PT Best Profit Futures Jambi

Pertama di Indonesia, limbah diangkut gunakan kereta api

BESTPROFIT – PT Kereta Api Logistik (KALOG) meresmikan layanan distribusi limbah dengan moda KA serta kegiatan penunjangnya seperti lift on dan lift off (bongkar/muat) angkutan. Distribusi ini diklaim menjadi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Angkutan limbah dengan moda KA merupakan wujud sinergi antara PT Kereta Api Indonesia (Persero), KALOG dan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) untuk menciptakan angkutan limbah yang ramah lingkungan dan efisien baik dalam kapasitas angkut dan waktu tempuh.

Plt Direktur Utama KALOG, Junaidi Nasution mengungkapkan bahwa perseroan telah membuktikan kapasitas serta kapabilitas layanan di mana Perseroan telah berhasil menerima kepercayaan baik dari induk perusahaan maupun pemerintah untuk menjadi bagian dari sejarah logistik di tanah air dengan melayani angkutan limbah berbasis KA dan menjadi layanan pertama dan satu-satunya di Indonesia.

“Layanan ini merupakan bagian dari kemajuan dan perkembangan industri logistik khususnya dalam pemanfaatan jaringan rel kereta api. Dengan distribusi berbasis moda KA, angkutan limbah relasi Kalimas-Nambo hanya membutuhkan waktu 15-16 jam yang sebelumnya membutuhkan waktu tempuh 2-3 hari menggunakan moda darat atau trucking,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (9/8). PT BESTPROFIT

Direktur Operasi dan Pemasaran KALOG, Sugeng Priyono mengungkapkan pada sisi operasional, KALOG bersama KAI dan PPLI telah mempersiapkan prosedur untuk memastikan keamanan angkutan diantaranya dengan pengawalan personil bersertifikasi penanganan limbah untuk setiap perjalanan.

“KA ini akan berhenti di beberapa stasiun pemberhentian untuk pemeriksaan ulang keamanan angkutan,” tambah Sugeng.

Selain pengawalan, KALOG juga telah memfasilitasi emergency shelter yang dilengkapi dengan tool kit untuk penanganan situasi emergensi angkutan, baik di stasiun Kalimas maupun stasiun Nambo.

Sejumlah uji coba telah dilaksanakan baik uji coba statis maupun dinamis untuk mengevaluasi kesiapan angkutan baik dari aspek kesesuaian implementasi prosedur, kemananan, operasional dan lainnya.

Sugeng mengaku, angkutan limbah dengan moda KA tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam memperlancar sistem logistik nasional, diantaranya dengan menyediakan alternatif pilihan moda dalam transportasi limbah dengan menawarkan nilai lebih yang akan berkontribusi terhadap lingkungan. BEST PROFIT

“Layanan tersebut diharapkan mampu mendorong pengalihan beban jalan raya ke kereta api yang juga akan mengurangi kerusakan dan kepadatan jalan,” pungkas Sugeng.

Peresmian tersebut ditandai dengan pemberangkatan perdana rangkaian 10 gerbong datar (GD) atau 20 Teus angkutan Limbah dari Stasiun Kalimas, Surabayake Stasiun Nambo, Bogor. Setelah diresmikan, angkutan limbah akan dijadwalkan beroperasi 2 (dua) kali dalam seminggu dengan rangkaian 5 GD atau 10 Teus dimana limbah yang akan diangkut merupakan jenis limbah berpenanganan khusus, namun dengan tingkat risiko yang paling rendah.

Sumber: merdeka.com