PT Best Profit Futures Jambi

Harga Emas Global & Antam Menukik Tajam, Plis Jangan Panik!

A Thai shopkeeper talks to customer who sold gold necklace to the gold shop in Bangkok, Thailand, Thursday, April 16, 2020. With gold prices rising to a seven-year high, many Thais have been flocking to gold shops to trade in their necklaces, bracelets, rings and gold bars for cash, eager to earn profits during an economic downturn.(AP Photo/Sakchai Lalit)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI – Harga emas dunia sepertinya mulai memudar kendati kilaunya masih tetap menarik. Harga emas dunia menukik tajam dari rekor tertinggi sepanjang masa dalam 4 hari perdagangan terakhir. Pada perdagangan Selasa lalu (11/8/2020) harga emas dunia merosot US$ 116 atau 5,72% ke US$ 1.911,24/troy ons di pasar spot, melansir data Refinitiv. PT BESTPROFIT

Penurunan harga emas dunia tersebut menjadi penurunan harian terburuk dalam 7 tahun terakhir. BEST PROFIT

Harga emas dunia mulai merosot sejak Jumat (7/8/2020) pekan lalu, beberapa saat setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons. BESTPROFIT

Penyebab merosotnya emas dunia yakni tanda-tanda pulihnya perekonomian Amerika Serikat (AS) yang membuat yield obligasi (US Treasury) naik, dan indeks dolar AS bangkit dari level terendah 2 tahun sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) emas. PT BESTPROFIT FUTURES

Aksi profit taking kian menggila setelah media lokal Rusia memberitakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pemerintahannya telah memberi persetujuan vaksin virus corona yang pertama di dunia. BPF

Kabar tersebut membuat bursa saham menguat, indeks S&P 500 bahkan sempat mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Ketika aset-aset berisiko menguat, maka daya tarik emas sebagai safe haven menjadi luntur. PT BESTPROFIT FUTURES HEAD OFFICE

Kemerosotan terus berlanjut pada Rabu pagi kemarin (12/8/2020), harga emas dunia ambrol ambrol 2,49% ke US$ 1.863,66/troy ons.

Sehingga jika dilihat dari rekor tertinggi sepanjang masa, emas dunia sudah ambles lebih dari US$ 200 atau sekitar 10,8%, wow.

Di luar faktor penyebab kemerosotan tersebut, pergerakan emas di ini mengingatkan kembali 10 tahun lalu, ketika emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa kala itu, sebelum akhirnya menukik tajam di hari yang sama.

Pada 23 Agustus 2011, harga emas dunia mencapai level tertinggi sepanjang masa US$ 1.911,46/troy ons, di hari itu juga langsung merosot dan mengakhiri perdagangan di level US$ 1.829,65/troy ons, atau ambrol 4,28% dari rekor.

Sehari berselang kemerosotan berlanjut sebesar 4,29%. Pada 25 Agustus 2011, emas masih berlanjut nyungsep US$ 1.702,44/troy ons sebelum akhirnya rebound di hari itu juga.

Jadi total pelemahan dalam 3 hari hingga Rabu kemarin, dari rekor puncak ke US$ 1.702,44/troy ons sebesar 10,94%.

Pada Rabu tadi malam, harga emas dunia mulai berbalik menguat 1,64% ke US$ 1.942,47/troy ons pada pukul 18:22 WIB.

Emas Antam

Ambrolnya harga emas dunia turut menyeret turun harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. atau uang dikenal dengan emas Antam, yang Rabu kemarin harganya turun 2,84%.

Berdasarkan data dari situs logammulia.com, emas dengan berat 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.026.000/batang, turun Rp 30.000 atau 2,84% dibandingkan harga Selasa.

Sementara emas batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini dibanderol Rp 96.812.000/batang atau Rp 968.120/gram, turun 3,01%.

Transaksi emas dunia di dalam negeri biasanya dilakukan dengan trading, membuka akun di perusahaan pialang berjangka, dan melakukan aksi jual beli untuk menghasilkan cuan.

Sementara emas Antam digunakan sebagai sarana investasi. Intinya harga emas dunia dan emas Antam sedang mengalami penurunan, melihat kondisi saat ini apakah waktunya untuk jual atau beli?

Lantas, apa kata para analis mengenai kemerosotan beberapa hari terakhir?

“Emas berada dalam posisi yang belum pernah dicapai sebelumnya, penurunan tajam kemarin menunjukkan volatilitas harga emas kemungkinan masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” kata Vivek Dhar, analis komoditas pertambangan dan energi dari Commonwealth Bank of Australia dalam sebuah catatan yang dikutip CNBC International.

Volatilitas tinggi artinya harga emas dunia kemungkinan masih akan merosot tajam, tetapi tidak menutup kemungkinan kembali melesat. Maka bersiap untuk melihat harga dunia turun atau naik dengan cukup signifikan, dan diikuti oleh emas Antam.

Kemudian Carsten Fritsch, analis dari Commerzbank sebagaimana dikutip Kitco mengatakan koreksi tajam pada emas yang selama ini dinanti akhirnya dimulai, tetapi jangan gentar karena rally harga emas dunia akan kembali berlanjut katanya.

Sejauh ini, memang belum ada perubahan proyeksi dari para analis, harga emas dunia diramal masih akan terus menguat.

Barry Dawes, dari Martin Place Securities, memproyeksikan dalam dua tahun ke depan harga emas disebut akan mencapai US$ 3.500/troy ons.

Ole Hansen, Kepala Ahli Strategi Komoditas di Saxo Bank, memprediksi emas akan mencetak rekor tertinggi pada tahun depan, dan jangka panjang emas akan mencapai US$ 4.000/troy ons.

Analis lainnya, Jurge Kiener dari Swiss Asia Capital bahkan lebih bullish lagi. Secara teknikal ia melihat ada peluang emas mencapai US$ 8.000/troy ons.

Sementara Dan Olivier, pendiri Myrmikan Capital, yang memprediksi emas akan mencapai US$ 10.000/troy ons. Meski tidak disebutkan kapan emas akan mencapai level yang saat ini terlihat ekstrem tersebut.

Trader dan investor yang risk taker tentu melihat kemerosotan emas dunia dan emas Antam sebagai belakangan ini sebagai peluang untuk beli. Sementara trader dan investor yang konservatif sepertinya akan menganalisa situasi dan melihat perkembangan terlebih dahulu.

Apalagi, setelah muncul tanda-tanda kebangkitan ekonomi AS, dan perkembangan vaksin terbaru. Semakin banyak tanda kebangkitan ekonomi AS maka laju emas untuk terus naik akan semakin berat. Apalagi jika sampai vaksin virus corona benar-benar ditemukan maka akan menjadi game changer, bukannya beli, trader dan investor kemungkinan akan jual emas.

Yung-yu Ma, kepala strategi investasi di BMO Wealth Management, mengatakan ada 2 faktor yang membuat emas akan berubah arah, yakni vaksin dan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden AS pada bulan November.

Efek pemilu dikatakan tergantung bagaimana hasilnya, sementara Jika ada perkembangan positif dari vaksin virus corona, ia melihat emas akan turun hingga ke US$ 1.600/troy ons setelah Pemilu AS. Tetapi ia juga mengatakan emas akan kembali rally di tahun depan.

 

 

 

Sumber : suara.com