PT Best Profit Futures Jambi

Harga Emas Dunia Terus Berkilau Imbas Perang Dagang AS-China

Harga Emas Dunia Terus Berkilau Imbas Perang Dagang AS-China

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas melesat ke level tertingginya karena didorong permintaan safe-haven, imbas investor membuang aset berisiko di tengah kekhawatiran atas pelemahan ekonomi jangka panjang dan ketegangan perdagangan AS-China terkini. PT BESTPROFIT

Mengutip Reuters, Jumat (15/5/2020) harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.727,70 dolar AS per ounce. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 1,4 perse menjadi 1.740,90 dolar AS per ounce. BEST PROFIT

“Tampaknya beberapa investor berbalik bearish pada ekuitas, hubungan AS-China terus menuju spiral dan kita mendapati data yang sangat suram dari AS, dan semua itu mendukung (permintaan) safe-haven,” kata Edward Moya, analis OANDA. BESTPROFIT

“Harga emas melonjak selama beberapa pekan terakhir, tetapi tampaknya sekarang kita memiliki latar belakang ekonomi makro yang akan mendukung harga yang tinggi dalam jangka pendek,” tambahnya. PT BESTPROFIT FUTURES

Chairman Federal Reserve, Jerome Powell memperingatkan tentang “periode yang panjang” pertumbuhan ekonomi yang lemah, akan menggunakan kekuatan bank sentral dan menyerukan belanja fiskal tambahan untuk membendung dampak dari pandemi virus corona. BPF

Data terbaru menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran Amerika mencapai 2,98 juta untuk pekan yang berakhir hingga 9 Mei. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Kendati angka itu turun dari 3,17 juta pada pekan sebelumnya dan menandai penurunan mingguan keenam beruntun, klaim tersebut tetap sangat tinggi.

Pasar saham dunia tumbang untuk hari ketiga berturut-turut karena data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan sinyal bank sentral bahwa stimulus pemerintah lebih lanjut mungkin diperlukan memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

Emas juga diuntungkan dari ketidakpastian baru terkait hubungan perdagangan China-AS, setelah Presiden Donald Trump mengatakan sangat kecewa terhadap China atas kegagalannya untuk menahan penyebaran virus corona, mengatakan pandemi di seluruh dunia merusak kesepakatan perdagangannya dengan Beijing.

 

 

Sumber : suara.com