PT Best Profit Futures Jambi

GBPUSD Melemah Abaikan Pertumbuhan GDP Inggris Pada Q2

Bestprofit –  GBPUSD cenderung melemah pasca laporan pertumbuhan ekonomi Inggris kuartal kedua yang lebih baik daripada ekspektasi pasar. Usai laporan Gross Domestic Product (GDP), GBPUSD bergerak di kisaran 1.3100 atau lebih rendah 31 poin dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya.

Secara mengejutkan GDP Inggris dilaporkan bertumbuh 0,6% pada kuartal kedua dari pertumbuhan 0,4% pada kuartal pertama. Sebelum rilis data, pasar mengestimasi GDP Inggris akan mampu tetap bertumbuh 0,4% pada kuartal kedua. Angka GDP tahunan juga meningkat dari 2,0% pada kuartal I menjadi 2,2% pada kuartal II dibandingkan setahun sebelumnya.

Perekonomian Inggris ternyata masih mampu bertumbuh selama tiga bulan yang berakhir pada bulan Juni ketika Inggris memutuskan untuk keular dari Uni Eropa (Brexit). Namun pasar lebih mencemaskan angka indeks PMI manufaktur dan jasa bulan Juli yang menunjukkan adanya ekspektasi perlambatan aktivitas dalam dua sektor terbesar Inggris.

Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di rekor terendah 0,5%, mematahkan spekulasi pemangkasan suku bunga. Kini mayoritas pelaku pasar ekspektasi BOE akan memangkas suku bunga suku bunga saat rapat kebijakan moneter pekan depan. (YS)

Emas Kembali Tumbang ke Dekat Level Rendah

Sempat rebound pada awal sesi Asia hari Selasa, harga emas kembali terpuruk dekat level rendah $1,310 per troy ons. Awalnya, pelemahan bursa sahamdan koreksi pada dollar sempat membantu emas untuk rebound ke area $1,322 per troy ons.

Sementara Federal Reserve diperkirakan tidak akan mengubah kebijakannya pada pertemuan pekan ini, namun investor akan menantikan pernyataan dari the Fed mengenai peluang kenaikan di tahun ini.

Di sisi lain, Bank of Japan diperkirakan akan menambahstimulus atau melonggarkan kebijakan pada pertemuan 2-harian yang berakhir hari Jumat, namun jumlah paket stimulus yang berada di bawah isu yang beredar sebesar 20 trilyun yen kemungkinan akan mengecewakan pasar.

Menjelang event penting pertemuan bank sentral, biasanya investor akan waspada, sentimen risiko investor akan memburuk, dan hal itu akan menopang tingkat permintaan untuk aset safe haven seperti emas dan yen.

(- Bestprofit -)