PT Best Profit Futures Jambi

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS11 2042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC 3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker

 

Pelajaran Penting di Balik Kerusuhan 22 Mei 2019, VPN Jadi Tersebar

Media sosial

PT BESTPROFIT – Kerusuhan pada 21 dan 22 Mei 2019 lalu di Jakarta berbuntut kericuhan di media sosial. Pemerintah pun sampai melakukan pembatasan akses di sejumlah platform jejaring sosial.

Menurut Kepala BSSN Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, kericuhan itu bisa dicegah dengan mengajarkan tata krama sopan santun di dunia siber. Di sinilah peran orangtua menjadi sangat penting.

“Masa urusan begitu juga harus pemerintah juga, orang maki-maki (di media sosial). Itu kan masalah etika sopan santun yang emang perlu kita review supaya sistemnya agar masyarakat tidak seperti itu,” kata dia di kantor BSSN, Senin 27 Mei 2019.  BEST PROFIT

Sementara itu, pengamat teknologi dan ahli cyber forensic, Ruby Alamsyah mengatakan pembatasan fitur media sosial itu efektif sebelum tanggal 22 Mei. Efektif ini berlaku pada pihak yang sering diterpa berita bohong dan juga penyebarannya menjadi tidak viral.

Pembatasan kemarin juga membuat pengetahuan soal piranti jaringan pribadi virtual atau virtual private network (VPN) menjadi lebih luas lagi. Ini menjadi kontradiktif dengan kebijakan pemerintah yang melakukan pemblokiran situs berkonten negatif.

Soal pilihan pembatasan bisa digunakan lagi untuk kejadian di kemudian hari, Ruby mengatakan itu hanya bersifat situasional. Bisa saja para penyebar hoaks belajar dari pembatasan kemarin dan mencari cara viral yang lebih efektif lagi.  BESTPROFIT

“(Caranya) Memberikan awareness kepada masyarakat bahwa ini loh siap-siap pake VPN. Kalangan kita, relawan kita, segala macam. Akhirnya tetap kesebar,” kata Ruby.

Ruby menjelaskan pengurangan hoaks bisa dilakukan melalui teknologi. Dia mengaku sedang membangun platform hoaks identifier, yang bisa mengidentifikasi berita bohong atau tidak.

Sedangkan untuk aturan antihoaks, dia mengatakan sebaiknya berada di aturan lain untuk keamanan siber. Ruby juga mengatakan seharusnya penghentian berita bohong bukan lagi tanggung jawab di pemerintah tapi menyerahkan kepada OTT yang bersangkutan.

“Perlu pihak OTT ini yang sudah mencari duit menikmati uang dari masyarakat Indonesia sudah bisa menyiapkan sebagian dananya untuk memproteksi sistem platform mereka agar tidak menjadi tempat membanjirnya hoaks. Banjirnya hoaks juga mereka rugi enggak dipercaya dan lain-lain,” jelasnya. (ren)

Sumber: viva.co.id

Detik-detik Pendemo 22 Mei Mau Tembak Mati 4 Tokoh dan Bos Lembaga Survei

Detik-detik Pendemo 22 Mei Mau Tembak Mati 4 Tokoh dan Bos Lembaga Survei

BESTPROFIT – Polri dan TNI kembali menetapkan 6 tersangka terkait kerusuhan 22 Mei2019 kemarin. Satu kelompok di bawah pimpinan HK itu ditangkap karena berniat tembak mati 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengungkapkan mereka baru saja menetapkan 6 tersangka yang diungkap polisi berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.

Mereka memiliki peran berbeda mulai dari mencari penjual senjata api hingga mencari martir untuk menjadi eksekutor yang mengincar 4 pejabat negara dan satu pimpinan lembaga survei swasta. Saat ditanya mengenai siapa saja yang menjadi target mereka, Iqbal menegaskan salah satunya bukan presiden. PT BESTPROFIT

“Pejabat negara, bukan Presiden tapi, bukan kapasitas saya menyampaikan ini nanti ketika proses pendalaman sudah mengrecut akan disampaikan,” tega Iqbal.

