PT Best Profit Futures Jambi

Pengawasan travel umrah masih lemah

BESTPROFIT – Bicara tentang umrah, tidak hanya terpaku pada persoalan ibadah namun juga bisnis. Banyaknya kasus jemaah gagal berangkat lantaran pengawasan terhadap travel sebagai penyedia jasa perjalanan umrah masih lemah. Seperti dalam hal pengawasan pengelolaan dana jemaah, Kementerian Agama (Kemenag) sebagai regulator dan pengawas belum sampai mengatur sedetail itu.

“Belum ada aturan detail itu. Dana dari jemaah itu harus diawasi dan memperketat pengawasan dengan melibatkan instansi lain,” kata Direktur Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (19/1).

Sebagai contoh kasus First Travel dan Hannien Tour, dana jemaah yang sudah disetorkan ke pihak travel dimanfaatkan untuk keperluan di luar urusan umrah. Seperti pembelian properti, kendaraan hingga pengembangan usaha hingga akhirnya bermasalah, dana macet dan tak bisa ditarik kembali. PT BESTPROFIT

Selain pengawasan dana yang masih lemah, juga belum adanya aturan mengenai batas lama tunggu waktu pemberangkatan. Hal inilah yang menyebabkan pihak travel bisa seenaknya mengundur jadwal berangkat jemaah sampai setahun lebih.

“Kami sedang menyusun aturan itu maksimal enam bulan dari masa daftar harus berangkat, karena kebanyakan tahun terakhir ini, ada yang dua tahun baru berangkat,” terangnya.

Pengawasan travel yang dilakukan Kemenag saat ini berupa tindak lanjut dari pengaduan masyarakat. Setelah laporan masuk, Kemenag baru melakukan klarifikasi dengan memanggil pihak-pihak terkait. Dari hasil klarifikasi tersebut, Kemenag melakukan evaluasi dan pengawasan lebih lanjut.

Dia mencontohkan kasus penundaan pemberangkatan 27 ribu jemaah umrah Abu Tours, Kemenag telah memanggil manajemen perusahaan sejak Bulan Agustus 2017. Dari serangkaian pemanggilan tersebut, Kemenag memerintahkan Abu Tours untuk menghentikan penjualan harga promo.

BEST PROFIT “Kami juga meminta komitmen untuk tetap memberangkatkan jemaah, dan sejak Oktober lalu sudah ada keberangkatan. Belum ada sanksi,” tutur Arfi Hatim.

Tips bagi warga yang hendak berangkat umrah agar tidak tergiur dengan penawaran harga murah di bawah standar paket perjalanan umrah. Calon jemaah yang mendaftar juga tak ada salahnya membuat perjanjian tertulis dengan pihak travel. Isi perjanjian berupa hak dan kewajiban dari kedua pihak. Hal ini untuk memudahkan jika nantinya ada permasalahan.

“Masyarakat harus teliti, lebih hati-hati terutama dalam sisi harga,” terangnya.

Selain itu yang harus diperhatikan adalah rentan waktu pendaftaran dan keberangkatan jangan terlalu lama. Dia juga menyarankan masyarakat untuk menabung di bank daripada mencicil biaya umrah sampai bertahun-tahun. Hal ini dinilai lebih aman, terlebih kuota umrah tidak terbatas berbeda dengan haji.

“Kalau mau menabung di bank jangan di travel,” kata Arfi Hatim.

Sumber: merdeka.com