PT Best Profit Futures Jambi

Minyak Terus Melemah, Tembus Ke Bawah $45 Per Barel

world map3Harga minyak memulai pekan ini dengan penurunan lainnya dalam sesi perdagangan Asia pada hari Senin, menggarisbawahi kuatnya sentimen bearish dan tingginya volatilitas di pasar minyak.

Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet berjangka untuk pengiriman April diperdagangkan dikisaran $44.27 per barel, turun $0.55, atau 1.2%.

Pekan lalu, minyak mentah Nymex turun sebesar 9.6% ke level terendah enam pekan, pada hari Jumat saja harga minyak turun 4.7%. Kontrak minyak AS saat ini telah turun untuk empat pekan beruntun karena tingginya level cadangan minyak mentah.

Minyak Brent melemah 8.5% pada pekan lalu dan telah anjlok untuk dua pekan beruntun. Brent melemah pada hari Jumat setelah IEA mengatakan dalam laporan bulanan bahwa investor dan produsen minyak kemungkinan akan melihat penurunan lebih lanjut pada harga minyak, yang mana saat ini belum turun cukup jauh untuk memaksa produsen mengurangi suplai.

Namun, Oswald Clint, analis senior di Sanford C. Bernstrein mengatakan bahwa laporan IEA secara keseluruhan adalah netral untuk pasar minyak, dan itu berikan beberapa nada positif yang mendukung ekspektasi untuk tren naik pada harga, dengan resiko terbesar dalam jangka pendek adalah akan dimulai kembalinya ekspor minyak mentah Iran.