PT Best Profit Futures Jambi

Bestprofit : Militer Mesir Tewaskan Pemimpin Kuci Milisi Sekutu ISIS

Bestprofit - Soldiers stand guard on the fifth anniversary of the uprising that ended the 30-year reign of Hosni Mubarak, in Alexandria, Egypt, January 25, 2016.  REUTERS/Asmaa Waguih

Bestprofit – Soldiers stand guard on the fifth anniversary of the uprising that ended the 30-year reign of Hosni Mubarak, in Alexandria, Egypt, January 25, 2016. REUTERS/Asmaa Waguih

Bestprofit – Pihak militer Mesir mengumumkan pihaknya telah berhasil menewaskan pemimpin kunci milisi yang bersekutu dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Semenanjung Sinai.

Korban tewas itu adalah pemimpin gerakan Ansar Bait al-Maqdis yang diidentifikasi bernama Abu Duaa al-Ansari. Korban tewas lainnya adalah sejumlah pengawalnya dalam satu serangan udara yang menargetkan basis pertahanan milisi yang berafiliasi dengan ISIS, menurut militer Mesir sebagaimana dikutip CNN.com, Jumat (5/8/2016).

“Mereka berhasil menghancurkan sejumlah senjata dan gudang amunisi serta bahan peledak,” menurut pernyataan pihak militer.

Selain itu sebanyak 45 pemberontak tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Namun, pihak militer tidak memerinci keterangannya terkait Ansari. Brigjen Mohammed Samir mengatakan dalam unggahan di Facebook bahwa Ansari tewas dalam sebuah operasi yang dikendalikan oleh informasi “intilejen yang akurat”.

Tetapi, tulisan itu tidak mengatakan kapan operasi dilakukan. Serangan udara dilakukan di El-Arish, yang merupakan kota di bagian utara Sinai.

Selain itu sebanyak 45 pemberontak tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Namun, pihak militer tidak memerinci keterangannya terkait Ansari. Brigjen Mohammed Samir mengatakan dalam unggahan di Facebook bahwa Ansari tewas dalam sebuah operasi yang dikendalikan oleh informasi “intilejen yang akurat”.

Tetapi, tulisan itu tidak mengatakan kapan operasi dilakukan. Serangan udara dilakukan di El-Arish, yang merupakan kota di bagian utara Sinai.

Kelompok milisi itu, yang telah aktif di Semenanjung Sinai sejak 2011, belum mengeluarkan komentar terkait pernyataan militer. – (Sdq/Bestprofit)