PT Best Profit Futures Jambi

Harapan Stimulus Kembali Melemahkan Yen

Bestprofit – Yen melemah pada awal sesi Asia hari Rabu dalam ekspektasi stimulus moneter signifikan dari Bank of Japan pada akhir pekan ini, sehari setelah mencetak kenaikan terbesar dalam 1 bulan akibat kekecewaan terhadap besaran rencana stimulus fiskal pemerintah.

Yen melemah sekitar 0.6% ke kisaran 105.25 per dollar, terkoreksi dari level tinggi hari Selasa di sekitar area 104.00 per dollar.

Sebagian besar pelaku pasar memperkirakan Bank of Japan akan mengumumkan pelonggaran kebijakan tambahan pada hari Jumat, termasuk memangkas suku bunga lebih dalam lagi ke area negatif dan menambah jumlah pembelian aset beresiko seperti bursa saham dan obligasi pemerintah.

Namun bersamaan dengan itu, sebagian lainnya juga meyakini bahwa tambahan stimulus, yang akan menjadi pelonggaran kebijakan keempat bagi Kuroda, kemungkinan tidak dapat terus menekan yen turun mengingat penguatan mata uang meski setelah kejutan BOJ di bulan Januari untuk memperkenalkan tingkat suku bunga negatif.

market-movers Market Movers

Market Movers: USDJPY dan AUDUSD Berfluktuasi Sebelum Pengumuman FOMC

Fokus pasar pada hari ini adalah hasil rapat bank sentral AS, namun mata uang Australia dan Jepang telah bergerak fluktuatif seiring spekulasi stimulus untuk masing-masing negara. AUDUSD berbalik melemah setelah sentuh level tinggi harian pasca pulihnya inflasi Australia pada kuartal kedua yang gagal meredam peluang pemangkasan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pekan depan.

USDJPY sempat menyentuh level tinggi harian 106.53 atau naik sekitar 1,8% dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya merespon berita Perdana Menteri Shinzo Abe yang berencana mengumumkan paket stimulus  sebesar 255 miliar dolar AS. Potensi stimulus besar ini juga memicu penguatan Nikkei yang naik sampai dengan 438 poin sebelum makan siang.

Beberapa faktor yang berpotensi menjadi market movershari ini:

  • GDP Kuartal II Inggris

Data estimasi awal pertumbuhan ekonomi kuartal kedua Inggris akan diumumkan pada pukul 15:30 WIB. Perekonomian Inggris diprediksi tetap pada pertumbuhan 0,4% pada kuartal lalu dan dianggap menjadi angka positif terakhir sehubungan dengan referendum Brexit bulan lalu. Konfirmasi ketahanan ekonomi Inggris berpotensi menopang perdagangan GBPUSD menjelang pengumuman komite suku bunga Federal Reserve nanti malam.

  • Data suplai minyak versi EIA

Pemerintah AS melalui Energy Information Administration (EIA) akan mengumumkan data mingguan jumlah suplai minyak mentah AS pada pukul 21:30 WIB. Datat institusi swasta American Petroleum Institute (API) yaitu penurunan suplai sebesar 800.000 barel pada pekan lalu telah mengecewakan pasar yang mengharapkan pengurangan suplai sebesar 2,6 juta barel. Harga minyak mentah pada jam makan siang turun 0,12% dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di level $42.85 per barel.

Federal Open Market Committee (FOMC) akan mengakhiri rapat 2-harinya tengah malam nanti. Pasar ekspektasi belum ada perubahan pada tingkat suku bunga Fed untuk bulan ini. Namun data-data ekonomi AS belakangan ini mengindikasikan kuatnya perekonomian AS sehingga pasar menduga akan ada proyeksi yang lebih optimis dalam pernyataan FOMC yang dirilis pukul 1:00 WIB dini hari nanti, bersamaan dengan keputusan suku bunga. Harga emas sempat melemah sekitar $3 di awal sesi Asia.

Detail jadwal ekonomi yang lebih lengkap dapat dilihat dalam Calendar sementara untuk rangkuman pergerakan pasar untuk sesi sebelumnya dapat dibaca dalam Daily Report.

(Yulia Safrina)