Jelang IPO, Widodo Makmur Komitmen Terapkan ESG

Uncategorized

Ilustrasi solar panel yang diterapkan  PT Widodo Makmur Perkasa.

Ilustrasi solar panel yang diterapkan PT Widodo Makmur Perkasa. (Foto: Dok)

PT BESTPROFIT FUTURES JAMBI

– PT Widodo Makmur Perkasa, calon emiten bidang consumer goods dan komoditas agrikultur menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam proses bisnis serta menjadikan berbagai inisiatif ini sebagai katalis dalam proyeksi pertumbuhan perusahaan ke depan. Saat ini WMP tengah dalam proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dengan melepas sebanyak-banyaknya 25% atau 8,3 miliar saham. PT BESTPROFIT

“Prinsip ESG menjadi salah satu pedoman utama kami dalam menjalankan bisnis di sektor pangan. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi berusaha memberikan nilai tambah bagi seluruh elemen masyarakat,” kata CEO Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/11/2021).BACA JUGA

BEST PROFIT

Berbagai inisiatif yang telah dijalankan WMP antara lain instalasi panel surya pada berbagai fasilitas perusahaan untuk mendukung kebutuhan energi dalam aktivitas perusahaan, serta pengembangan fasilitas pengolahan limbah peternakan menjadi biofertilizer dan energi biogas untuk mendukung kebutuhan dari perkebunan jagung yang akan dikembangkan oleh perusahaan.

Instalasi panel surya dibagi menjadi tiga tahap, yakni instalasi tahap pertama dan fase pertama telah selesai dilaksanakan pada Oktober lalu. Tahap pertama akan dibagi menjadi tiga fase. Adapun fase pertama telah selesai dijalankan dan akan dilanjutkan dengan fase kedua dan ketiga yang ditargetkan rampung pada semester pertama 2022. “Pada instalasi tahap pertama ini, WMP menargetkan instalasi panel surya dengan kapasitas 37,7 MWp dari total rencana 158 MWp, di seluruh fasilitas produksinya,” kta Tumiyana. BESTPROFIT

Sementara itu, WMP juga telah mengoperasikan fasilitas pengolahan limbah peternakan menjadi biofertilizer dan energi biogas. WMP menargetkan ke depannya akan mampu menghasilkan 21.528 m3 energi biogas per hari, melalui fasilitas pengolahan limbah yang sedang dikembangkan oleh perusahaan.BACA JUGA

PT BESTPROFIT FUTURES

Selain itu WMP juga memiliki komitmen menyerap hasil produksi para petani maupun petani lokal di sekitar fasilitasnya, serta menjalankan berbagai program pembinaan maupun pelatihan bagi para pelaku industri pangan generasi muda di Indonesia yang terpusat di Joglo Tumiyono, Klaten, Jawa Tengah. Meskipun WMP saat ini sedang dalam proses mengembangkan perkebunan jagung di beberapa lokasi di seluruh penjuru Indonesia guna meningkatkan cost efficiency terutama dalam suplai bahan baku pakan peternakan, namun WMP berkomitmen untuk mengalokasikan suplai 45% dari kebutuhan bahan baku pakannya wajib diserap dari hasil pertanian warga sekitar maupun petani lokal untuk dapat tetap menjaga keseimbangan perekonomian rakyat di area aktivitas perusahaan. “Seluruh model bisnis kami memang telah kami rancang tidak hanya untuk membawa pertumbuhan maupun pengembangan perusahaan,” kata Tumiyana.

WMP tengah dalam proses IPO dengan melepas sebanyak-banyaknya 25% atau 8,3 miliar saham. Perseroan memasang harga Rp 160-220 per saham, sehingga dari aksi korporasi ini bisa diraih dana segar antara Rp 1,32- Rp 1,82 triliun. WMP akan menggunakan sekitar 11,43% dana hasil IPO untuk membiayai pengembangan kerja sama operasi export yard, logistik dan rumah potong hewan di Australia. Perseroan juga mengalokasikan sekitar 19,05% untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi dan Papua. Selain itu, sekitar 19,05% akan dipakai untuk penyertaan modal ke anak perusahaan, sekitar 17,90% untuk membayar utang bank, dan sisanya 32,57% sebagai modal kerja grup, terutama untuk pembelian bahan baku. BPF

Sumber :Jakarta, Beritasatu.com