PT Best Profit Futures Jambi

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Kominfo: NIK Penyebar Hoaks Via WhatsApp Bisa Diblokir

Kominfo: NIK Penyebar Hoaks Via WhatsApp Bisa Diblokir

PT BESTPROFIT – Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto mengatakan pencegahan penyebaran berita bohong atau hoaks melalui Whatsapp bisa dilakukan meskipun tanpa melalui hukuman pidana. Salah satu cara dengan memblokir Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Henri mengungkapkan, penyebaran hoaks melalui whatsapp sempat menjadi tren kala Pemilu 2018 di Brazil. Saat itu Presiden Brazil Joir Bolsonaro disebut-sebut berhasil memenangkan pemilu berkat masifnya penyebaran hoaks melalui pesan WhatsApp.

Penyebaran hoaks melalui Whatsapp kata Henri, memang tidak bisa disentuh oleh Bawaslu karena bersifat pribadi. BEST PROFIT

“Jadi hoaks itu disebar di Whatsapp karena Bawaslu enggak bisa masuk ke Whatsapp karena Whatsapp itu lebih private,” kata Henri di acara launching Suara Regional dan Talkshow “Politik Tanpa Hoax” di Golden Ballroom 3, Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Lebih jauh Henri mengatakan, Kominfo selalu berupaya untuk meredam peredaran hoaks di whatsapp. Salah satu yang sempat dilakukan oleh pihak Whatsapp ialah dengan membatasi pesan berantai dengan maksimal 5 penerima. BESTPROFIT

Meski demikian, ia menyebut cara tersebut tidak terlalu ampuh. Henri kemudian mengusulkan NIK dari pengguna nomor HP penyebar hoaks yang terhubung dengan whatsapp bisa diblokir.

Seperti diketahui, kini pemilik nomor telepon harus menyerahkan data diri salah satunya ialah NIK agar dapat mengaktifkan nomornya tersebut.

“Ini juga masih proses tapi juga nanti kalau ada pelanggar-pelanggar pidana menggunakan nomor baru itu yang diblokir, bisa diblokir NIK-nya sehingga enggak bisa dipakai,” pungkasnya.

Sumber: suara.com

Chat Lucu Rektor UNY dengan Mahasiswi soal Konser Raisa Dibayar IPK

Chat Lucu Rektor UNY dengan Mahasiswi soal Konser Raisa Dibayar IPK

BEST PROFIT – Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sutrisna Wibawa mendadak beken di media-media sosial, dan menjadi idola mahasiswa se-Indonesia.

Itu setelah ia mengunggah hasil tangkapan layar percakapannya dengan seorang mahasiswi terkait konser musik untuk Dies Natalies UMY.

Dalam percakapan tersebut, seorang mahasiswi berakun clara_stra mempertanyakan apakah ada niat rektorat untuk mengundang sejumlah band terkenal pada acara ulang tahun universitas.

“Assalamualaikum selamat siang pak. Saya ingin bertanya, untuk dies natalis UNY apakah bapak tidak tertarik untuk mengundang Tulus, RAN, Hii, Maliq de Essential, Raisa, atau Sheilla on 7 pak?” tanya Clara. BESTPROFIT

“Mohon untuk dipertimbangkan pak. Terima kasih bapak rektor,” tambahnya.

Tak disangka, Sutrisna menjawab kegundahan mahasiswinya tersebut dengan tak kalah mengejutkan.

Berikut jawabannya:

“Waalaikumsalam, terkait hal tersebut, mohon bantuannya agar ada sponsor yang bersedia membantu pelaksananya. Jika ada sponspor yang siap, insya Allah konser tersebut akan diadakan di GOR UNY, hanya untuk mahasiswa UNY saja.”

Nah, selanjutnya, ia menegaskan mahasiswa UNY digratiskan untuk menonton kasir itu, tapi ada syaratnya. PT BESTPROFIT

Tiketnya menggunakan KTM dan kartu hasil studi dengan kelas-kelas sebagai berikut:

1. VIP IPK 4

2. Platinum IPK 3,8

3. Gold IPK 3,6

4. Silver IPK 3,4

5. Festival IPK 3,2

6. IPK 3,2 nontonnya pake layar tancep di luar GOR.

7. IPK 3 ke bawah nonton di kostan lewat streaming.

Sutrisna lantas mengunggah hasil tangkap layar tersebut ke akun Instagramnya, dan segera menjadi viral.

