PT Best Profit Futures Jambi

PT Best Profit : Krishna Murti Beri Respon Sangat Mengejutkan Setelah Jessica Tuduh Dia Memaksa Akui Bunuh Mirna

PT Bestprofit Futures Jambi

PT Best Profit Futures Jambi

PT Best Profit : Kombespol Krishna Murti memberikan respon yang sangat mengejutkan setelah terdakwa kasus kopi maut bersianida, Jessica Kumala Wongso menuduhnya telah memaksa untuk mengakui bahwa dirinya membunuh almarhum Wayan Mirna Salihin dengan menaruh racun di kopi yang diminum almarhumah.

Entah ada hubungan atau tidak dengan tuduhan Jessica, Krishna Murti membuat status di Instagram yang diduga kuat merupakan respon keras atas tuduhan Jessica.

“Kesaksian paling penting dari sebuah peristiwa pidana adalah dari KORBAN dan PELAKU. Kalau korban mati, ya keterangan pelaku akan menjadi penting,” tulis Krishna Murti seperti TribunStyle.com lansir dari Instagramnya, Jumat (30/9/2016) pagi.

“Tidak semua peristiwa pembunuhan ada saksi orang lain yang melihat pelaku melakukan perbuatannya.. Banyak sekali pembunuhan tanpa saksi yang melihat. Banyak sekali perkosaan tanpa saksi. Banyak sekali pencurian tanpa saksi,” lanjut Krishna.

Krishna Murti lantas memaparkan pengalaman panjang dia selama ini dalam menyidik kasus.

“Banyak sekali perampokan dg pembunuhan tanpa saksi yang melihat. Banyak sekali pencabulan anak tanpa saksi yang melihat…,” tulisnya.

“Dan banyak sekali tersangka yang tidak mau mengaku, bahkan membangun cerita berbelit untuk menyangkal perbuatannya.. Maka dalam Penyidikan dikenal istilah Criminal Scientific Identification.. Dicari kesesuaian petunjuk dari alat bukti yg ada dalam rangka memenuhi unsur2 pasal yg disangkakan,” kata Krishna Murti yang baru saja kembali dari Polda Lampung untuk kembali ditugaskan di Mabes Polri.

“Kepada tersangka seringkali diminta untuk memberikan keterangan dg sebenar2nya sesuai rangkaian perbuatan yg dilakukan dalam sebuah peristiwa pidana.. Kejujuran ybs akan membantu meringankan dalam persidangan. Pengingkaran akan memperumit dirinya karena penyidik akan merangkai dan membangun konstruksi peristiwa pidana berdasarkan kesesuaian alat bukti yang ditemukan..,” tegas Krisha, seolah ‘mengultimatum’.

“Kalau dalam semua pengungkapan kasus pembunuhan mensyaratkan harus ada saksi yang melihat, besok2 tidak ada lagi polisi yg mau ungkap kasus, karena tidak ada saksi yang melihat.. Apakah ini logika berpikir yang mau kita bangun..??? #kmupdates.” tutup polisi yang sangat aktif berinteraksi di media sosial itu.

Seperti diketahui,  terdakwa dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, sebelumnya melempar cerita kalau dirinya sudah dipaksa Krishan untuk mengakui sudah membunuh Mirna.

Ia menceritakan,  saat Kepala Bagian Pengembangan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri, Kombespol Krishna Murti, mengajaknya berbicara pada hari kedua dia ditahan di Polda Metro Jaya.

Saat itu, Krishna masih menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Hari keduanya (saya ditahan), Minggu, Pak Krishna Murti masuk ke sel. Lalu, dia bilang, ‘Jessica, saya mau ngomong’. Saya dibawa ke satu ruangan yang saya tahu kemudian itu ruangan staf,” ujar Jessica dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2016).

Jessica mengaku duduk berdua di ruangan itu bersama Krishna.

Jessica menuturkan, saat itu Krishna menyebut telah menjatuhkan harga dirinya karena turun langsung ke dalam ruang tahanan.

Menurut Jessica, Krishna menyebut dirinya telah mempertaruhkan jabatannya untuk menjadikan Jessica sebagai tersangka.

Di ruangan tersebut, kata Jessica, Krishna memintanya mengaku telah meracuni Mirna.

“Pak Krishna Murti bilang, ‘kalau kamu ngaku, kamu enggak akan dihukum seumur hidup. Paling dihukum tujuh tahun, dikurangi ini itu (masa tahanan sebelumnya)’,” kata Jessica.

Saat itu, Jessica mengaku dirinya hanya mendengarkan ucapan-ucapan Krishna.

