PT Best Profit Futures Jambi

Emiten Menanti Efek Tax Amnesty

PT BESTPROFIT – Sejumlah emiten memproyeksi kebijakan pengampunan pajak atau tax amnestybelum akan berdampak signifikan terhadap penjualan properti pada paruh kedua 2016.

Emiten menilai penjualan baru akan terdorong oleh kebijakan tax amnesty pada kuartal I/2017. Alhasil, dalam dua kuartal sisa tahun ini, emiten lebih berharap penjualan akan terdorong oleh penurunan bunga kredit properti.

Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal PT Intiland Development Tbk. menilai kebijakan tax amnesty bisa memulihkan penjualan properti di segmen menengah atas yang dalam dua tahun terakhir terhuyung.

“Kebetulan produk kami banyak yang cocok untuk investor, di middle up dengan harga Rp2 miliar–Rp8 miliar,” jelasnya kepada Bisnis, Kamis (21/7).

Pada paruh kedua tahun ini, Intiland sedikitnya berencana meluncurkan dua proyek, yakni proyek multifungsi di kawasan Kebon Melati, Jakarta Pusat dan apartemen di bilangan Darmo, Surabaya.

Di Kebon Melati, Intiland siap merilis dua menara apartemen berkapasitas 475 unit. Rata-rata harga jual diestimasi mencapai Rp40 juta–Rp45 juta per m2. Adapun, dari proyek ini, perusahaan bersandi saham DILD itu berharap bisa meraup Rp310 miliar hingga akhir 2016. Selain itu, dari proyek Darmo Harapan, DILD memproyeksi bisa mendapatkan prapenjualan sebesar Rp227 miliar.

Hingga akhir ta hun ini, DILD menargetkan prapen jualan Rp2,5 triliun atau sama dengan realisasi sepanjang 2015. Per Mei 2016, realisasi prapenjualan DILD telah mencapai Rp942 miliar atau 37,68% dari target. Archied menyebut perseroan berpeluang mematok target lebih tinggi jika realisasi penjualan pada kuar tal III/2016 melampaui ekspektasi.

menilai kebijakan tax amnesty baru akan mendorong penjualan properti secara signifikan pada paruh pertama 2017. “Dampaknya tidak bisa langsung,” ujarnya kepada Bisnis.

SECARA BERTAHAP

Dia menambahkan peningkatan penjualan dari kebijakan tax amnesty akan dimulai pada kuartal IV/2016 untuk kemudian secara bertahap terus menanjak pada dua kuartal berikutnya.

Kendari industri properti di guyur stimulus, Indra menyebut perseroan tidak berencana mengubah target prapenjualan. Hingga akhir 2016, target prapenjualan Agung Podomoro Land dipatok Rp3 triliun. Per Juni 2016, realisasi target telah mencapai 50%. Untuk menggenjot prapenjualan, emiten berkode saham APLN ini berencana merilis menara keempat di proyek Podomoro Golf View, Cimanggis.

Ivy Wong, Direktur Business Development PT Pakuwon Jati Tbk., mengatakan tax amnestybelum menjadi faktor pertimbangan perseroan dalam menetapkan target prapenjualan hingga akhir tahun ini. Perusahaan bersandi saham PWON itu tetap menargetkan prapenjualan sebesar Rp3 triliun hingga akhir 2016.

“Dampaknya baru akan berjalan dalam 6 bulan hingga 9 bulan kemudian,” ujar nya.

PWON berniat meluncurkan dua proyek perkantoran dan satu apartemen pada paruh kedua tahun ini untuk mengejar target prapenjualan dari proyek baru sebesar Rp900 miliar. Adapun, per Juni 2016, realisasi prapenjualan PWON mencapai Rp1,2 triliun atau 40% dari target sepanjang tahun ini senilai Rp3 triliun.