PT Best Profit Futures Jambi

Minyak Mentah Flat Menjelang Data API

Minyak Mentah WTI diperdagangkan mendatar di hari Selasa (10/03) menantikan data dari American Petroleum Institute (API). Harga minyak mentah mendapatkan dukungan dari kenaikan inflasi China, negara konsumen minyak mentah terbesar kedua dunia, yang naik di bulan Februari melebihi ekspektasi. Walau indeks harga produsen belum mensinyalkan pemulihan, pasar perdagangan minyak mentah cukup optimis merespon tingkat inflasi 1,4% di bulan Februari yang lebih tinggi dari prediksi kenaikan 0,9%. Tingkat permintaan yang lebih baik dari prediksi tampak mampu menopang penguatan minyak mentah di tengah dominasi Dollar AS dalam pasar mata uang. Tingginya harga Dollar AS akan membuat minyak mentah yang diiperdagangkan dalam Dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Investor menantikan data pasokan minyak mentah API yang dirilis hari ini sebelum data resmi dari Departemen Energi AS, Energy Information Administration (EIA) di hari Rabu. Menurut hasil survei Reuters, pasokan minyak mentah AS akan memperpanjang rekor surplus sembilan pekan.

Perdagangan minyak mentah kini berada di kisaran $50.05/barel, dengan level tertinggi harian $50.36 dan level terendah harian $49.92. (YS)