PT Best Profit Futures Jambi

Minyak Turun Ke Bawah $47 Setelah Data China Yang Buruk

oil1gHarga minyak mentah tergelincir di sesi perdagangan Asia pada hari Senin karena perlambatan di dalam pertumbuhan pabrik di China di bulan Juli yang telah semakin meningkatkan kecemasan atas lambatnya permintaan, di saat pasar minyak juga mempertimbangkan penurunan output bulanan OPEC yang sempat pada rekornya.

Harga minyak AS turun sebesar 29 sen ke level $46.83 per barel pada pukul 09.34 WIB setelah berakhir turun $1.40, atau hampir 3%, di $47.12 per barel pada sesi sebelumnya.

Minyak Brent juga melemah 40 sen ke level $51.81 per barel setelah brent berakhir turun $1.10, atau 2%, di $52.21 per barel.

Pertumbuhan di perusahaan manufaktur besar China secara secara tak terduga terhenti di bulan Juli seiring permintaan di dalam dan luar negeri melemah, ditunjukkan dalam sebuah survei pemerintah pada hari Sabtu, memperkuat pandangan bahwa ekonomi perlu lebih banyak stimulus seiring mereka saat ini menghadapi resiko terbaru dari kejatuhan pasar saham.

Iran diperkirakan akan meningkatkan output minyak sebanyak 500.000 barel perhari secepatnya setelah sanksi dicabut dan sebesar satu juta barel sebulan setelah itu, dikatakan oleh Menteri Iran Bijan Zanganeh dalam pidatonya yang disiarkan pada hari Minggu.