Banyak mahasiswa-mahasiswi UNY maupun kampus lain mengakui tertawa membaca syarat yang diberikan rektor.

Tak hanya itu, banyak warganet juga berharap rektor kampusnya seperti Sutrisna.

“Mau punya rektor kayak begini. OTW pindah UNY,” tulis akun Yulisa Apriliyanti.

Ada pula yang berkelakar, “Kalau mahasiswa abadi, nonton video dengan format 3gp,” kata Harie Permana.

Sumber: suara.com

Selandia Baru Hening saat Azan Salat Jumat Pertama Usai Teror Berkumandang

Selandia Baru Hening saat Azan Salat Jumat Pertama Usai Teror Berkumandang

BESTPROFIT – Keheningan menyelimuti seluruh daerah di Selandia Baru, ketika azan salat Jumat pertama setelah teror penembakan massal di dua masjid Christchurch dikumandangkan, Jumat (22/3/2019).

Persis sepekan sebelumnya, Jumat (15/3), seorang penangut paham supremasi kulit putih Neo Nazi menembaki jemaat salat Jumat di dua masjid yang menewaskan sedikitnya 50 orang.

Sebanyak 20.000 orang berkumpul di lapangan tak jauh dari Masjid Al Noor Christchurch, untuk salat Jumat.

Masjid Al Noor adalah satu dari dua tempat ibadah umat Islam yang menjadi sasaran aksi teror Brenton Tarrant, pemuda rasis asal Australia. Satu masjid lainnya yang menjadi target adalah Masjid Linwood. PT BESTPROFIT

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga berada di sana. Memakai jilbab, ia tampak berada dalam kerumuman warga yang menjaga saf-saf orang Islam yang Jumatan.

Salat Jumat di depan Masjid Al Noor Christchurch, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019). Ini adalah salat Jumat pertama usai teror penembakan massal. [Al Jazeera]

Khatib salat Jumat, Imam Gamal Fouda, yang juga menjadi korban selamat teror, dalam ceramahnya mengatakan “Melihat kebencian dan kemaran di mata teroris.”

“Tapi hari ini, di tempat yang sama, saya melihat cinta dan kasih sayang yang keluar dari ribuan sesama warga Selandia Baru dan manusia seluruh dunia,” tuturnya.

“Kami telah menunjukkan, bahwa Selandia Baru tidak bisa dipatahkan, dan dunia dapat melihat dalam diri kami, sebuah contoh cinta dan persatuan. Kami patah hati, tetapi kami tidak hancur.”

Jumat Spesial

Selain jemaah salat Jumat, kota Christchurch hari ini banyak dikunjungi warga dari kota-kota lain. Warga Australia dan negara-negara lain juga turut datang.

Mereka berbaris menjadi pagar betis melindungi saf-saf jemaah salat Jumat. Terlalu banyak untuk dihitung.

“Aku dari Auckland sengaja datang untuk salat Jumat dan memberikan dukungan kepada seluruh warga Christchurch. Keluarga temanku, Ashraf Azad juga menjadi korban di Masjid Al Noor. Aku memutuskan ke sini untuk menunjukkan dukungan,” kata Imran Khan.

“Setiap kali Anda melihat masjid, Anda mendapatkan gambaran seperti apa rasanya bagi orang-orang yang ada di sini pada saat itu (serangan teror),” kata Khan kepada Al Jazeera, suaranya bergetar karena emosi. BEST PROFIT

“Tapi dukungan yang kami dapatkan dari kelompok lain dalam masyarakat tidak dapat dipercaya … Itu menunjukkan bahwa agama bukanlah segalanya. Cinta dan persatuan adalah yang penting, semuanya berdiri untuk itu,” tambahnya.

Ahmed Osman, jemaah Jumatan, menegaskan hari ini adalah bukti tujuan si teroris untuk menaburkan perpecahan sosial atas dasar rasialisme tak berhasil.

