PT Best Profit Futures Jambi

Menko Darmin: Penggunaan B20 bisa hemat devisa USD 5,5 miliar per tahun

BEST PROFIT – Pemerintah terus merampungkan rencana perluasan penerapan B20 (biodisel dengan pencampuran minyak solar dan minyak sawit 20 persen) untuk non public service obligation (PSO) dan Non PSO. Penerapan ini salah satunya bertujuan untuk menekan kebutuhan impor dan peningkatan harga kelapa sawit.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, penerapan B20 dapat berdampak pada penghematan devisa negara sekitar USD 5,5 miliar per tahun. Dengan asumsi Indonesia menggunakan B20 secara penuh pada PSO dan Non PSO.

“Dengan melaksanakan B20 untuk PSO dan non PSO paling tidak ada dua dampak positifnya. Satu penghematan devisa. Kalau sudah full B20 nya mudah-mudahan dalam waktu enggak lama beberapa bulan kita bisa mencapainya, itu setahun bisa menghemat USD 5,5 miliar,” ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/7).

Dengan penghematan sebesar USD 5,5 miliar, maka secara harian Indonesia dapat menghemat USD 21 juta per hari. “Berarti sehari, hari kerja ya 260 hari dalam setahun. Berarti sehari USD 21 juta itu penghematannya. Penghematan bukan keuntungan,” jelasnya. BESTPROFIT

Penghematan ini dapat dilakukan karena penggunaan B20 nantinya akan mengkombinasikan penggunaan solar dan minyak sawit. Sehingga, ketergantungan Indonesia terhadap impor dapat ditekan. “Artinya kita tidak pakai valas lagi, kerena diisi oleh biodiesel nya,” jelas Menko Darmin.

Lebih lanjut, Menko Darmin mengatakan, penerapan biodisel ini sebenarnya sudah dilakukan pada PSO, namun dalam perjalanannya masih tergolong lambat karena hanya digunakan oleh beberapa sektor. Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong agar penerapan B20 dapat diperluas. PT BESTPROFIT

“Jadi biodisel itu sebetulnya kan pemerintah itu punya peraturan pemerintah nomornya 61, yang mengatur kewajiban atau mandatori menggunakan B20. Nah, selama ini yang berjalan itu adalah kan itu ada dua kelompok besar PSO dan Non PSO. Yang jalan itu PSO walaupun kurang optimum juga,” tandasnya.

Sumber: merdeka.com