucunya menanyakan kepada Erlina, apa yang terjadi pada kakeknya tersebut. Cucunya bernama Zihan itu heran, kepala Auzhar tampak diperban dan terbaring di kediaman tersebut.

“Datuk sakit ya nek, sininya (menunjuk ke kepala) diperban,” kata Erlina menirukan ucapan cucunya, Zihan.

Hingga Auzhar dimakamkan dan keluarga pulang ke rumah, Zihan masih menanyakan keberadaan kakeknya. Zihan juga selalu menanyakan sakit apa yang diderita kakeknya hingga diperban dan terbaring. Perasaan sedih berkecamuk di hati Erlina.

Namun berkat iman yang kuat, Erlina tabah dan penuh sabar menjawab pertanyaan cucunya. Erlina pun meyakinkan Zihan bahwa kakeknya itu sudah tenang di surga. Cucunya pun hanya mengangguk-anggukan kepala.

Tetapi, pertanyaan sang cucu soal sakit apa yang diderita Auzhar, Erlina tak menjawab. Dia hanya menyebutkan kakeknya sudah tidur di surga. Meski sudah berhari-hari kepergian Auzhar, Zihan masih selalu menanyakan kenapa Auzhar tidak pulang.

Auzhar selalu bercanda dengan anak-anak dan cucunya setiap kali bawakan makanan. Hal itu dilakukan Auzhar hampir setiap hari sepulang dari tugas. Jajanan makanan tak pernah lupa dibawa Auzhar untuk anak dan istrinya.

“Dia sering bilang ke anak-anak kalau bawa makanan, baik papa kan. Begitu bahasa bercandanya dia ke anak-anak sambil tersenyum,” kata Erlina mengenang. PT BESTPROFIT

Jika sedang tak puasa Senin dan Kamis, Auzhar selalu menelepon anak dan istrinya jika sedang sarapan dan makan di warung kopi dan kedai nasi. Auzhar selalu ingat dengan keluarganya dan menawarkan makanan kepada mereka.

Baik lontong pecal, soto, bubur ayam hingga mi pangsit. Anak-anak pun senang setiap hari diperhatikan papanya. Rasa gembira tak pernah luput dalam hari-hari mereka dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan Auzhar.

“Dia nanya anak-anak mau sarapan apa, biar papa belikan. Kalau anak-anak sudah menjawab menu makanan yang ditawarkan papanya, nanti menantu saya yang jemput ke warung tempatnya makan,” kenang Erlina.

Sumber: merdeka.com