“Kami justru semakin bersatu dan kuat. Saling mendukung, kalian bisa lihat sekarang,” tukasnya.

“Hari ini adalah hari istimewa bagi kami … Orang-orang Christchurch akan berdiri bersama,” tambahnya.

Salat Jumat di depan Masjid Al Noor Christchurch, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019). Ini adalah salat Jumat pertama usai teror penembakan massal. [Marty MELVILLE / AFP]

Selandia Baru mendukung

Salat Jumat pascateror, juga dihadiri oleh ribuan warga Selandia Baru dari beragam agama. Mereka membentuk lautan keheningan di belakang area salat. Sementara jemaah khusyuk salat.

Di antara mereka, banyak wanita dari semua latar belakang memilih untuk mengenakan jilbab sebagai simbol solidaritas. Secara nasional, memakai jilbab untuk bersolidaritas dilakukan sedikitnya 50 ribu perempuan.

“Saya memakai jilbab dan berada di sini untuk menghormati keluarga korban dan umat Muslim. Kami bersatu sebagai Selandia Baru,” kata Jeanine Benson, warga Christchurch.

“Saya biasa melewati masjid ini (Al Noor) setiap hari pergi bekerja, dan memikirkan apa yang terjadi di sana membuat saya merasa sakit secara fisik,” tambahnya.

“Untuk semua orang, ini bukan akhir, ini hanya awal dari perjalanan penyembuhan.”

Dua masjid yang menjadi sasaran teror, yakni Al Noor dan Linwood dipastikan bakal kembali dibuka pada Sabtu (23/3) besok.

“Kedua masjid telah dipulihkan dan akan diserahkan kepada masyarakat,” kata juru bicara kepolisian.

Aksi bertajuk March for Love  juga dijadwalkan berlangsung di Christchurch pada hari Sabtu. Ribuan orang diharapkan hadir.

Sumber: suara.com

 

 

Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Jaga Masjid saat Muslim Jumatan

Geng Motor Paling Ditakuti di Selandia Baru Jaga Masjid saat Muslim Jumatan

PT BESTPROFIT – Geng motor paling ditakuti di Selandia Baru, The Mongrel Mob, bersumpah bakal melindungi umat Muslim di negara tersebut saat menunaikan salat Jumat.

Janji tersebut diutarakan pentolan geng motor tersebut, setelah mereka turut mengecam aksi teror penembakan massal di dua masjid Distrik Christchurch, Jumat (15/3) pekan lalu.

“Presiden The Mongrel Mob, Mongrel Sonny Fatu menelepon saya dan ia bersumpah mengerahkan anak buahnya menjaga masjid-masjid setiap kami salat Jumat,” kata Presiden Asosiasi Muslim Asad Mohsin, seperti diberitakan Nzherald.co.nz, Rabu (20/3/2019).

Ia mengatakan, sejak peristiwa teror tersebut, anggota geng motor itu setiap hari mengunjungi dan berjaga di masjid. BEST PROFIT

Mohsin mengatakan, walaupun senang menerima tawaran itu, ia tetap menegaskan umat Islam di Selandia Baru tak takut terhadap teror.

Bahkan, Mohsin menginginkan anggota geng motor tersebut masuk ke dalam masjid dan bergabung dengan mereka.

“Tidak ada ketakutan, dan kita tidak takut. Mereka tidak harus berdiri di luar masjid, mereka bisa masuk ke dalam, tepat di belakang tempat khotbah, akan kami berikan kepada mereka.”

Masjid-masjid di negeri Kiwi tersebut kekinian didatangi oleh banyak warga beragam agama. Itu untuk menyatakan solidaritas mereka terhadap umat Muslim atas teror penembakan massal yang menewaskan 50 jemaah salat Jumat. BESTPROFIT

Brenton Tarrant, lelaki asal Australia berusia 28 tahun didakwa sebagai pelaku pembunuhan massal tersebut.

Sementara sejumlah geng motor di Selandia Baru seperti Mongrel, Hells Angels, dan King Cobras mengerahkan anggotanya untuk mendukung para korban sepanjang pekan ini.

Anggota Mob Mongrel Australia juga berjaga di sebuah masjid di Sydney sebagai bentuk solidaritas.

Sumber: suara.com