Berikut kronologis yang disampaikan kepolisian:

1 Oktober 2018

Tersangka HK menerima perintah dari seseorang. Identitas seseorang ini sudah diketahui dan tengah didalami pihak kepolisian. HK menerima perintah dari seseorang membeli dua senpi laras pendek

13 Oktober 2018

Tersangka HK membeli satu pucuk revolver Rp 50 juta dari tersangka AF alias Fifi. BEST PROFIT

5 Maret 2019

Tersangka berhasil mendapatkan senpi dengan cara membeli dari tersangka AD berupa satu pucuk senpi mayor call. Senjata itu lalu diserahkan ke tersangka AZ dan dua pucuk laras panjang dan laras pendek kemudian diserahkan ke tersangka TJ.

14 Maret 2019

Tersangka HK menerima uang Rp 150 juta dan tersangka TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang. Identitas seseorang ini telah dikantongi dan didalami polisi.

Tersangka TJ diminta membunuh dua orang tokoh nasional. Namun, nama-nama tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan masih dirahasiakan.

12 April 2019

Tersangka HK mendapat perintah kembali untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya. Total, ada 4 target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional.

Selain perencanan untuk membunuh target tokoh nasional yang telah ditentukan terdapat juga perintah lain melalui tersangka HZ untuk membunuh pimpinan satu lembaga survei. Tersangka HZ bahkan beberapa kali mensurvei rumah tokoh tersebut. Tersangka HZ memerintahkan eksekusi dan tersangka IF mendapat Rp 5 juta.

21 Mei 2019

Tersangka HK dengan membawa revolver taurus call 38 beserta tim turun ke depan bercampur dengan massa aksi untuk melakukan aksinya dengan peserta aksi lainnya.

Sumber: suara.com

Surat Presiden Putin untuk Jokowi: Selamat atas Kemenangan Yang Mulia

Surat Presiden Putin untuk Jokowi: Selamat atas Kemenangan Yang Mulia

PT BESTPROFIT – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamat kepada Calon Presiden terpilih Joko Widodo alias Jokowi, melalui surat resmi kenegaraan.

Putin mengirimkan surat berisi ucapan selamat atas kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 tersebut, dari Kremlin, Moskow, tanggal 21 Mei 2019.

“Kami di Rusia mengenal Yang Mulia sebagai pendukung kuat dalam pengembangan hubungan persahabatan antara kedua negara kita,” ujar Putin setelah membuka suratnya dengan ucapan selamat kepada Jokowi, seperti disiarkan Kementerian Luar Negeri, Kamis (23/5/2019).

Presiden Putin juga menunjukkan kepercayaan kepada kepemimpinan Jokowi untuk terus meningkatkan kerja sama bilateral berbagai bidang. BEST PROFIT

Putin juga berharap Jokowi mau melanjutkan kerja sama Indonesia – Rusia dalam pola kemitraan multilateral untuk menyelesaikan masalah-masalah aktual di kawasan Asia-Pasifik.

“Saya ingin menegaskan kesiapan untuk melanjutkan dialog konstruktif dengan Yang Mulia, serta bekerja sama demi kepentingan Bangsa Rusia dan Bangsa Indonesia,” kata dia.

Putin menutup suratnya dengan menyampaikan harapan bagi kesuksesan, kesehatan dan kesejahteraan Jokowi, yang akan menjalankan tugas sebagai presiden Indonesia untuk periode kedua. BESTPROFIT

Pada 21 Mei lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengumumkan secara resmi Capres Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019.

Hasil penghitungan suara menunjukkan pasangan Jokowi – Maruf Amin memenangi 85 juta suara atau 55,50 persen dari total suara nasional.

Sedangkan penantangnya, yakni Prabowo Subianto – Sandiaga Uno memperoleh 68 juta suara atau 44,5 persen dari total suara nasional.

