PT Best Profit Futures Jambi

Ikut pameran di Shanghai, ini deretan produk yang akan dibawa pemerintah Indonesia

BEST PROFIT – Menteri Perdagangan China, Liu Jun bertandang ke Kementerian Perdagangan Indonesia. Kedatangannya merupakan bagian dari rangkaian roadshow untuk mempromosikan ‘China International Import Expo 2018′ yang akan diselenggarakan pada 5 sampai 10 November 2018 mendatang.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda Imbang Jaya memastikan Indonesia akan ikut ambil bagian pada pameran yang diselenggarakan di Shanghai itu. Pameran ini dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menekan defisit perdagangan terhadap China.

“Perdagangan kita total sekitar USD 85 miliar. Secara angka kita totally defisit sekitar USD 12 miliar (migas), tapi kalau non-migas saja defisit USD 14 miliar. Ini peluang yang bagus untuk kita mengurangi defisit tersebut,” ungkapnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (13/3).

Pameran itu akan diikuti kebih dari 200 negara. Indonesia sendiri bakal menempati luas area sekitar 1.000 m2. “Kita dikasih (fasilitas) country paviliun seluas 160 m2. Saya minta lebih besar sekitar 250 m2,” ujarnya. BESTPROFIT

Dalam melakukan persiapan menuju pameran tersebut, pemerintah akan berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Persatuan Pengusaha Indonesia Tiongkok (PERPIT). “Ini baru mau promosi baru buka exhibitor yang tertarik. Kita akan promosi sebaik-baiknya. Ya sekitar 100 booth-lah 1000 dibagi 9 meter. Kita ingin mereka yang ikut yang benar-benar mau promosi produk mereka. UKM dan Pemda pasti dilibatkan,” tandasnya.

Dalam pameran ini, pemerintah Indonesia meminta lokasi strategis untuk mendirikan stand Indonesia. “Saya minta juga di-provide untuk ketemu langsung dengan buyer (pembeli).”

Salah satu contoh produk yang akan dibawa Indonesia ke Shanghai adalah furniture. Dalam penjualan ini, pemerintah juga meminta handling facilitate dengan diskon ataupun mungkin bisa diberi gratis.

Dalam pemeran yang diselenggarakan 5 sampai 10 November 2018 ini, produk Sawit, Karet, Kopi, dan otomotif juga masih menjadi andalan. “Kita sekarang coba lihat mana yang patut dan layak untuk dipamerkan. Ada beberapa zona yang mreka provide sekitar 7 zona, tapi kita fokus di 3 produk potensial kita, Agri mamin, tourism dan services,” jelasnya. PT BESTPROFIT

“Target transaksi kita belum tentukan tapi kita ingin sebanyak mungkin. Konsepnya mereka itu BtoB (bussines to business) dan BtoC (bussines to costumer),” tandasnya.

Sumber: merdeka.com