Imbas Pandemi, Laba Karya Bersama Anugerah Merosot 84,6% di Kuartal III

BEST PROFIT BEST PROFIT FUTURES BESTPRO BESTPROFIT BESTPROFIT FUTURES Bola Dunia emas Uncategorized

Dari kiri ke kanan, Komisaris Utama PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBA) Tjia Daniel Wirawan, Komisaris Independen KBA Airin, Direktur Utama KBA Nicholas Sumasto,dan Direktur KBA Budi Hariyanto saat Public Expose PT Karya Bersama Anugerah Tbk, di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Manajemen Perseroan berencana untuk melakukan IPO sebanyak-banyaknya 2.150.000.000 saham baru kepada publik dengan nominal Rp20 per saham.  

Dari kiri ke kanan, Komisaris Utama PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBA) Tjia Daniel Wirawan, Komisaris Independen KBA Airin, Direktur Utama KBA Nicholas Sumasto,dan Direktur KBA Budi Hariyanto saat Public Expose PT Karya Bersama Anugerah Tbk, di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Manajemen Perseroan berencana untuk melakukan IPO sebanyak-banyaknya 2.150.000.000 saham baru kepada publik dengan nominal Rp20 per saham. (Foto: beritasatu photo)

 

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI– PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG), pengembang real estate dengan konsep rumah hunian sederhana berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur, mencatatkan penurunan pendapatan 32,2% di kuartal-III 2021 menjadi Rp 21,48 miliar jika dibandingkan kuartal III-2020 yang sebesar Rp 31,69 miliar. Berdasarkan laporan keuangan per 31 September 2021, tidak diaudit, penurunan pendapatan tersebut dikarenakan menurunnya penjualan unit yang disebabkan meningkatnya kembali kasus corona di pertengahan tahun 2021. PT BESTPROFIT

“Banyak karyawan perseroan yang terkena Covid-19, sehingga cukup mengganggu aktivitas operasional perseroan” jelas Corporate Secretary PT Karya Bersama Anugerah Tbk Lasiah Pipit, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11/2021).BACA JUGA BEST PROFIT

Penurunan penjualan tersebut menyebabkan menurunnya kinerja laba kotor sebesar Rp 9,55 miliar atau turun sebesar -41,4% jika dibandingkan dengan kuartal tahun sebelumnya. Selain itu laba usaha Perseroan juga mengalami penurunan yang signifikan sebesar -88,6% atau sebesar Rp 0,99 miliar yang disebabkan oleh kenaikan pada biaya pemasaran seiring dengan program pemasaran yang diluncurkan oleh perseroan, sehingga laba bersih perseroan ikut terpangkas sebesar 84,6% atau sebesar Rp 1,74 miliar jika dibandingkan periode sebelumnya. BESTPROFIT

Dari sisi aset, perseroan mencatatkan total asset pada periode 31 September 2021 sebesar Rp 462,95 miliar, relatif stabil jika dibandingkan dengan total asset pada 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp 463,49 miliar.

Dari sisi liabilitas, hutang lancar perseroan tercatat sebesar Rp 80,28 miliar, meningkat sebesar Rp 1,05 miliar atau sebesar 1,3% jika dibandingkan dengan hutang lancar pada Desember 2021, yang disebabkan kenaikan tipis pada hutang non usaha, sedang akan hutang tidak lancar menurun sebesar Rp 0,35 miliar atau sebesar -19,2% dibandingkan posisi Desember 2021. yang disebabkan adanya penurunan hutang sewa. Secara keseluruhan, tidak terjadi perubahan yang signifikan terhadap total utang perseroan jika dibandingkan dengan posisi pada tahun 2020.

Perseroan berharap hingga akhir tahun ini, kinerja operasional dan keuangan perseroan dapat mengalami perbaikan dan membukukan peningkatan baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih. “Kami berharap omset penjualan akan meningkat, dengan adanya kegiatan promosi yang kami gelar sampai akhir tahun ini. Salah satunya dengan pameran yang ditunjang dengan promosi di media sosial, cara bayar yang mudah dengan program tunai bertahap” ungkap Lasiah. PT BESTPROFIT FUTURES
BPF

Sumber : Jakarta, Beritasatu.com

Leave a Reply