Sumber: suara.com

Memoar Aktivis 98 yang Diculik (2): Hendrawan dan Cerita Secangkir Kopi

Memoar Aktivis 98 yang Diculik (2): Hendrawan dan Cerita Secangkir Kopi

BEST PROFIT – Semua orang, jahat ataupun baik, kini bisa meneguk kebebasan yang dijanjikan oleh demokrasi. Namun, 21 tahun sebelumnya, sekelompok pemuda mahasiswa harus bersusah payah, mengorbankan nyawa, hingga tak diketahui rimbanya untuk merebut kebebasan tersebut.

Ketika rezim Soeharto berusaha mempertahankan kekuasaannya medio 90-an, 13 aktivis prodemokrasi yang rata-rata masih berusia awal 20 tahun hilang diculik. Hingga kekinian, mereka belum ditemukan.

Salah satu aktivis yang hingga kekinian dinyatakan hilang setelah diculik aparat pada medio 1990-an adalah mahasiswa universitas Airlangga bernama Herman Hendrawan.

Herman Hendrawan, hilang pada 12 Maret 1998. Ia terakhir terlihat di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Adalah Lilik Hastuti Setyowatiningsih, seorang perempuan yang aktif menjadi aktivis Prodemokrasi pada era 1990-an, menceritakan sejumput kisah kenang-kenangannya dengan Hendrawan. Berikut kisahnya.

SOSOKNYA unik. Berkacamata tebal. Hem panjang dilipat di pergelangan. Rapi, tapi tak pernah ganti. Bajunya itu-itu saja. Kadang sampai tercetak hitam di lipatan tengkuknya.

Ia menjabat erat tanganku waktu aku pertama datang ke Surabaya. Kami bertemu di kontrakan buruh, mendiskusikan rencana pemogokan. BESTPROFIT

Logat Herman sangat khas, logat Bangka dengan cengkok Surabaya. Kadang terdengar aneh dan lucu, tapi ia pede saja. Ya, pede, itu nama tengah Herman.

Herman pernah menjadi ketua SMPT Unair, pengurus HMI, lalu menjadi salah satu pendiri SMID (Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi—ormas mahasiswa progresif yang dilarang Orde Baru) Surabaya.

Herman teman diskusi yang asyik. Teman berantem yang menarik. Saling mengolok, adalah hiburan kami kala lelah di Surabaya.

Tapi, ada satu yang tak kami suka, Herman joroknya minta ampun. Aku pernah kesal minta ampun. Pagi bangun tidur membuat kopi, itu satu kemewahan, apalagi sambil baca buku atau koran pagi. PT BESTPROFIT

Suatu hari, bangun tidur di sekretariat, aku cuma menemukan kopi setengah sendok di dapur. Aku menjerang air, untuk membuat kopi setengah gelas.

Kopinya cuma cukup untuk setengah. Kuseruput, ah, panasnya kurang ajar! Tukang koran melempar koran di depan pintu.

Aku bergegas menghampiri. Baca koran, sambil minum kopi. Kemewahan mana lagi bisa kaurasa pada zaman sedurjana sulitnya seperti saat itu?

Herman Hendrawan, hilang pada 12 Maret 1998. Ia terakhir terlihat di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Tapi eh, di salah satu sudut sekretariat, kulihat Herman cengar-cengir sambil memegang gelas kopiku. Sudah tandas. Ya tandas! Dan aku menatap nanar.

“Man, jancok koennnnn!!!” dan Herman cuma cengar-cengir.

Lha enak. Bangun tidur, eh ada kopi panas!”

Aku gondok seubun-ubun. Koran kulempar dan tepat kena mukanya. Sedih sesedih-sedihnya.

Beli kopi lagi? Ha-ha-ha mana bisa. Uang seratus perak pun mendingan buat ongkos naik bemo ke basis buruh.

Berhari-hari kemudian, Herman datang dengan motor butut entah pinjaman siapa.

“Ayok mangan!”, ayo makan katanya.

Aku tertegun, “Wis talah. Onok sego bebek enak…”, baiklah ada nasi bebek yang enak.

