PT Best Profit Futures Jambi

Pabrik plastik di Lawang terbakar, puluhan mobil damkar dikerahkan

BEST PROFIT – Kebakaran membuat panik para karyawan PT Lawangmas Primapack Indonesia di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Api muncul dan membakar gudang pabrik yang bergerak di bidang pengolahan berbahan plastik tersebut.

Kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, usai para karyawan beristirahat makan siang. Api diduga bersumber dari gudang penyimpanan tinta yang memang mudah terbakar.

Tampak beberapa karyawan yang kelelahan berusaha memadamkan api. Mereka mengalami sesak napas akibat asap tebal dari kebakaran. Sejumlah orang mendapat perawatan dari tenaga medis yang datang di lokasi, beberapa dirujuk di rumah sakit terdekat.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan mobil PMK masih berusaha memadamkan api, dan puluhan anggota Kepolisian dan TNI turut mengamankan lokasi. Ratusan karyawan turut membantu proses pemadaman.

Sementara itu di sekitar lokasi terlihat beberapa drum plastik berisi cairan tiner dan cat dengan bau yang menyengat. Bahan tersebut dijauhkan dari lokasi kebakaran. BESTPROFIT

“Tidak ada operasional kayaknya, karena karyawan sedang beristirahat. Saya dilapori oleh karyawan,” kata Mulyono, seorang warga yang juga tenaga keamanan kampung di TKP, di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Selasa (7/8).

“Saya tidak tahu penyebabnya. Biar polisi yang menjelaskan,” sambungnya menegaskan.

Kapolsek Lawang Kompol Gaguk Sulistyo Budi mengatakan api hingga saat ini belum padam, tetapi sudah bisa dikendalikan. Hingga saat ini, semua tim sedang konsentrasi pada upaya pemadaman.

“Penyebabnya masih dalam penyelidikan, masih konsentrasi upaya pemadaman,” kata Gaguk di lokasi.

Gaguk juga mengatakan, beberapa karyawan juga dievakuasi karena menghirup asap dari bahan yang terbakar. Namun pihaknya belum mengetahui jumlahnya secara pasti. PT BESTPROFIT

“Sementara yang saya lihat tadi satu orang. Kita belum mendapat kepastian, karena suasananya memang sedang begini,” katanya.

Sementara itu sempat terjadi ketegangan antara petugas keamanan dengan para wartawan yang sedang mengambil gambar di lokasi. Para tenaga keamanan pabrik memaksa dengan mendorong-dorong para wartawan yang berjalan meninggalkan lokasi.

Sumber: merdeka.com