PT Best Profit Futures Jambi

Rencana Gubernur Aceh beli 6 pesawat tuai kritik: Kurang bermanfaat

PT BESTPROFIT – Pemerintah Aceh berencana membeli 6 unit pesawat kecil jenis Shark Aero. Rencana yang tercantum dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (RAPBA) tahun 2018 ini menuai kritikan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Enam unit pesawat tersebut dengan harga Rp 12 miliar harus diorder terlebih dahulu. Untuk mengorder pesawat itu pemerintah Aceh harus membayar uang muka sebesar 30 persen yaitu Rp 4,5 miliar.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRA, Nur Zahri mengatakan, rencana pembelian pesawat tersebut kurang tetap sasaran, karena masih banyak hal lain yang mendesak dibutuhkan pengalokasian dana. Pembelian pesawat itu dinilai pemborosan anggaran di tengah-tengah kemiskinan dan pengangguran masih tinggi di Aceh.

“Pemerintah Aceh menyediakan anggaran bagi program-program kurang bermanfaat seperti tsunami cup Rp 11 miliar, beli pesawat Rp 10 miliar, Sabang Sail Rp 9,7 miliar dan pengadaan mobil di Jakarta bagi Wagub (Wakil Gubernur) Rp 3 miiar dan program-program aneh lainnya,” kata Nur Zahri, Rabu (20/9) di Banda Aceh.

Menurutnya, ada banyak kebutuhan lain yang mesti diperhatikan oleh Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Seperti mengalokasikan dana untuk guru honor dan tenaga honorer di sekolah seperti penjaga sekolah, cleaning service sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) dan sejumlah kebutuhan penujung meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

BEST PROFIT “Guru kontrak dan tenaga kontrak lainnya hanya digaji Rp 500 ribu per bulan. Padahal pemerintah telah menetapkan UMP Rp 2,3 juta,” kritiknya.

Sementara itu Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf memiliki alasan tersendiri untuk membeli 6 unit pesawat. Perairan laut yang sangat luas, ada tiga sisi berbatasan dengan laut. Laut Aceh memiliki kekayaan ikan yang melimpah sering dicuri oleh nelayan asing.

“Ikan di laut Aceh habis bukan karena ditangkap oleh nelayan Aceh, tetapi habis karena dicuri oleh nelayan illegal yang datang dari mancanegara. Kerugian mencapai puluhan triliun setiap tahun,” jelas Irwandi Yusuf seperti ditulis dalam laman facebooknya.

Kata Irwandi, Kamla dan Angkatan Laut yang ada di Serambi Mekkah tidak cukup kuat untuk mengawal seluruh peraiaran di Aceh. Karena itu, untuk melindungi kekayaan laut memerlukan patroli laut yang masif, cepat dan murah. BESTPROFIT

“Kita perlu pesawat udara yang dilengkapi dengan alat penjejak kapal penangkap ikan illegal. Harga pesawat itu hanya Rp 2 miliar/unit. Kita perlu 6 unit. Sedangkan alat VMS ada sama Ibu Susi,” jelasnya.

Katanya, bila pemerintah berhasil menghalau pencuri ikan di perairan Aceh, maka triliunan rupiah kekayaan laut Aceh terselamatkan. Enam unit pesawat itu, tak hanya bisa mengawasi pencuri ikan, tetapi juga bisa melacak perahu yang menyelundupkan narkoba ke Aceh.

“Di samping itu, pengadaan boat-boat patroli cepat bersenjata juga perlu dilakukan untuk bertindak langsung di lautan setelah menerima info dari patroli udara. Tetapi anggota DPRA mengkritiknya,” tutupnya.

Sumber: merdeka.com