Herman Hendrawan, hilang pada 12 Maret 1998. Ia terakhir terlihat di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Akhirnya, siang itu, gondok seubun-ubun yang kurasakan gara-gara kopi itu musnah dibayar sepiring besar nasi bebek pinggiran kali Kedung Tarukan.

Aku tak pernah lupa, Herman memegang toa, memimpin barisan ketika aksi pemogokan buruh Tandes 8-9 Juli 1996. Suaranya menggelegar. Keringat berlelehan. Mukanya merah padam ditimpa panas matahari.

Lalu aksi diserang. Dibubarkan. Puluhan kami ditangkapi. Menginap di polres, polda, dan kami masih tertawa-tawa.

Tahu apa asyiknya digelandang ke polda beramai-ramai? Karena kami bisa makan sebungkus nasi Padang!

Tanggal 22 Juli 1996 Partai Rakyat Demokratik dideklarasikan di Jakarta. Kami mendengar kabar dengan hati girang.

Partai yang kami bangun bertahun-tahun, di tengah situasi represif, di tengah undang-undang organisasi massa yang tidak memungkinkan partai lain selain Golkar, PDI dan PPP, akhirnya bisa berdiri dan deklarasi.

Manifesto politik dibacakan. “Tidak ada demokrasi di Indonesia…”, begitu pada alinea pertama manifesto kami. Dada kami menggembung bangga. Meski hanya membaca lewat kabar semata. Tapi itu pun tak lama. Pecah peristiwa 27 Juli 1996. Teror menyapu penjuru kota.

Setelahnya, Herman diinstruksikan ke Jakarta. Dari sekretariat kami di Surabaya, aku masih persis mengingat adegan itu.

Surat laporan bawan tanah yang ditulis oleh Herman Hendrawan.

 

Herman dan Rendro pergi, hendak naik kereta ke Jakarta. Herman mengenakan hem panjang warna merah. Menyandang tas hitam besar berisi pakaian. Dua bungkus nasi—isi telor dadar, udang goreng dan sambal—jadi bekal mereka.

Aku masih mengenang ketika badannya yang besar melangkah menuju jalan besar. Bahunya kukuh. Langkahnya lebar.

Ia menengok, tertawa-tawa kecil, sambil membenarkan letak kacamata tebal yang melorot ke hidungnya. Ia meninggalkan Surabaya dalam situasi genting. Ia berpesan untuk menjaga kawan-kawan.

Aku tak pernah lupa adegan itu. Menjaga kawan, itu doktrin kami nomor satu. Hingga kini, doktrin itu masih menndarah daging. Merasuk hingga tulang sumsum dan barangkali akan kupegang hingga mati.

Tanggal 12 Maret 1998, Komite Nasional Perjuang Demokrasi (organisasi yang juga dinyatakan terlarang oleh Soeharto) menggelar konferensi pers di kantor YLBHI. Konferensi pers KNPD itu sebagai respons pidato pertanggungjawaban Soeharto di hadapan sidang MPR.

Kala itu, aku bertemu Herman di Lorong kecil depan toilet di YLBHI. Menyapa sebentar. Situasi tak cukup aman.

Lalu kami tak lagi bertemu, hingga hari ini. Ia hilang diculik!

Seusai acara di YLBHI, bersama Raharja Waluya Jati dan Faisol Riza, Hendrawan diculik. Jati dan Riza dipulangkan. Mereka mengakui sempat bertemu Herman di kamp penyiksaan. Tapi Herman tetap tak pulang.

Man, aku kangen senandung lagu Widurimu. Aku kangen umpatan jancok-mu yang agak ganjil dan aneh dengan logat Bangka-mu itu.

Jika hari ini kau masih bersama-sama kami, berapa gelas kopi milikku yang kauhabiskan pun, aku ikhlas, Man. Aku tak akan gondok dan menimpukmu dengan koran lagi!

Sehat dan bahagia kamu, ya Man, di mana pun kamu berada.

Sumber: suara.com