PT Best Profit Futures Jambi

Hari Lingkungan Hidup, Wapres Dan Lima Menteri Akan Kunjungi Siak

Bestprofit – Wakil Presiden Jusuf Kalla dan lima Menteri dan ratusan kepala daerah se-Indonesia mengunjungi Kabupaten Siak dalam rangka memperengati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia (World Environment Day).

Kepala Biro Humas Pemprov Riau Darusman mengatakan Wakil Prsiden Jusuf Kalla dan rombongan menteri dan kepala daerah dijadwalkan tiba di Siak dan meresmikan Danau Zamrud sebagai danau wisata.

“Wakil Presiden Jusuf Kalla dan rombongan dijadwalkan meresmikan Danau Zamrud pada pukul 11.00 WIB,” katanya, Jumat (22/7/2016).

Wakil Presiden didampingi oleh lima orang menteri, antara lain Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Menteri Riset dan Teknologi dan Menteri Agama.

Wapres JK juga akan memberikan penghargaan kepada 72 kepala daerah yang menerima penghargaan Adipura, Kalpataru, Nirwasita Tantra dan Adiwiyata. Di jadwal yang sama, Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo juga akan melakukan penandatangan kesepakatan (Mou) tentang Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup.

Pemerintah daerah Riau sebagai fasilitator juga akan menyempakan JK Shalat Jumat di Islamic Center Siak yang merupakan salah satu objek wisata Siak. Setelah itu, Wapres juga akan mengunjungi Istana Siak peninggalan Kerajan Siak Sri Indrapura.

Sebelumnya, aktivis lingkungan hidup, Jaringan Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengatakan Wapres JK serta Menteri Lingkungan Hidup harus terus memantau Riau yang telah menjadi perhatian dunia karena kasus kebakaran hutan dan lahan.

“Kunjungan Wapres dalam rangka memperingati Wold Environment Day harus mampu menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan agar tidak terjadi kabut asap,” kata Wakil Koordinator Jikalahari Made Ali. – Bestprofit

SANTOSO TEWAS: Pemerintah Tunggu Kepastian. Satgas Tinombala Mendapat Pujian.

Pemerintah memberikan pujian atas kerja satgas Tinombala dalam mengejar kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghargai kinerja operasi gabungan TNI-Polri Satuan Tugas (Satgas) Tinombala dalam membekuk jaringan kelompok bersenjata radikal Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

“Kita mengucapkan penghargaan sebesar-besarnya kepada polisi dan tentara yang sudah melakukan operasi besar-besaran selama berbulan-bulan. Karena itulah diberikan penghargaan,” kata Wapres Kalla usai menghadiri Muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/7/2016).

Terkait dugaan tewasnya Santoso sebagai dalang dari kelompok tersebut, Wapres mengatakan Pemerintah masih menunggu hasil investigasi dan identifikasi oleh pihak terkait.

“Kalau itu berhasil, artinya kita bisa menyelesaikan masalah di Poso. Ini masih menunggu kepastian DNA-nya,” katanya.

Satgas Tinombala merupakan tim khusus yang dibentuk untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso di hutan Poso.

Tim ini merupakan gabungan dari prajurit TNI dan Polisi yang jumlah totalnya lebih dari 3.000 orang.

Selama ini, kerja sama TNI dan Polisi yang tergabung dalam Satgas Tinombala cukup efektif menyulitkan pergerakan kelompok Santoso. Sudah banyak anggota kelompok Santoso yang berhasil ditangkap oleh tim Satgas Tinombala.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, menyebutkan, batalyon Raider 515 Kostrad, Satgas Tinombala, baku tembak dengan kelompok Santoso dan mengakibatkan salah satu terduga Santoso, tewas.

“Jadi ada kontak senjata di koordinat UTM 2027-6511. Kontak tembak dari satuan tugas Batalyon Raider 515 Kostrad. Yang jelas tim satgas penugasan pengejaran Santoso,” kata Kapuspen TNI saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa.

Jenderal bintang dua ini menyebutkan, baku tembak terjadi pada Senin (18/7) sekitar pukul 17.00 WIT. Ada lima orang yang terlibat baku tembak dengan tim Satgas Tinombala, yang dua orang di antaranya tewas. Salah satunya diduga Santoso.

“Dua orang meninggal salah satu cirinya berjenggot dan mempunyai tahi lalat yang cirinya dicurigai mirip Santoso,” jelas Tatang. – Bestprofit