PT Best Profit Futures Jambi

Gerak Bak Roller Coaster, Nasib Buruk Sedang Menghampiri Emas

FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Awal pekan pekan ini tampaknya bukan waktu yang baik untuk emas. Harga logam mulia ini melorot lagi, Senin (24/8/2020), melanjutkan tren koreksi yang sempat jatuh dalam pekan lalu. PT BESTPROFIT

Pada 07.05 WIB, harga emas dunia di pasar spot turun 0,39% ke US$ 1.931,82/troy ons. Sepanjang pekan lalu harga emas terkoreksi hingga 2,3% dan jatuh dari level US$ 2.000/troy ons. BEST PROFIT

Penguatan dolar AS turut menjadi sentimen penekan harga logam mulia tersebut. Indeks dolar yang sudah anjlok ke level terendah dalam dua tahun akhirnya kembali bangkit.  BESTPROFIT

Emas yang sudah mahal menjadi semakin mahal bagi pemegang mata uang lain lantaran komoditas tersebut dibanderol dalam dolar AS. Di sisi lain penguatan pasar saham serta obligasi pemerintah AS juga membuat aset safe haven tersebut tertekan. PT BESTPROFIT FUTURES

“Harga emas bak roller-coaster pekan lalu akibat macetnya kesepakatan paket stimulus ekonomi, kebangkitan dolar AS dan suku bunga riil” kata analis Standard Chartered Suki Cooper, seperti dikutip dari Reuters. BPF

Saat ini investor juga masih terus memantau perkembangan terbaru soal paket stimulus ekonomi lanjutan AS setelah DPR AS Nancy Pelosi mengatakan ia menolak rancangan undang-undang paket stimulus untuk meredam dampak pandemi Covid-19 dengan jumlah nominal yang kecil. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Namun Cooper masih memandang fundamental emas masih kuat dan prospek jangka panjangnya masih bagus.

“Kecuali jika ada aksi profit taking lanjutan, kami pikir tren naik jangka panjang (untuk emas) masih tetap utuh karena kami memperkirakan pelemahan dolar AS lebih lanjut dan skala stimulus [yang besar], dan karena kami mengharapkan suku bunga tetap rendah atau negatif,” ungkapnya.

Berdasarkan survei Kitco terhadap para pelaku pasar menunjukkan bahwa analis Wall Street mulai berbeda pendapat terhadap pergerakan harga logam mulia pekan depan. Sebanyak 47% analis memperkirakan harga emas masih bakal naik lebih tinggi, 47% lainnya memperkirakan turun dan sisanya netral.

Berbeda dengan para profesional Wall Street, sebanyak 56% dari total 2.830 responden online Main Street masih memandang harga emas bisa naik pekan depan. Sebanyak 25% mengatakan harga logam kuning akan turun dan sisanya netral.

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com