PT Best Profit Futures Jambi

Operator Didorong Bangun Indonesia Timur

Bestprofit – Pemerintah siap memberikan insentif dengan memberikan harga nonkomersialbahkan mengratiskan penggunaan fasilitas backbone Palapa Ring kepada operator telekomunikasi yang mau membangun di daerah tidak layak secara finansial.

Menteri Komunikasi dan In formatika Rudiantara mengungkapkan jaringan tulang punggung Palapa Ring yang dimiliki oleh pemerintah memang ditujukan untuk masyarakat sehingga bagi operator yang mau membangun di daerah tidak layak secara keuangan akan diberikan insentif.

“Fasilitas backbone Palapa Ring dapat digunakan oleh operator dengan harga non komersil bahkan jika perlu bisa digratiskan bagi operator, agar layanan tersedia dengan harga yang tidak berbeda, seperti di wilayah yang diaggap layak secara keuangan seperti di Jawa atau daerah layak keuangan lainnya,” paparnya kepada Bisnis,
Senin (11/7/2016).

Rudiantara menegaskan pembangunan dan pemberian insentif tersebut untuk memperkecil perbedaan antara layanan wilayah Jawa dengan luar Jawa, khususnya dengan Indonesia bagian Timur. Di samping itu, turut pula memperkecil perbedaan harga jual operator di wilayah Jawa dan luar Jawa.

Pembangunan Palapa Ring tersebut memang digelar di wilayah yang tidak layak secara keuangan dan dibagi menjadi tiga wilayah yakni Barat, Tengah dan Timur Indonesia dengan total melayani 57 kabupaten/kota di Indonesia.

Pertama, Paket Barat menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.000 km. Paket ini telah dimenangkan oleh Kon sorsium Mora Telematika dan Ketrosden Triasmitra.

Kedua, Paket Tengah menjangkau wilayah Kalimantan, Sula wesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km. Paket ini telah dimenangkan oleh Konsorsium Pandawa Lima.

Ketiga, Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua, (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 6.300 km. Paket ini telah dimenangkan oleh Konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom.

PROYEK STRATEGIS

Proyek Palapa Ring Jilid II yang telah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional akan menggunakan skema Availability Payment (AP). Skema Availability Payment (AP) yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 190/PMK. 08/2015 merupakan pembayaran secara berkala selama masa konsensi.

Pembayaran sendiri akan berdasarkan pada ketersediaan layanan infrastruktur yang telah dibangun oleh badan usaha. Komponen biaya yang dapat
dibayarkan oleh AP adalah biaya modal, biaya operasional dan keuntungan wajar yang diinginkan oleh badan usaha.

Nantinya, setelah proyek rampung, pemenang tender akan menerima AP yang dibayarkan melalui dana yang berasal dari Universal Service Obligation (USO) selama 15 tahun pertama.

Skema AP biasanya digunakan untuk proyek-proyek yang tidak feasible secara keuangan. Dalam proyek Palapa Ring ini misalnya, akan menjangkau wilayah-wilayah yang remote dan terpencil.

“Bagaimana kita mengurangi ketimpangan. Semua masyarakat di Indonesia memiliki hak yang sama untuk dapat mengakses Internet. Dan selama ini masih terdapat kesenjangan. Pembangunan ini diharapkan dapat menghilangkan kesenjangan itu,” papar Rudiantara.

Penyelenggara Palapa Ring nantinya ditargetkan dapat menyediakan kecepatan akses minimal 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. Gelaran jaringan kabel fiber op tik itu sejalan dengan target Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019.