PT Best Profit Futures Jambi

Bestprofit : El Nino, Jawa Barat terkena dampak terparah

Bestprofit : Kementerian Pertanian menilai Jawa Barat terkena dampak terparah dari El Nino. Ini terlihat dari produksi pangan di provinsi terbesar di Tanah Air tersebut yang menurun drastis.

“Jagungnya turun. kedelainya juga. Jadi yang paling parah kena adalah Jawa Barat, karena 2013 ke 2014 turunnya jauh hampir 1 juta jadi kembali ke potensi awal, karena 2014 turunnya hampir 900-an ribu,” ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, Jakarta, Jumat (1/7).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi Jawa Barat menurun sebesar 271.755 ton. Kemudian Jagung turun 87.144 ton dan Kedelai 16.323 ton.

Penurunan ini disebabkan El Nino dan penyakit pada masing-masing komoditas pangan.

Meski demikian, Hasil mengatakan, secara nasional produksi padi tahun lalu sebanyak 75,40 juta ton gabah kering giling (GKG). Naik sebanyak 4,55 juta ton (6,42 persen) ketimbang tahun sebelumnya.

Penaikan produksi padi di Jawa sebanyak 2,31 juta ton dan luar Pulau Jawa sebanyak 2,24 juta ton.

“Penaikan produksi terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,32 juta hektar (2,31 persen) dan produktivitas sebesar 2,06 kuintal atau hektar (4,01 persen),” jelas dia.

Lalu, produksi jagung sebanyak 19,61 juta ton pipilan kering, naik sebanyak 0,6 juta ton (3,18 persen). Penaikan produksi tersebut terjadi di Jawa dan luar Jawa masing-masing sebanyak 0,46 juta ton dan 0,15 juta ton.

“Kenaikan produksi terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 2,24 kuintal atau hektar (4,52 persen), meskipun luas panen mengalami penurunan sebesar 49,65 ribu hektare (1,29),” ungkapnya.

Dan produksi kedelai sebanyak 963,18 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 8,19 ribu ton (0,86 persen).

Peningkatan produksi kedelai tersebut terjadi di luar Jawa sebanyak 30,50 ribu ton. Sementara Jawa terjadi penurunan produksi sebanyak 22,31 ribu ton.

“Peningkatan produksi kedelai terjadi karena kenaikan produktivitas sebesar 0,17 kuintal atau hektar (1,10 persen), meskipun luas panen mengalami penurunan seluas 1,59 ribu hektar (0,26).” Bestprofit