Inflasi Tahunan RI Tembus 7,15% di Bulan Mei

Indonesia Flag 2Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data inflasi Indonesia untuk bulan Mei 2015. Dibandingkan April lalu, inflasi meningkat 0,50% atau lebih tinggi dari laporan sebelumnya (0,36%) dan prediksi analis (0,39%).

Inflasi tahunan Indonesia juga melonjak di atas perkiraan pelaku pasar dengan kenaikan 7,15% atau lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan bulan April yang hanya 6,79% dan prediksi analis (7,00%). Adapun inflasi inti terpantau flat di level 5,04%, tidak selisih jauh dari perkiraan (5,03% dan inflasi inti April (5,04%).

Kenaikan harga produk bahan makanan dan tarif listrik sebesar 2,8% di bulan April lalu menyumbang inflasi terbesar. Walaupun harga beras turun, laju penurunannya tidak mampu mengimbangi kenaikan bahan makanan lain semacam daging ayam dan cabai.

Di sisi lain, komponen harga barang-barang yang termasuk dalam inflasi inti justru tetap terkendali. Oleh karena itulah laju inflasi inti tidak berubah banyak dibandingkan laporan BPS bulan April. Pelemahan Rupiah lebih dari 1% dan kenaikan harga emas sekitar 12% selama bulan lalu juga tidak berpengaruh banyak terhadap inflasi inti. Ada kecenderungan perusahaan-perusahaan produsen enggan menaikkan harga barang di tengah kelesuan ekonomi dan memilih untuk lebih efisien.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), tercatat 81 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu (2,24%) dengan IHK 120,42 dan terendah terjadi di Singkawang (0,03%) dengan IHK 119,28. Sementara deflasi terjadi di Pangkalpinang (0,61%) dengan IHK 118,06.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan (1,39%); kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,50%); kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,20%); kelompok sandang (0,23%); kelompok kesehatan (0,34%); kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,06%); dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan (0,20%).

PERHATIAN!
MANAGEMEN PT.BESTPROFIT FUTURES (PT BPF) MENGHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT UNTUK LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP BEBERAPA BENTUK PENIPUAN YANG BERKEDOK INVESTASI MENGATASNAMAKAN PT BPF DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA. UNTUK ITU HARUS DIPASTIKAN BAHWA TRANSFER DANA KE REKENING TUJUAN (SEGREGATED ACCOUNT) GUNA MELAKSANAKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA ADALAH ATAS NAMA PT.BESTPROFIT FUTURES, BUKAN ATAS NAMA INDIVIDU.