“Saya bingung, saya bengong. Orang ini (Krishna) nyuruh saya ngaku apa,” ucap Jessica seperti dilansiri Kompas.com.

Dalam kasus ini, Mirna meninggal seusai meminum es kopi vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier, Grand Indonesia, pada Rabu (6/1/2016).

Jessica didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna dengan menggunakan zat sianida yang dimasukkan ke dalam es kopi tersebut.

Kapolri: Wajar, Karena Penyidik Punya Banyak Trik!

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menganggap wajar pendekatan Kombes Krishna Murti kepada tersangka kasus kopi bersianida, Jessica Kumala Wongso.

Pendekatan yang lembut merupakan salah satu teknik penyidik dalam menangani kasus pidana.

“Penyidik memiliki banyak trik untuk melakukan pendekatan dalam rangka membuat tersangka mengaku,” ungkap Tito Karnavian di Jakarta Utara, Kamis (29/9) seperti dilansir Tribunnews.com.

PT Best Profit Futures Jambi
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Lebih jauh Tito mengatakan, di masyarakat kerap terdengar idiom ‘sangat jarang terjadi maling mengaku maling’. Kondisi itulah yang sering ditemui penyidik ketika menangani kasus-kasus pidana.

Namun Tito menegaskan, penggambaran tersebut tidak ia tujukan untuk kasus Jessica.

“Saya tidak menyatakan di kasus Jessica, yang ditemukan di lapangan, jarang tersangka mengaku kalau buktinya masih fifty-fifty. Jadi polisi mengembangkan teknik melakukan pendekatan,” katanya.

Pada kasus Jessica, Tito menilai. pendekatan yang dilakukan Krishna Murti adalah hal yang lazim.

Kasus kopi bersianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin terjadi pada saat Kombes Krishna Murti menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya atau orang nomor satu di jajaran penyidik kriminal umum di Polda Metro Jaya.

Kasus ini cukup pelik karena meski terjadi di tempat terbuka dan di tengah keramaian mal Grand Indonesia, ternyata tak ada saksi yang melihat langsung orang yang memasukkan racun sianida ke kopi yang dipesan untuk Mirna. Polisi juga tak menemukan residu sianida.

Dalam keterbatasan-keterbatasan itu, polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka.

Tito menilai wajar jika Kombes Krishna Murti melakukan pendekatan psikologis dalam pemeriksaan Jessica.

“Seperti saat sidang, antara penasihat hukum dan jaksa. Lihat bagaimana mereka berusaha meyakinkan hakim, itulah permainan psikologis,” kata Tito. “Kepastian itu berdasarkan KUHP, di mana harus ada dua alat bukti plus keyakinan hakim. Keyakinan hakim itu psikologi,” tambahnya.

Pada persidangan di PN Jakarta Pusat, Rabu malam, terdakwa Jessica Kumala Wongso mengaku sempat berbicara empat mata dengan Kombes Krishna Murti.

Jessica mengatakan Krishna memintanya mengaku sebagai pembunuh Wayan Mirna Salihin agar hukumannya bisa diperingan.

“Hari keduanya (saya ditahan), Minggu, Pak Krishna Murti masuk ke sel. Lalu, dia bilang, ‘Jessica, saya mau ngomong’. Saya dibawa ke satu ruangan yang saya tahu kemudian itu ruangan staf,” ungkap Jessica.

PT Best Profit Futures Jambi

Jessica mengatakan, saat itu Krishna menyatakan telah menjatuhkan harga dirinya karena turun langsung ke ruang tahanan. Krishna juga menyatakan telah mempertaruhkan jabatannya untuk menjadikan Jessica sebagai tersangka.

Saat itu pula, Krishna meminta Jessica mengaku telah meracuni Mirna. “Pak Krishna Murti bilang, ‘kalau kamu ngaku, kamu enggak akan dihukum seumur hidup. Paling dihukum tujuh tahun, dikurangi ini itu (masa tahanan dan remisi)’,” kata Jessica.

Jessica mengaku, saat itu ia hanya mendengarkan ucapan-ucapan Krishna. “Saya bingung, saya bengong. Orang ini (Krishna) nyuruh saya ngaku apa,” kata Jessica di pengadilan.

Seperti diberitakan, Wayan Mirna Salihin meninggal dunia sesaat setelah minum es kopi vietnam di Kafe Olivier di Grand Indonesia, 6 Januari 2016.

Dia datang ke kafe itu untuk bertemu teman-teman semasa kuliah di Australia, yakni Jessica dan Hani. Setelah beberapa saat menyelidiki kasus ini, polisi menetapkan Jessica sebagai tersangka.

 

( PT Best Profit Futures)