PT Best Profit Futures Jambi

Indeks Saham Asia Mixed Karena Besarnya Peluang Kenaikan Suku Bunga AS

8f5dc8a8e0ad34f0027af3ff982d810bBursa saham Asia bergerak mixed pada hari Kamis, setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bahwa pertemuan kebijakan di bulan Desember akan “menghidupkan kemungkinan” untuk kenaikan suku bunga jika data ekonomi yang akan datang terus berikan dukungan.

Indeks Nikkei 225 memperpanjang penguatannya, berkat lonjakan dollar-yen di balik tumbuhnya ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Desember, dan juga berkat reli komponen saham unggulan Japan Tobacco yang naik sebesar 7.1%.

Saham produsen tembakau tersebut melonjak di perdagangan Tokyo setelah menaikan dividen tingkat tahunan mereka dan perkiraan pendapatan bersih.

Memperpanjang penguatan beruntun mereka untuk hari kedua, Japan Post Insurance melampaui kinerja rekannya dengan lompatan 13.4%, sementara itu saham Japan Post Holdings dan Japan Post Bank masing-masing naik 3.4% dan 6.2%, setelah debut mereka di pasar yang impresif pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu yang melemah di indeks Nikkei diantaranya adalah saham Takata yang merosot sebesar 25.2% ke level terendah sejak April 2009, setelah Honda Motor pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan lagi inflator kantung udara  yang bermasalah oleh rekannya. Honda, yang pada hari Rabu melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 14% untuk periode enam bulan sampai September, sahamnya ditutup hampir 2%.

Indeks Shanghai Composite China memangkas penguatan di sesi perdagangan siang hari, menjauh dari level puncak hari ini di 3,585 yang juga merupakan level tertinggi indeks sejak 21 Agustus. Indeks Shanghai saat ini terlihat masih menguat 2.2%.

Perusahaan sekuritas adalah juaranya pada hari ini, saham Industrial Securities dan Huatai Securities menyentuh batasan atas perdagangan yang sebesar 10%, sementara itu saham Founder Securities dan Everbright Securities masing-masing melonjak 9.4%. Saham China Merchants Securities dan Haitong Securities menguat antara 6.4% sampai 8.5%.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga mengurangi penguatannya, sedikit turun di tengah perdagangan choppy.

Saham Glencore melonjak sebesar 5.5% di Hong Kong setelah para trader komoditas umumkan rencana pada hari Rabu bahwa mereka berencana untuk mengurangi hutang dengan menjual aset.

Indeks saham Kospi melemah di dalam perdagangan yang netral.

Diantaranya saham yang turun adalah seperti saham pembuat kapal Daewoo Shipbuilding & marine Engineering dan Hyundai Mipo Dockyard yang masing-masing turun lebih dari 2%, sementara itu saham blue chips Posco dan kepco ditutup turun 0.3% dan 0.9%.