PT Best Profit Futures Jambi

Kenaikan harga bawang putih dicemaskan picu kelangkaan

BEST PROFIT – Harga bawang putih, bawang merah dan cabai mengalami kenaikan di sejumlah pasar di DKI Jakarta dalam sepekan ini. Tingginya harga bawang putih dikhawatirkan bisa memicu kelangkaan.

Seperti diungkapkan penyalur bawang putih di Pasar Induk Kramatjati Jakarta Timur, Khairul yang mengaku khawatir jika kenaikan harga bawang putih bisa berlanjut dengan kelangkaan.

Khairul menduga, kondisi ini disebabkan tidak dibukanya keran impor sejak awal 2018. Selama dua bulan terakhir, bawang putih hanya menghabiskan stok yang ada di dalam negeri. Dia menduga ada pemain yang menimbun stok bawang putih sejak Desember 2017 lalu.

“Kita hitung saja, dengan harga yang naik dan turun tidak jelas begini, kalau ambil untung Rp 10.000 saja sekilo, dan kebutuhan bawang putih itu 400 ribu ton bawang putih, itu artinya ada uang Rp 4 triliun,” ujarnya.

Dia mengatakan, harga bawang putih Kating di pasar induk berkisar Rp 32.000 hingga Rp 33.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih biasa seharga Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Mahalnya bawang putih juga mengakibatkan konsumennya membeli dengan jumlah sedikit. “Yang biasanya beli sekuintal sekarang cuma ambil 20 Kg, terus yang biasa beli 20 Kg, sekarang cuma 10 Kg,” tegasnya. BESTPROFIT

Dia membenarkan bahwa peraturan Menteri Pertanian yang mewajibkan importir menanam lima persen dari total jumlah impornya sudah dijalankan. Namun demikian, dibutuhkan waktu untuk panen. Bahkan, biaya menanam bawang putih pun bisa lebih mahal daripada hasil panen. Selain itu, tetap saja kebutuhan lebih tinggi dibandingkan pasokannya.

Dia memastikan, harga yang mahal dipastikan merugikan konsumen dan juga para pedagang. “Kita ini hampir sama dengan berjudi sekarang, semua tidak jelas. Kalau ambil banyak, takut besok harganya turun. Kalau ambil sedikit, takutnya besok harga naik. Ini seperti ayunan,” keluhnya.

Yadi, pedagang bawah putih dan bawang merah di Pasar Santa, Selasa (27/2) mengutarakan hal senada. Sedangkan Kepala Pasar Santa, Jakarta, Ahmad Subhan menambahkan, untuk harga bawang putih Rp 40.000 per kilogram dan bawang putih mengalami kenaikan Rp 5.000. Dari harga sebelumnya Rp 35.000.

“Kenaikan harga bawang putih sudah sejak seminggu lalu. Faktornya karena cuaca dan hujan. Namun permintaan konsumen tetap. Sebab, sudah banyak pelanggan yang juga memenuhi kebutuhannya dan memahami adanya kenaikan,” ujar Yadi,

Sedangkan Kepala Pasar Tebet Barat, Untung menuturkan, untuk harga bawang putih Rp 40.000 per kilogram dan bawang merah Rp 35.000 per kilogramnya. Menurutnya, harga bawang putih dan merah tersebut masih normal.

Beberapa hal dinilai masih menjadi kendala Indonesia untuk bisa mencapai swasembada bawang putih. Indonesia dianggap sulit lepas dari kebijakan impor. Kendala tersebut salah satunya terkait lahan penanaman yang tidak bertambah signifikan dan menjadi salah satu penyebab produksi tak bisa menutupi kebutuhan di masyarakat. PT BESTPROFIT

Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika menilai mustahil berharap Indonesia bisa mencapai swasembada bawang putih dalam dua tahun ke depan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas lahan pertanian bawang putih pada 2016 mencapai 2.407 hektare. Angka ini menurun 6,09 persen dibandingkan dengan lahan bawang putih yang tercatat seluas 2.563 hektare pada 2015.

Sementara aturan wajib tanam importir dinilai belum bisa membuat jumlah lahan tanaman bawang putih naik signifikan. “Kita perlu penambahan sekitar 50 ribu hektare. Nah, sekarang pertanyaannya, lahan yang dipakai itu lahan apa? Lahan yang mana?” kata dia, Rabu (14/2).

Sumber: merdeka.com